Selasa, 29 September 2026
12:55 WIB
TERKINI
Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan
Bendera Pusaka

Bendera Pusaka

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
250px-Hoisting_of_the_Bendera_Pusaka%2C_Indonesian_Affairs_Vol_3_Issue_8%2C_Aug_1953%2C_cover.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengibaran Bendera Pusaka, Sampul Indonesian Affairs Vol 3 Issue 8, Agustus 1953
osm-intl,13,-6.1763272,106.8128353,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bendera_Pusaka&revid=29798824&groups=_6af41bcc3016deb00d7af6152f3856035b364b4a&parser=parsoid
Peta interaktif Bendera Pusaka
40px-Logo_Direktorat_Pelestarian_Cagar_Budaya_dan_Permuseuman.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Cagar budaya Indonesia
PeringkatNasional
KategoriBenda
No. RegnasCB.32
Lokasi
keberadaan
Jakarta Pusat, DKI Jakarta
No. SKSK Menteri No.003/M/2015
Tanggal SK9 Januari 2015
PemilikSekretariat Presiden Republik Indonesia
PengelolaSekretariat Presiden Republik Indonesia
Koordinat6°10′35″S 106°48′46″E / 6.1763272°S 106.8128353°E / -6.1763272; 106.8128353
Bendera Pusaka di Jakarta
Bendera Pusaka
Bendera Pusaka

Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih adalah sebutan bagi bendera Indonesia yang pertama. Bendera Pusaka dibuat oleh Fatmawati, istri presiden Soekarno. Bendera Pusaka pertama kali dinaikkan pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Walaupun seharusnya Bendera Pusaka disimpan di Monas, Bendera Pusaka masih disimpan di Istana Negara.

Sejarah

Bendera Pusaka dijahit oleh istri Soekarno yaitu Fatmawati.[1] Desain bendera dibuat berdasarkan bendera Majapahit pada abad ke-13, yang terdiri dari sembilan garis berwarna merah dan putih tersusun secara bergantian.[2]

Bendera Pusaka pertama dinaikkan di rumah Soekarno di Jalan Pengangsaan Timur 56, Jakarta, setelah Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.[3] Bendera dinaikkan pada tiang bambu oleh Paskibraka yang dipimpin oleh Kapten Latief Hendraningrat. Setelah dinaikkan, lagu "Indonesia Raya" kemudian dinyanyikan secara bersama-sama.[2][4]

Pada tahun pertama Revolusi Nasional Indonesia, Bendera Pusaka dikibarkan siang dan malam. Setelah Belanda menguasai Jakarta pada 1946, Bendera Pusaka dibawa ke Yogyakarta dalam koper Soekarno. Ketika terjadi Operatie Kraai, Bendera Pusaka dipotong dua lalu diberikan kepada Husein Mutahar untuk diamankan. Mutahar diharuskan untuk "menjaga bendera dengan nyawa". Walaupun kemudian ditangkap lalu melarikan diri dari tentara Belanda, Mutahar berhasil membawanya kembali ke Jakarta, menjahit kembali, dan memberikannya pada Soedjono. Soedjono lalu kemudian membawa benderanya ke Soekarno, yang berada dalam pengasingan di Bangka.[4]

Setelah perang berakhir, Bendera Pusaka selalu dinaikkan sekali di depan Istana Negara pada Hari Kemerdekaan.[1] Namun karena kerapuhan bendera, sejak 1968, bendera yang dinaikkan di Istana Negara adalah replika yang terbuat dari sutra.[5] Replika pertama ini dikibarkan selama 15 tahun sampai 1984.[6] Kemudian pada 1985 yang mulai dikibarkan adalah replika kedua, sampai 2014.[6] Dan yang ketiga dikibarkan dari 2015 sampai sekarang.[6]

Arti dan simbolisme

Bendara Pusaka terdiri dari dua warna, merah di atas dan putih di bawah dengan ratio 2:3. Warna merah melambangkan keberanian, sementara warna putih melambangkan kesucian.[3] Namun, juga terdapat arti lain, salah satunya adalah merah melambangkan gula aren dan putih melambangkan nasi, keduanya adalah bahan yang penting dalam masakan Indonesia.[2]

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

Artikel utama: Paskibraka
250px-Upacara_bendera_indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang Paskibraka membawa bendera duplikat pusaka merah putih untuk dikibarkan

"Bendera Pusaka" digunakan namanya untuk merujuk kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, atau kependekan nya Paskibraka; (bahasa Inggris:Heirloom Flag Hoisting Troop). Organisasi yang dibentuk oleh Husein Mutahar pada 1968 ini bertugas sebagai pengibar dan penurun bendera pusaka (kini duplikat) pada upacara memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat lokal dan nasional serta fungsi internasional untuk Indonesia di luar negeri.[4]

Lambang

Lambang dari organisasi paskibraka adalah bunga teratai[butuh rujukan]

  • Tiga helai daun yang tumbuh ke atas: artinya paskibra harus belajar, bekerja, dan berbakti
  • Tiga helai daun yang tumbuh mendatar/samping: artinya seorang paskibra harus aktif, disiplin, dan bergembira

Referensi

  1. 1 2 Torchia 2007, hlm. 142
  2. 1 2 3 Ian Macdonald (18 Juni 2010). "Indonesia". Flags of the World. Diakses tanggal 12 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaaan" [Law of the Republic of Indonesia Number 24 of the Year 2009 regarding the National Flag, Language, and Emblem as well as the National Anthem] (PDF) (dalam bahasa Indonesia). Indonesian National Government. 9 Juli 2002. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-06-26. Diakses tanggal 11 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 "Sejarah Pembentukan Paskibraka" [History of the Formation of Paskibraka] (dalam bahasa Indonesia). Paskibraka. 26 Januari 2011. Diakses tanggal 12 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  5. ↑ International Business Publications 2008, hlm. 76
  6. 1 2 3 Mutiarasari, Kanya Anindita. "Perbedaan Bendera Pusaka Indonesia dengan Duplikat, Cek di Sini". detiknews. Diakses tanggal 2026-09-01.

Bibliografi

Cagar budaya peringkat nasional di Indonesia
Benda
Bangunan
Struktur
Situs
Kawasan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan