Jumat, 30 Oktober 2026
15:38 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Prasasti Blanjong

Prasasti Blanjong

Bagikan:
Prasasti Blanjong
250px-Sanur_Belankong_Pillar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pilar Belanjong di Sanur berasal dari tahun 914 M, menjadi saksi kontak antara Bali, Jawa, dan anak benua India.
Bahan bakuBatu Andesit
Sistem penulisanaksara Pranagari dalam bahasa Sanskrit dan Bali kuna
Dibuat4 Februari 914 M[1]
DitemukanBelanjong, selatan Sanur, Bali, Indonesia
Lokasi sekarangIn situ (lokasi asli)

Prasasti Blanjong (atau Belanjong) adalah sebuah prasasti yang memuat sejarah tertulis tertua tentang Pulau Bali. Pada prasasti ini disebutkan kata Walidwipa, yang merupakan sebutan untuk Pulau Bali. Prasasti ini bertarikh 835 çaka (913 M), dan dikeluarkan oleh seorang raja Bali yang bernama Sri Kesari Warmadewa.

Prasasti Blanjong ditemukan di dekat banjar Blanjong, desa Sanur Kauh, di daerah Sanur, Denpasar, Bali. Bentuknya berupa pilar batu setinggi 177 cm, dan bergaris tengah 62 cm. Prasasti ini unik karena bertuliskan dua macam huruf; yaitu huruf Pra-Nagari dengan menggunakan bahasa Bali Kuno, dan huruf Kawi dengan menggunakan bahasa Sanskerta.

Situs prasasti ini termasuk dalam lingkungan pura kecil, yang melingkupi pula tempat pemujaan dan beberapa arca kuno.

Pilar tersebut bertanggal menurut kalender Saka India, pada hari ketujuh dari setengah ('saptāmyāṁ sita') bulan Phalguna dari tahun Śaka 835, yang bertepatan dengan 4 Februari 914 M menurut perhitungan Louis-Charles Damais.[2][1]

Isi prasasti

Prasasti pilar Blanjong diterbitkan oleh W.F. Stutterheim,[3] yang transliterasinya direproduksi oleh Roelof Goris[4] dengan mempertimbangkan koreksi oleh Louis-Charles Damais,[2][1] seperti di bawah ini. Sayangnya, begitu banyak tulisan yang rusak sehingga sulit untuk memahami dengan jelas makna teks tersebut. Tanda hubung menunjukkan huruf yang tidak terbaca, tanda kurung menunjukkan bacaan berspekulasi, dan garis miring ganda menunjukkan penanda bagian. Untuk pembacaan varian, S menunjukkan pembacaan oleh Stutterheim (1934),[3] dan D menunjukkan pembacaan oleh Damais (1947).[2]

Transliterasi

Bagian A (Bahasa Bali dan Sanskerta Kuno, aksara Nāgarī)

1. śākabde śara-vahni-mūrti-gaṇite māse tathā phalguṇe (sārā) - - -

2. - (rā) - (taki) nasva(kṣā) - rādhāyajihitivārovinihatyavairini - h- ṅ(s) -

3. - - (hī) - (ja)vampuraṅ [S: siṅhadvāla, D: siṅhārccala] pure(nika) - i - ya - - ta - - t -

4. - - // (śa) [S: –, D: 835] vulan phalguṇa - - - - śrī kesarī - - -

5. - - - raḥ di gurun di s(u)val dahumalahaṅ musuḥdho - ṅka - (rana) - - - (tah)di kutarā -

6. nnata - (tabhāja) - kabudhi kabudhi//

Bagian B (Bahasa Sanskerta, Aksara Bali Kuno)

1. sva - - raṭapratāpamahi - (h) - - ścodayaḥ dhvastārāti tamaścayo (buga)na

2. - samārggaraṅgapriyaḥ padmoboi - (āṣa)seravirabūdhā(ś)ā - - naḥkṛtiḥ vālidvīpa -

3. - (bhayebhīrovi) - - - (bhe)ri - na(bhū)pa(śa) (śi)nā(r)ā(g)atva - -

4. [tidak terbaca]

5. [tidak terbaca]

6. [tidak terbaca]

7. [tidak terbaca]

8. - - - - (śa) - (maśaṅśuta) - - -

9. - - - - (śepra)yātandīśārssyannantāriṣṛ u- - -

10. - - // (vija)yarka(ṇḍantaraṇḍ)antā(pe) kabhājobhṛśam // yenā e

11. - - - - nbhidyā(ṣaṭa)laṅvidhāyuṅgurubhiḥ sarrundhyaśatrūnyudh(i)

12. maha - ha(dv)iparāgrevairimahibhujā(ṅ) ṣṛjutaraḥkamp- - -

Terjemahan

Aksara Bali.

“ᬧᬤᬢᬳᬸᬦ᭄᭝᭘᭓᭕᭝çaᬓᬩᬸᬮᬦ᭄ᬨ

ᬮ᭄ᬕᬸᬦ᭞ᬲᬾᬬᭀᬭᬂᬭᬚᬬᬂᬫᬾᬫ᭄ᬧᬸᬜᬿᬓᬾ

ᬓᬸᬯᬲᬵᬦ᭄ᬤᬶᬲᬾᬮᬸᬭᬸᬄᬧᬾᬜ᭄ᬚ᭄ᬭᬸᬭᬸᬤᬸᬦᬶᬬᬩᬾ

ᬭᬶᬲ᭄ᬢᬦᬤᬶᬓᬾᬭᬢᭀᬦ᭄ᬲᬦ᭄ᬕ᭄ᬄᬤ᭄ᬯᬮ᭞ᬩᬾᬃ

ᬦᬫç᭄ᬭᬶᬓᬾᬲᬭᬶᬢᬾᬮᬄᬫᬾᬗᬮᬄᬓᬦ᭄ᬫᬸ

ᬲᬸᬄᬫᬸᬲᬸᬄᬜᬤᬶᬕᬸᬭᬸᬦ᭄ᬤᬦ᭄ᬤᬶᬲ᭄ᬯᬮ᭄᭟ᬇᬦᬶᬮᬄ

ᬬᬂᬳᬭᬸᬲ᭄ᬤᬶᬓᬾᬢᬳᬸᬯᬶᬲᬫ᭄ᬧᬿᬓᬾᬫᬸᬤᬶᬬᬦ᭄ᬳᬭᬶ᭟”


“Pada tahun 835 çaka bulan phalguna, seorang raja yang mempunyai kekuasaan di seluruh penjuru dunia beristana di keraton Sanghadwala, bernama Çri Kesari telah mengalahkan musuh-musuhnya di Gurun dan di Swal. Inilah yang harus diketahui sampai kemudian hari.”

Berdasarkan isi prasasti tersebut dipastikan prasasti Blanjong dikukuhkan pada tahun 835 Caka (913 M) atas Raja Adipatih Cri Kesari Warmadewa sebagai tanda kemenangan,[5]

Galeri

  • Bagian dari prasasti di atas tiang.
    Bagian dari prasasti di atas tiang.
  • Gang menuju pilar Belanjong di Candi Belanjong.
    Gang menuju pilar Belanjong di Candi Belanjong.
  • Kandang pelindung untuk pilar Belanjong, di candi Belanjong.
    Kandang pelindung untuk pilar Belanjong, di candi Belanjong.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Louis-Charles Damais (1959) "Ouvrages d'Études Indonésiennes", Bulletin d'École française d'Extrême-Orient, 49, 2, pp. 685-686.
  2. 1 2 3 Louis-Charles Damais (1947) Études balinaises: I. La colonnette de Sanur p. 127
  3. 1 2 W.F. Stutterheim (1934) "A newly discovered pre-nagari inscription on Bali". Acta Orientalia, XII, pp. 126-32
  4. ↑ Roelof Goris (1954) Prasasti Bali Masa Baru: Bandung. p. 64-65
  5. ↑ Tara Wiguna, 1990:29,38
DIY
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Bangka & Belitung
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
NTB
Kal-bar
Kal-tim
Sulawesi Utara
Lihat pula: Daftar Prasasti di Indonesia, Museum Taman Prasasti, Prasasti Internasional
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan