Selasa, 29 September 2026
02:21 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Prasasti Humanding

Prasasti Humanding atau prasasti Polengan II bertarikh 797 Saka (875 M) terdiri dari tiga lempeng tembaga. Ditemukan di Kelurahan Krapyak, Kec. Kenaren, Kab. Kalasan, Yogyakarta. Beberapa ahli epigrafi telah membahas prasasti ini, diantaranya: Damais, Stutterheim, Sarkar, dan Boechari. Prasasti ini berisikan penganugerahan tanah di Humanding oleh Rakai Kayuwangi untuk dijadikan tanah perdikan mendirikan bangunan suci di Gunung Hyang.

Alih-aksara

1. ||0|| swasti śaka warṣatīta 797 baiśakha māsa ' dwitīya śuklapakṣa ' tuṅlai pon soma wāra ' tatkāla rakarayān i sirikan pu

2. rakap ' manusuk sawaḥ tampaḥ 4 i humaṇḍing watakṣirikan ' sīmānikana prāsāda i gunung hyang lmaḥ i mamali ' dmakan sa inaṁsêan pasak pasak wyawasthaniṁ manusukṣīma || samgat wadihati pu managiḥ sisim pasada

4. woḥ 1 wrat mā 8 wḍihan aṅsīt yu 1 tuhān 4 miraḥ miraḥ si guwar ' spaṁ si waḍag sisim pasada woḥ 4 wrat 8 wḍi

5. han aṅsit yu 4 anuṅ kinon milu amanusukṣima ' kuwu si ami sisim pasada woḥ 1 wrat mā 4 wḍihan aṅsit yu 1

6. || samgat makudur pu maṅiṇḍit sisim pasada woḥ 1 wrat mā 8 wḍihan aṅsit yu 1 tuhan 4 watu walai si m(n/bh)aṁ ' pu puṁ

7. si jakhara sisim pasada woḥ 4 wrat mā 8 wḍihan aṅsit yu 4 anuṁ kinon milu amanusuk sīma ' hamwulu si tuhu sisi

8. m pasada woḥ 1 wrat mā 4 wḍihan aṅsit yu 1 maṅhuyup mas mā 1 wḍihan raṅga yu 1 si ṅ(pö/hê)l yu 1 saji iṅ kulumpaṅ

9. mas mā 4 wḍihan raṅga yu 4 waduṅ 1 rimwas ' patuk patuk 1 kris 1 lukai 1 twak punukan 4 laṇḍuk 1 liṅi

10. s 4 waṅkyul 1 gulumi 1 kurumbhāgi 1 nakhaccheda 1 dom 1 tahas 1 buri 1 padamaran 1 saragi pagaṅana(lempeng berikutnya)


Referensi

1. J. G. de Casparis.1975. Indonesian Palaeography: A History of Writing in Indonesia from the Beginnings to C. A.D. 1500, Volume 4. Leiden: Brill.

2. Randu Andreanto. 2008. Waktu Terbaik Penurunan Keputusan Raja: analisis berdasarkan unsur penanggalan pada prasasti Jawa kuno abad ke-9 dan ke-10 Masehi. Jakarta: Universitas Indonesia.

DIY
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Bangka & Belitung
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
NTB
Kal-bar
Kal-tim
Sulawesi Utara
Lihat pula: Daftar Prasasti di Indonesia, Museum Taman Prasasti, Prasasti Internasional
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan