Jumat, 02 Oktober 2026
12:27 WIB
TERKINI
Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah
Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo

bangunan kuil di Indonesia

Bagikan:
Kompleks Percandian Gedongsongo
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Gedong_songo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Candi Gedong Songo
osm-intl,13,-7.2098814,110.3399232,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Candi_Gedong_Songo&revid=28630109&groups=_1db6dcf481a6f7c6697b6d7767cc781ea0d48cc5&parser=parsoid
Peta interaktif Candi Gedong Songo
40px-Logo_Direktorat_Pelestarian_Cagar_Budaya_dan_Permuseuman.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Cagar budaya Indonesia
PeringkatNasional
KategoriKawasan
No. RegnasCB.39
Lokasi
keberadaan
Candi, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah
No. SK
  • SK Menteri No.PM.24/PW.007/MKP/2007
  • SK Menteri No.195/M/2015
Tanggal SK
  • 26 Maret 2007
  • 26 Oktober 2015
Pemilik Indonesia
PengelolaBPCB Jawa Tengah, Perhutani dan Pemerintah kabupaten Semarang. Museum dan Cagar Budaya
Koordinat7°12′36″S 110°20′24″E / 7.2098814°S 110.3399232°E / -7.2098814; 110.3399232
Candi Gedong Songo di Kabupaten Semarang
Candi Gedong Songo
Lokasi Candi Gedong Songo di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

Candi Gedong Songo (bahasa Jawa:ꦕꦤ꧀ꦝꦶꦒꦼꦝꦺꦴꦁꦱꦔ, translit. Candhi Gedhong Sanga) diperkirakan oleh para ahli dibuat semasa dengan Candi Dieng yang dibuat pada kurun waktu abad ke 7 sampai 9 Masehi pada masa Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Lama. Nama Gedongsongo diberikan oleh penduduk setempat yang berasal dari bahasa Jawa, "Gedong" berarti rumah atau bangunan, "Songo" berarti sembilan. Jadi arti kata Gedongsongo adalah sembilan (kelompok) bangunan.[1] Semua candi terdiri dari tiga bagian yaitu bagian bawah (alas candi) yang menggambarkan alam manusia, bagian tengah candi menggambarkan alam yang menghubungkan alam manusia dan lama dewa, dan bagian atas (puncak candi) yang menggambarkan alam para dewa.

Keberadaan candi-candi ini diungkapkan pertama kali oleh Loten pada tahun 1740 M. Kemudian tahun 1840 dilaporkan kepada Th. Stamford Raffles sebagai Candi Banyukuning, tetapi dalam bukunya The History of Java (1817), Raffles mencatat kompleks tersebut dengan nama Gedong Pitoe karena hanya ditemukan tujuh kelompok bangunan. Van Braam membuat publikasi pada tahun 1825 M dengan membuat lukisannya yang sekarang disimpan di Museum Leiden. Friederich dan Hoopermans membuat tulisan tentang Gedongsongo pada tahun 1865 M. Setelah ditemukan, dilakukan beberapa penelitian terhadap candi oleh para arkeolog Belanda, antara lain Van Stein Callenfels (1908 M) dan Knebel (1911 M). Dalam penelitian tersebut ditemukan dua kelompok candi lain, sehingga namanya diubah menjadi Gedongsongo (dalam bahasa Jawa berarti sembilan bangunan).

Pada tahun 1928 1929 M, dinas purbakala pada zaman pemerintahan Belanda melakukan pemugaran terhadap Candi Gedong 1. Kemudian pada tahun 1939-1931 dilakukan pemugaran terhadap Candi Gedong II.

Pada tahun 1977-1978 Candi Gedong II, Candi Gedong IV, dan Candi Gedong V dipugar oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah. Pemugaran candi dan penataan lingkungan juga. dilakukan oleh pemerintah Indonesia selama hampir 10 tahun dari tahun 1972 1982 M. Tahun 1997 dilakukan penataan dan pengembangan Kompleks Percandian Gedongsongo oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.

Saat ini, Candi Gedong Songo berada di bawah pengelolaan Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

250px-Panoramic_view_of_valley_below_Candi_Gedong_Songo%2C_2014-06-16.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
View Candi Gedong Songo

Jarak tempuh

Untuk menempuhnya, diperlukan perjalanan sekitar 40 menit dari Kota Ambarawa dengan jalanan yang naik, dan kemiringannya sangat tajam (rata-rata mencapai 40 derajat). Lokasi candi juga dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari objek wisata Bandungan. Berikut daftar jarak tempuh menuju candi ini.

  • Gedong Songo - Ungaran: 25 km
  • Gedong Songo - Ambarawa: 15 km
  • Gedong Songo - Semarang: 45 km

Galeri

  • 120px-GedungSongo_-_Indonesia_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-GedungSongo_-_Indonesia_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-GedungSongo_-_Indonesia_5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-GedungSongo_-_Indonesia_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-GedungSongo_-_Indonesia_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ "Fakta Unik Candi Gedongsongo, Situs Sejarah Semarang dengan Keindahan Alam Memukau". Liputan6. 13 Januari 2025. Diakses tanggal 6 Mei 2025.

Pranala luar

  1. Semarang Pedia[pranala nonaktif permanen]
  2. Sejarah mengenai Candi Gedong Songo Semarang[pranala nonaktif permanen]
  3. Candi Gedongsongo Diarsipkan 2010-02-02 di Wayback Machine.
  4. Candi Gedong Songo Semarang
  5. Candi Gedong Songo di CityGuide.KapanLagi.com[pranala nonaktif permanen]
Cagar budaya peringkat nasional di Indonesia
Benda
Bangunan
Struktur
Situs
Kawasan
Jawa
Bali
Sumatra
Kalimantan
Jawa
Banten
Ja-bar
Ja-teng
Ja-tim
Jogja (DIY)
60px-Candi_Indonesia_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-Borobudur-Nothwest-view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Main_shrine_of_Prambanan_temples.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Mendut_-_facade_north_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Pawon_-_facade_northwest_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-RA_3420014.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Sambisari_Panorama_%2829_December_2013%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Plaosan_Temple.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Singosari_B.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Besakih01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Muaro_Jambi_dengan_langit_biru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-007_Candi_Tua_from_East%2C_Main_Entrance_%2838244913275%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Prasasti-Yupa02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Offerplaats_bij_tempelcomplex_Lingsar_TMnr_60012478.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bali
Sumatera
Jambi
Sum-bar
Sum-sel
Sum-ut
Ba-bel
Riau
Kalimantan
Kal-bar
Kal-sel
Kal-tim
Nusa
Tenggara
NTB
NTT
Lihat pula: Candi Indonesia, *: Candi Buddha, Candi/kuil di luar Indonesia
Ikon rintisan

Artikel bertopik arkeologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan