Rabu, 14 Oktober 2026
20:35 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Candi Srikandi

Candi Srikandi

candi di Indonesia

Bagikan:
Infotaula de geografia políticaCandi Srikandi
Candi Suntingan nilai di Wikidata
250px-Candi_Srikandi_side_view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tempat
osm-intl,12,a,a,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Candi_Srikandi&revid=28630220&groups=_b494f70a85b9aa9164c5a6c3b47b2620e6ee95d9&parser=parsoidKoordinat: 7°12′18.87854″S 109°54′24.93000″E / 7.2052440389°S 109.9069250000°E / -7.2052440389; 109.9069250000 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaJawa Tengah
KabupatenBanjarnegara Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata

Candi Srikandi adalah sebuah candi yang terletak di Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara. Fungsinya untuk penyembahan kepada Trimurti yakni Wisnu, Syiwa dan Brahma. Bentuk dan ukuran Candi Srikandi menyerupai kubus dengan dinding yang memiliki relief Trimurti. Pembangunan Candi Srikandi diperkirana setelah awal abad ke 10 Masehi. Candi Srikandi telah menjadi salah satu cagar budaya di Kabupaten Banjarnegara.

Nama

Nama Candi Srikandi berasal dari nama salah satu tokoh dalam wayang.[1] Srikandi adalah nama tokoh yang menjadi istri kedua Arjuna dalam pewayangan dan menjadi titisan Dewi Amba dalam Mahabharata.[2] Dalam pewayangan, Srikandi merupakan seorang wanita dalam kasta Kesatria.[3]

Lokasi

Candi Srikandi terletak di dalam Kompleks Candi Arjuna.[4] Lokasinya berada pada Dataran Tinggi Dieng.[5] Candi Srikandi dalam satu kompleks dengan Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.[6] Posisi Candi Srikandi berada di sebelah utara Candi Arjuna.[3]

Fungsi

Candi Srikandi merupakan jenis candi umat Hindu.[7] Fungsi dari Candi Srikandi sebagai tempat penyembahan terhadap Trimurti.[3]

Arsitektur

250px-Candi_Srikandi%2C_Java_1153.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Candi Srikandi

Bentuk Candi Srikandi menyerupai kubus.[3] Candi Srikandi berukuran 4,8 × 3,85 × 4,9 meter.[8] Bangunan Candi Srikandi berada di atas batur setinggi 50 cm.[3] Bagian atap Candi Srikandi telah hancur sehingga bentuk aslinya tidak diketahui.[3] Terdapat motif belah ketupat pada bagian pelipit atap Candi Srikandi.[9]

Pada dinding luar Candi Srikandi, relung arca dibuat sangat menonjol.[10] Dinding-dinding Candi Srikandi memiliki relief Trimurti yang menampilkan Trimurti secara terpisah. Dinding di bagian utara menampilkan Wisnu, bagian selatan menampilkan Brahma, dan bagian timur menampilkan Syiwa.[3]

Pembangunan

Pembangunan candi-candi di Kompleks Candi Arjuna memiliki masa yang berbeda meskipun letaknya saling berdekatan. Candi yang paling awal dibangun ialah Candi Arjuna dan Candi Semar. Lalu kemudian dibangun Candi Puntadewa dan terakhir pembangunan Candi Srikandi dan Candi Sembadra. Pembangunan Candi Srikandi diperkirakan setelah tahun 928 Masehi.[10]

Pelestarian

Bangunan Candi Srikandi masih dalam kondisi kokoh.[11] Candi Srikandi telah menjadi salah satu cagar budaya di Kabupaten Banjarnegara.[12]

Referensi

Catatan kaki

Daftar pustaka


Jawa
Banten
Ja-bar
Ja-teng
Ja-tim
Jogja (DIY)
60px-Candi_Indonesia_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-Borobudur-Nothwest-view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Main_shrine_of_Prambanan_temples.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Mendut_-_facade_north_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Pawon_-_facade_northwest_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-RA_3420014.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Sambisari_Panorama_%2829_December_2013%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Plaosan_Temple.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Singosari_B.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Besakih01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Muaro_Jambi_dengan_langit_biru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-007_Candi_Tua_from_East%2C_Main_Entrance_%2838244913275%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Prasasti-Yupa02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Offerplaats_bij_tempelcomplex_Lingsar_TMnr_60012478.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bali
Sumatera
Jambi
Sum-bar
Sum-sel
Sum-ut
Ba-bel
Riau
Kalimantan
Kal-bar
Kal-sel
Kal-tim
Nusa
Tenggara
NTB
NTT
Lihat pula: Candi Indonesia, *: Candi Buddha, Candi/kuil di luar Indonesia
Ikon rintisan

Artikel bertopik candi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan