Minggu, 20 September 2026
15:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Prasasti Leiden

Prasasti Leiden adalah salah satu peninggalan sejarah yang menjadi bukti keberadaan Sriwijaya pada masa lalu.[1] Prasasti ini juga merupakan manuskrip yang ditulis pada lempengan tembaga berangka tahun 1005 yang terdiri dari bahasa Sanskerta dan bahasa Tamil. Prasasti ini dinamakan sesuai dengan tempat berada sekarang yaitu pada KITLV Leiden, Belanda.

Prasasti ini memperlihatkan hubungan antara dinasti Sailendra dari Suvarnadvipa dengan dinasti Chola dari Tamil, selatan India.[2]

Penafsiran teks prasasti

Isi prasasti

  1. So-yam-akhila-kala-kalâpa
  2. pârâvâra-pâradrsv-âsësa-nrpa-cakra-câru-châmïkara-kirïta-kôtigha-
  3. tit-ânekâ-mânikya-marïci-punja-puiïjarïkrta-pâda-pïthô Râjarâjô Râjakësari-
  4. varmmâ sva-sâmrajya-varsë ëkavimsatitamë nikhila-dharanï-tilakâyamânë Ksa-
  5. triya-sikhamani-valanâdu-nâmni mahati janapada-nivahë Pattana-kkurranâmni janapa-
  6. dê-nëka-sura-sadana-satra-prap-ârâm-âbhirâmë vividha-saudha-râjirâjamânë Nâ-
  7. gïpattanê nija-mati-vibhava-vijita-Suragurunâ budha-jana-kamala-vanamarïcimâiin- â
  8. rtthi-jana-kalpapâdapëna Sailendra-vamsa-sambhutëna Srïvisay-âdhipati-
  9. nâ Katàh-àdhipatyam-àtanvatà Makara-ddhvajën-âdhigata-sakala-râjavidyasya Chulâ-
  10. manivarmmanah putrëna srï-Mâravijayôttumgavarmmanâ sva-pitur-nnâmnâ nirmâpi tam-adha-
  11. rïkrta - Kanakagiri-samunnati - vibhavam-atiramanïyan - Culamanivarmmavihâram- adhiva-
  12. satë Buddhàya tasminn-ëva janapada-nivahë Pattana kkurra-nâmni janapa-
  13. de karinï-parikramana-vispasta-sïmâ-catustayam-Ânaimamgalâbhi-
  14. dhânarh grâmam-adât || Itthandëvëna dattasya sva-pitrâ cakravarttinâ grâmasy-âsya ga-
  15. të tasmin-dëvabhuyam-mahaujasi | Tat-simhlsanam-ârudhas-tat-putrô Madhurântakah ||
  16. sâsanarh sâsvatan-dhimân kârayitv - àdisa(n) - nrpah Sësô-sesâm-mahim yâva-
  17. d-dhatté-sës-ôrag-ësvarah sthëyât-tâvad-vihârô-yam vibhavëna sa-
  18. h-âvanau || Sô-yam Katâh-âdhipati (r*)-ggunànân-nivâsa-bhumir-mmahita- pra-
  19. bhâvah (*) âgâminah prârtthayatë narëndrân dharmmam sadëmam-mama rakshat-êti

Arti dari Isi Prasati Leiden

Berikut ini adalah penjelasan dari berbagai isi dari Prasasti Leiden:

Hubungan Kerajaan Cola dengan Kedatuan Srivijaya.

Prasasti Leiden berisi hubungan yang erat antara Kedatuan Srivijaya dengan kerajaan Colamandala. Dalam prasasti ini, Raja dari Kerajaan Cola yaitu Rajendra Chola, mengakui bahwa ia memerintahkan pembangunan sebuah kuil untuk menghormati dewa bagi para Dapunta Srivijaya. Hal ini menunjukkan adanya interaksi politik dan hubungan yang saling menguntungkan antara kedua kerajaan tersebut pada masa lampau.

Wilayah Wilayah Kemandalaan Sriwijaya.

Prasasti Leiden juga memberikan informasi mengenai wilayah-wilayah Sriwijaya pada masa lalu. Prasasti ini menyebutkan beberapa city state dalam kemandalaan Kedatuan Srivijaya, disebutkan wilayah wilayah seperti Kadaram (Kedah), Pannai (Palembang), Melayu, dan Champa (Vietnam).

Hal tersebut menjelaskan keberadaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang kuat dan sangat luas di wilayah Asia Tenggara pada masa itu. Prasasti Leiden memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan politik dan geografis antara kerajaan Colamandala dengan Sriwijaya.[3]

Rujukan

  1. "10 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang Bersejarah". keluyuran.com. Diakses tanggal 2023-10-14.
  2. Majumdar, R.C. Note on Šailendra kings mentioned in Leiden Plates. EL, XXII, pp. 281-4.
  3. "Mengenal Isi Prasati Leiden Beserta Faktanya". kumparan. Diakses tanggal 2023-10-14.
Ikon rintisan

Artikel bertopik arkeologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

DIY
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Bangka & Belitung
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
NTB
Kal-bar
Kal-tim
Sulawesi Utara
Lihat pula: Daftar Prasasti di Indonesia, Museum Taman Prasasti, Prasasti Internasional
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan