Kamis, 08 Oktober 2026
05:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Benteng Duurstede

Benteng Duurstede

bangunan benteng di Indonesia

Bagikan:
Benteng Duurstede
Fort Duurstede
Benteng Duurstede
Pintu masuk
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Benteng_Duurstede&revid=29798958&groups=_c8054545f35c18b40ca747274d4fa01ae7153607&parser=parsoid
Peta interaktif area Benteng Duurstede
EtimologiDiambil dari nama kota Wijk bij Duurstede di Belanda
Informasi umum
JenisBenteng
LokasiIndonesia Saparua, Maluku Tengah, Indonesia
PemilikBalai Pelestarian Kebudayaan Maluku
osm-intl,13,-3.9976723,127.872577,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Benteng_Duurstede&revid=29798958&groups=_6fb1ce18eda2213a5fe129cfeeb81ff8daac0a3a&parser=parsoid
Peta interaktif Benteng Duurstede
40px-Logo_Direktorat_Pelestarian_Cagar_Budaya_dan_Permuseuman.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Cagar budaya IndonesiaBenteng Duurstede
PeringkatNasional
KategoriBangunan
No. RegnasCB.101
Lokasi
keberadaan
Kabupaten Maluku Tengah, Maluku
No. SK
  • SK Menteri No.013/M/1999
  • SK Menteri No.246/M/2015
Tanggal SK
  • 12 Januari 1999
  • 21 Desember 2015
Pemilik Indonesia
PengelolaBalai Pelestarian kebudayaan Wilayah XX
Koordinat3°59′52″S 127°52′21″E / 3.9976723°S 127.872577°E / -3.9976723; 127.872577
Benteng Duurstede di Maluku
Benteng Duurstede
Lokasi Benteng Duurstede di Saparua, Maluku Tengah, Maluku
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya

Benteng Duurstede adalah suatu benteng Belanda abad ke-17 yang berlokasi di Saparua, Maluku, Indonesia.[1][2] Benteng ini awalnya melindungi Desa Saparoea. Panduan navigasi dari tahun 1878 menyatakan: "terdapat pelabuhan yang bagus di dekat benteng ini di musim angin barat sekitar 12 fathom."[3] Benteng ini terbuka untuk umum dan telah banyak dipulihkan.[1]

Sejarah

330px-Meriam_Besi%2C_Benteng_Duurstede.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meriam Besi, Benteng Duurstede

Benteng Duurstede pertama kali dibangun oleh Portugis pada tahun 1676, sebelum akhirnya direbut dan dibangun kembali oleh Gubernur Ambon, Nicolaas Schaghen, pada 1691. Selama masa kolonial, benteng ini berfungsi sebagai pusat pertahanan sekaligus pusat pemerintahan VOC di wilayah Saparua.

Pada 15 Mei 1817, rakyat Saparua di bawah pimpinan Thomas Matulessy menyerbu benteng ini. Seluruh penghuninya tewas, kecuali Jean Lubbert van den Berg, putra sang residen. Jatuhnya Duurstede ke tangan rakyat Maluku mengguncang kedudukan Hindia Belanda di Ambon hingga Batavia. Berbagai upaya dilakukan Hindia Belanda untuk merebut kembali benteng tersebut, namun serangan mereka selalu gagal.

Menghadapi situasi yang sulit, Komisaris van Middelkoop bertindak agresif dengan meminta bantuan militer dari Batavia Laksamana Muda Buyskes tiba di Kota Ambon pada 30 September 1817 dengan Kapal Perang yang sangat besar ''Prins Frederik' di bawah komando Kapten van Senden. Kapal Perang yang dilengkapi 40 meriam besar membawa bala bantuan sebanyak 250 prajurit infanteri dari Batavia, kekuatan tempur tersebut diperkuat dengan tambahan 160 prajurit dari Ambon, sehingga total kekuatan yang dikerahkan mencapai 410 personel.

Buyskes menerapkan strategi pengepungan dengan menguasai pulau-pulau di sekitar Saparua sebelum masuk ke wilayah pertahanan Pattimura. Strategi ini berhasil mendesak pasukan Pattimura ke hutan sagu dan pegunungan. Akhirnya, Kapitan Pattimura bersama ke empat panglimanya tertangkap dan dijatuhi hukuman gantung di Benteng Nieuw Victoria.

Galeri

  • Sketsa Benteng Duurstede
    Sketsa Benteng Duurstede
  • Sketsa Benteng Duurstede
    Sketsa Benteng Duurstede
  • Benteng Duurstede di Saparua, karya Charles William Meredith van de Velde, 1844.
    Benteng Duurstede di Saparua, karya Charles William Meredith van de Velde, 1844.
  • Pemandangan Baru, Benteng duurstede
    Pemandangan Baru, Benteng duurstede
  • Meriam Besi, Benteng Duurstede
    Meriam Besi, Benteng Duurstede
  • Tulisan di gerbang masuk, Benteng Duurstede
    Tulisan di gerbang masuk, Benteng Duurstede
  • Benteng Duurstede difoto dari atas
    Benteng Duurstede difoto dari atas

Lihat pula

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Benteng Duurstede.

Referensi

  1. 1 2 "Saparua: The Centre of the Lease Islands". East-Indonesia.info. 2014. Diakses tanggal 3 Juli 2014.
  2. ↑ Anonyme. CONNAISSANCE DES TEMPS ou DES MOUVEMENTS CÉLESTES, A L'USAGE DES ASTRONOMES ET DES NAVIGATEURS, POUR L'AN 1891 [KNOWLEDGE OF CELESTIAL TIME or MOVEMENTS, FOR THE USE ASTRONOMERS and MARINERS FOR THE YEAR 1891 (Online at BNF Gallica)] (dalam bahasa French). Paris: LE BUREAU DES LONGITUDES. Diakses tanggal 3 Juli 2014. Saparoua, fort Duurstede 3.34.37 S. 126.18.40 8.25.14,7 Bur. hydr. hollandais.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ Findlay, Alexander George (1878). A directory for the navigation of the Indian Archipelago, China, and Japan ... London: Richard Holmes Laurie. hlm. 828. Diakses tanggal 3 Juli 2014.

Pranala luar

Cagar budaya peringkat nasional di Indonesia
Benda
Bangunan
Struktur
Situs
Kawasan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan