Senin, 19 Oktober 2026
02:04 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Candi Gatotkaca

Candi Gatotkaca

bangunan kuil di Indonesia

Bagikan:
Candi Gatotkaca
330px-Candi_Gatotkaca.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sisi depan (barat).
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Candi_Gatotkaca&revid=28630103&groups=_ee3bf603225b7270c4197797ff9face3cce129c8&parser=parsoid
Peta interaktif area Candi Gatotkaca
Informasi umum
Gaya arsitekturCandi Jawa Tengahan
KotaKabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
NegaraIndonesia
Selesai dibangun809

Candi Gatotkaca adalah salah satu candi Hindu yang berada di Dataran Tinggi Dieng, di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini terletak di sebelah barat Kompleks Percandian Arjuna, di tepi jalan ke arah Candi Bima, di seberang Museum Dieng Kailasa. Nama Gatotkaca sendiri diberikan oleh penduduk dengan mengambil nama tokoh wayang dari cerita Mahabarata.

Candi-candi ini merupakan Candi Hindu yang beraliran Syiwa, yang diperkirakan dibangun antara akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9, dan diduga sebagai candi tertua di Pulau Jawa.Sebelumnya kelompok candi ini terdiri dari Candi Setyaki, Nakula, Sadewa, Petruk, Nalagareng dan Gatotkaca Antawirya, tetapi sekarang hanya Candi Gatotkaca yang masih berdiri, dan dikelompokan dalam keadaan rusak, kemudian dipugar oleh kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (BPCB) Jawa Tengah pada Tahun 1979.[1]

Arsitektur

Dahulu kemungkinan terdapat beberapa bangunan Candi yang membentuk Kelompok Gatotkaca, yaitu Candi Gatotkaca, Candi Setyaki, Candi Nakula, Candi Sadewa, Candi Petruk, dan Candi Gareng.[2] Saat ini, selain Candi Gatotkaca, Candi Setyaki juga telah dipugar. Saat ini Candi Nakula-Sadewa telah runtuh dan batu-batunya diletakkan di dekan Candi Gatotkaca. Keberadaan Candi Nakula-Sadewa yang masih berdiri tegak terdokumentasikan oleh fotografer Isidore van Kinsbergen yang menngunjungi Dataran Tinggi Dieng pada tahun 1864. Bentuk arsitektur Candi Nakula-Sadewa mirip dengan arsitektur Candi Gatotkaca.

Candi Gatotkaca berdenah bujursangkar dengan pintu berada pada dinding sisi barat. Pada ketiga sisi dinding yang lain terdapat relung berhias kala-makara.

Letak Candi Gatotkaca

Candi Gatotkaca terletak di sebelah Barat Kompleks Percandian Arjuna, di tepi jalan ke arah Candi Bima, di seberang Museum Dieng Kailasa di Daratan Tinggi Dieng Banjarnegara. Jarak dari Kabupaten Wonosobo sampai candi Gatotkaca sekitar 27km atau +- 1 jam perjalanan . Alamat Candi Gatotkaca di Karangsari, Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah[3]

Rujukan

  1. ↑ Mertadiwangsa, S. Adisarwono (2013). Banjarnegara, Sejarah, dan Babadnya. Banjarnegara: Pemerintah Daerah Banjarnegara. hlm. 324. ISBN 978-602-991-8-32-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ http://candi.pnri.go.id/jawa_tengah_yogyakarta/dieng/dieng.htm[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ Sukmah, Fenti (28 Januari, 2023). "Candi Gatotkaca, Wisata Sejarah Dekat Museum Kailasa". https://www.nativeindonesia.com/candi-gatotkaca/. Diakses tanggal 1 Oktober 2023.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=; Tautan eksternal dalam |website=
Jawa
Bali
Sumatra
Kalimantan
Jawa
Banten
Ja-bar
Ja-teng
Ja-tim
Jogja (DIY)
60px-Candi_Indonesia_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-Borobudur-Nothwest-view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Main_shrine_of_Prambanan_temples.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Mendut_-_facade_north_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Pawon_-_facade_northwest_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-RA_3420014.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Sambisari_Panorama_%2829_December_2013%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Plaosan_Temple.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Singosari_B.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Besakih01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Muaro_Jambi_dengan_langit_biru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-007_Candi_Tua_from_East%2C_Main_Entrance_%2838244913275%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Prasasti-Yupa02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Offerplaats_bij_tempelcomplex_Lingsar_TMnr_60012478.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bali
Sumatera
Jambi
Sum-bar
Sum-sel
Sum-ut
Ba-bel
Riau
Kalimantan
Kal-bar
Kal-sel
Kal-tim
Nusa
Tenggara
NTB
NTT
Lihat pula: Candi Indonesia, *: Candi Buddha, Candi/kuil di luar Indonesia


Ikon rintisan

Artikel bertopik arkeologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan