Jumat, 30 Oktober 2026
10:15 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Prasasti Malenga

Bagikan:

Prasasti Malenga adalah salah satu prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Sri Maharaja Mapanji Garasakan dari Kerajaan Janggala, yang berangka tahun 974 Saka (1052 M).[1][2] Prasasti ini berbentuk 7 lempeng tembaga, dan merupakan salinan (tinulad) dari aslinya yang kemudian diberi angka tahun 1258 Saka (1336 M).[1]

Prasasti ini menceritakan pemberian anugerah status sima kepada desa Malenga,[2] karena penduduk desa tersebut telah membantu raja melawan musuhnya, yaitu Aji Linggajaya dari Tanjung.[1][3] Prasasti ini ditemukan di desa Banjararum, Rengel, Tuban,[3] dan sekarang disimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta, dengan nomor inventaris E-18.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Sejarah. Grasindo. 2004. ISBN 9789797325305.
  2. 1 2 Muljana, Slamet (1979). Nagarakretagama dan tafsir sejarahnya. Bhratara Karya Aksara.
  3. 1 2 Poesponegoro, Marwati Djoened; Notosusanto, Nugroho (1984). Sejarah nasional Indonesia: untuk SMP. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  4. ↑ Hartanto. "Prasasti Malenga 974 Saka (1052 Masehi)" (PDF). Skripsi - Universitas Indonesia.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
DIY
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Bangka & Belitung
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
NTB
Kal-bar
Kal-tim
Sulawesi Utara
Lihat pula: Daftar Prasasti di Indonesia, Museum Taman Prasasti, Prasasti Internasional
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan