Minggu, 04 Oktober 2026
09:40 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Candi Ngabab

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Juni 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Candi Ngabab merupakan salah satu peninggalan Hindu dari masa Kerajaan Singosari yang terletak di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Candi ini menampilkan struktur talud bertingkat tiga yang dibangun dengan susunan batu rapi, menunjukkan teknik konstruksi khas periode klasik Jawa Timur. Meskipun belum banyak dikenal dan informasi mengenai situs ini masih terbatas, keberadaannya menambah keragaman peninggalan Hindu di Malang. Saat ini hanya tersisa fondasi bertingkat yang menunjukkan kesinambungan budaya dan arsitektur Hindu di kawasan pegunungan Malang.[1]

Struktur Arsitektur

Candi Ngabab menampilkan karakteristik arsitektur bertingkat yang merepresentasikan teknik konstruksi masa Kerajaan Singosari. Struktur utama candi terdiri dari talud tiga tingkat yang dibangun dari susunan batu andesit secara sistematis, menunjukkan kecanggihan teknik bangunan periode klasik Jawa Timur.[2]

Tingkat pertama dan kedua talud masih relatif terpelihara dengan susunan batu yang rapat, sementara tingkat ketiga menunjukkan pergeseran struktur. Material bangunan menggunakan batu andesit dengan variasi ukuran balok, antara lain berukuran 30 x 23 cm untuk balok pendek dan 62 x 23 cm untuk balok panjang. Meski sebagian besar struktur telah rusak, pola fondasi bertingkat mengindikasikan bentuk punden berundak yang umum ditemui pada candi Hindu di Jawa Timur.[3]

Letak candi di kawasan perbukitan menimbulkan dugaan mengenai fungsi tambahan sebagai benteng pertahanan. Secara keseluruhan, arsitektur Candi Ngabab menunjukkan kontinuitas tradisi pembangunan candi Hindu masa Singosari dengan teknik penyusunan batu yang memperhatikan aspek stabilitas dan estetika.[2]

Simbolisme Relief dan Ukiran pada Candi Ngabab

Meskipun makna spesifik relief dan ukiran di Candi Ngabab belum tercatat secara rinci dalam sumber-sumber yang ada, pola umum candi Hindu Jawa Timur dari periode Singosari dapat memberikan petunjuk. Struktur candi bertingkat seperti yang terdapat pada Candi Ngabab biasanya melambangkan Gunung Meru, pusat kosmos dalam kepercayaan Hindu, dengan tingkatan yang merepresentasikan dunia bawah, dunia manusia, dan alam dewata.[4]

Relief pada candi-candi sezaman umumnya menampilkan dewa-dewi, makhluk mitologis seperti kala-makara dan kinara-kinari, serta berbagai simbol yang berkaitan dengan waktu, kekuatan, dan perlindungan. Unsur-unsur ini berfungsi sebagai media penyampaian ajaran moral dan spiritual, sekaligus menegaskan peran candi sebagai tempat ritual yang menghubungkan manusia dengan alam transendental. Dengan mempertimbangkan kesamaan gaya arsitektur dan periode pembangunannya, dapat diduga bahwa relief Candi Ngabab mengandung konsep kosmologi Hindu dan nilai-nilai spiritual yang serupa dengan candi-candi Singosari lainnya di Jawa Timur.[4]

Referensi

  1. ↑ Novrian, Aditya. "Wisata Edukasi Desa Ngabab, Menjajal Kehidupan sebagai Petani di Kabupaten Malang - Radar Malang - Halaman 2". Wisata Edukasi Desa Ngabab, Menjajal Kehidupan sebagai Petani di Kabupaten Malang - Radar Malang - Halaman 2. Diakses tanggal 2025-06-19.
  2. 1 2 Ningsih, Widya Lestari (24 Juli 2023). "Sejarah Situs Watu Gilang di Malang". Kompas. Diakses tanggal 20 Juni 2025.
  3. ↑ "13 Candi di Malang Jawa Timur Beserta Penjelasannya - Sejarah Lengkap". Sejarah Lengkap (dalam bahasa American English). 2018-07-10. Diakses tanggal 2025-06-19.
  4. 1 2 "Candi Jawa Timur | PDF". Scribd. Diakses tanggal 2025-06-19.
Jawa
Banten
Ja-bar
Ja-teng
Ja-tim
Jogja (DIY)
60px-Candi_Indonesia_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-Borobudur-Nothwest-view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Main_shrine_of_Prambanan_temples.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Mendut_-_facade_north_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Pawon_-_facade_northwest_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-RA_3420014.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Sambisari_Panorama_%2829_December_2013%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Plaosan_Temple.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Singosari_B.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Besakih01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Muaro_Jambi_dengan_langit_biru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-007_Candi_Tua_from_East%2C_Main_Entrance_%2838244913275%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Prasasti-Yupa02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Offerplaats_bij_tempelcomplex_Lingsar_TMnr_60012478.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bali
Sumatera
Jambi
Sum-bar
Sum-sel
Sum-ut
Ba-bel
Riau
Kalimantan
Kal-bar
Kal-sel
Kal-tim
Nusa
Tenggara
NTB
NTT
Lihat pula: Candi Indonesia, *: Candi Buddha, Candi/kuil di luar Indonesia
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan