Kamis, 08 Oktober 2026
18:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Liang Bua

Liang Bua

Bagikan:
Liang Bua
330px-Homo_floresiensis_cave.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di gua ini ditemukan sisa-sisa kehidupan Homo floresiensis.
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Liang_Bua&revid=29848848&groups=_1a83b02e31b2c82d42c4b305cd05ce35e001fcfb&parser=parsoid
Peta interaktif Liang Bua
Panjang50 meter
Ditemukan1950
GeologiBatu kapur
Pintu masuk1
Situs Liang Bua
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
osm-intl,13,-8.5393487,120.4161758,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Liang_Bua&revid=29848848&groups=_c1cc4150b724bed5116c3a757cd8639645c30544&parser=parsoid
Peta interaktif Liang Bua
40px-Logo_Direktorat_Pelestarian_Cagar_Budaya_dan_Permuseuman.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Cagar budaya Indonesia
PeringkatNasional
KategoriSitus
No. RegnasCB.1513
Lokasi
keberadaan
Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur
No. SKSK Menteri No.180/M/2018
Tanggal SK9 Juli 2018
PemilikKabupaten Manggarai
PengelolaKabupaten Manggarai
Koordinat8°32′22″S 120°24′58″E / 8.5393487°S 120.4161758°E / -8.5393487; 120.4161758
Liang Bua di Flores
Situs Liang Bua
Situs Liang Bua
Lokasi situs Liang Bua di Rahong Utara, Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Liang Bua merupakan sebuah situs pemukiman di zaman prasejarah yang terletak di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.[1] Menurut kebahasaan, kata liang memiliki arti "gua" dan bua berarti "sejuk"/"dingin", yang diambil dari bahasa Manggarai. Ukuran Liang Bua mencapai 50 meter untuk panjang, 40 meter untuk lebar, dan 25 meter untuk tinggi.[2]

Para arkeolog memulai proyek penggalian pada tahun 1930, tepatnya pada masa kolonial Belanda. Theodor L. Verhoeven, seorang misionaris merangkap arkeolog berkebangsaan Belanda, pada tahun 1950-an sampai 1960-an menunjukkan potensi arkeologi dan paleontologi.[3] Petunjuk ini ditindaklanjuti oleh Puslit Arkenas hingga kini. Hasil penelitian yang dilakukan para arkeolog menyebutkan bahwa usia Liang Bua mencapai 190.000 tahun.[2] Di zaman dahulu diperkirakan Liang Bua mempunyai fungsi sebagai hunian manusia prasejarah dimulai dari zaman Batu (Paleotikum), zaman Batu Madya (Mesolitikum), zaman Batu Muda (Nesolitikum), hingga zaman Logam Awal (Paleometalikum).[2] Kini, Liang Bua mempunyai fungsi sebagai tempat penelitian oleh para arkeolog baik dari dalam negeri maupun luar negeri.[2]

Penemuan yang menarik dari gua ini adalah tengkorak kuno dari manusia Flores (Homo floresiensis).[2] Di kedalaman enam meter, tengkorak ini berbentuk manusia pendek dengan tinggi badan 100 cm dan berat 25 kilogram, yang berasal dari 18.000 tahun yang lalu. Selain itu, di kedalaman 10,7 meter terdapat penemuan rangka binatang seperti kadal, kura-kura, dan gajah purba.[2]

Rujukan dan catatan kaki

  1. ↑ "Situs Liang Bua - Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya". cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-19. Diakses tanggal 2021-03-23.
  2. 1 2 3 4 5 6 "Liang Bua Ruteng, Gua Purbakala yang Menyimpan Sejarah". pesona indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-01-02. Diakses tanggal 2020-01-02.
  3. ↑ For Verhoeven, see: Knepper, Gert M. (2019): Floresmens - Het leven van Theo Verhoeven, missionaris en archeoloog, ISBN978-9-46-3892476 (Boekscout, Soest, The Netherlands) (= Verhoeven's biography, in Dutch)
Cagar budaya peringkat nasional di Indonesia
Benda
Bangunan
Struktur
Situs
Kawasan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan