Senin, 28 September 2026
09:55 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal
Candi Brahu

Candi Brahu

bangunan kuil di Indonesia

Candi Brahu
ꦕꦤ꧀ꦢꦶꦧꦿꦲꦸ
330px-Brahu_Temple_Trowulan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Candi Brahu, tersusun dari batu bata merah.
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Candi_Brahu&revid=28967236&groups=_c721963b4e0a3d315db420c0bee0f040d429bcf8&parser=parsoid
Peta interaktif area Candi Brahu
ꦕꦤ꧀ꦢꦶꦧꦿꦲꦸ
Informasi umum
Gaya arsitekturCandi Jawa Timur
Kotadekat Mojokerto, Jawa Timur
Negara Indonesia
Selesai dibangunabad ke-15
KlienMajapahit
Data teknis
Ukuran22,5m x 18 m

Candi Brahu merupakan salah satu candi yang terletak di dalam kawasan situs arkeologi Trowulan, bekas ibu kota Majapahit. Tepatnya, candi ini berada di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, atau sekitar dua kilometer ke arah utara dari jalan raya Mojokerto—Jombang.

Asal nama

Nama candi ini, yaitu 'brahu', diduga berasal dari kata wanaru atau warahu. Nama ini didapat dari sebutan sebuah bangunan suci yang disebut dalam Prasasti Alasantan. Prasasti tersebut ditemukan tak jauh dari Candi Brahu.[1]

Bangunan

Candi Brahu dibangun dengan batu bata merah, menghadap ke arah barat dan berukuran panjang sekitar 22,5 m, dengan lebar 18 m, dan berketinggian 20 meter.

Candi Brahu dibangun dengan gaya dan kultur Buddha. Diperkirakan, candi ini didirikan pada abad ke-14 Masehi meskipun masih terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini. Ada yang mengatakan[siapa?] bahwa candi ini berusia jauh lebih tua daripada candi-candi lain di sekitar Trowulan.

Fungsi sebagai krematorium

Dalam prasasti yang ditulis Mpu Sendok bertanggal 9 September 939 (861 Saka), Candi Brahu disebut merupakan tempat pembakaran (krematorium) jenazah raja-raja[butuh rujukan]. Akan tetapi, dalam penelitian tak ada satu pakar pun yang berhasil menemukan bekas abu mayat dalam bilik candi karena peninggalan peninggalan Bokor / tempat abu sudah dijarah. Hal ini diverifikasi setelah dilakukan pemugaran candi pada tahun 1990 hingga 1995.

Sekitar candi

Diduga di sekitar candi ini banyak terdapat candi-candi kecil. Sisa-sisanya yang sebagian sudah runtuh masih ada, seperti Candi Muteran, Candi Gedung, Candi Tengah, dan Candi Gentong. Saat penggalian dilakukan di sekitar candi banyak ditemukan benda benda kuno, semacam alat-alat upacara keagamaan dari logam, perhiasan dari emas, arca, dan lain-lainnya.[1]

Galeri

  • Perawatan Candi Brahu dari tumbuh-tumbuhan
    Perawatan Candi Brahu dari tumbuh-tumbuhan
  • Candi Brahu dari samping
    Candi Brahu dari samping
  • Taman di candi Brahu dengan semak berbentuk stupa
    Taman di candi Brahu dengan semak berbentuk stupa
  • Candi Brahu dilihat dari areal persawahan sekitarnya
    Candi Brahu dilihat dari areal persawahan sekitarnya
  • Areal candi Brahu
    Areal candi Brahu

Etnomatematika Candi Brahu

Oleh Hammond (2000) dalam jurnal Satya Wiyata Taman Siswa Yogyakarta [2] etnomatematika dapat diartikan adalah suatu studi yang mengaitkan aspek matematika dengan budaya, yang menangani studi komparatif matematika dari budaya manusia yang berbeda. Mengetahui matematika telah membentuk dan dibentuk oleh kelompok manusia dari berbagai nilai dan keyakinan.

Dalam Jurnal Penalaran dan Riset Matematika [3]yang membahas tentang Candi Brahu maka dapat digambarkan dari hasil penelitian Deka Anjariyah et al ,sebagai berikut :

  1. Candi ini memiliki struktur stupa dengan denah lingkaran pada bagian atap candi. Bentuk lingkaran ini mengandung konsep jari-jari, diameter dan keliling sebagaimana sebuah bangun lingkaran.
  2. Badan candi ini berbentuk persegi dengan ukuran 16m 2 berbentuk bangun datar persegi memiliki bilik yang ditandai oleh empat sisi sama panjang dan empat sudut siku-siku. Tampak bahwa telah adanya pemahaman masyarakat tentang simetris dan kesebangunan.
  3. Kaki candi berukuran 40 x 20 x 12 cm menyerupai bentuk balok dengan keenam sisinya berbentuk persegi panjang dan tiga pasang sisi sejajar.
  4. Kaki candi berbentuk segitig dan trapesium sebagai elemen struktural ataupun ornamen candi .

Sehingga diketahui bahwa unsur-unsur geometris seperti lingkaran, tabung, persegi, prisma segi empat, balok, hingga konsep simetri dan refleksi tercermin dalam struktur Candi Brahu. Dengan hasil ini maka tidak hanya memperlihatkan pemahaman masyarakat masa lalu terhadap bentuk dan proporsi, tetapi juga menunjukkan keterkaitan erat antara arsitektur tradisional dan konsep-konsep matematika formal.

Referensi

  1. 1 2 I G. Bagus Arnawa, Mengenal Peninggalan Majapahit di Daerah Trowulan
  2. ↑ "JOURNAL UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA". jurnal.ustjogja.ac.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-16.
  3. ↑ Anjariyah, Deka; Imanah, Ulil Nurul; Rahayu, Evi Kurnia; Susanto, Fran (2025-04-30). "ETNOMATEMATIKA: IDENTIFIKASI UNSUR MATEMATIS PADA CANDI BRAHU". Jurnal Penalaran dan Riset Matematika (dalam bahasa Inggris). 4 (1): 75–82. doi:10.62388/prisma.v4i1.564. ISSN 2962-4150.
Jawa
Banten
Ja-bar
Ja-teng
Ja-tim
Jogja (DIY)
60px-Candi_Indonesia_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-Borobudur-Nothwest-view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Main_shrine_of_Prambanan_temples.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Mendut_-_facade_north_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Pawon_-_facade_northwest_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-RA_3420014.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Sambisari_Panorama_%2829_December_2013%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Plaosan_Temple.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Singosari_B.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Besakih01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Muaro_Jambi_dengan_langit_biru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-007_Candi_Tua_from_East%2C_Main_Entrance_%2838244913275%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Prasasti-Yupa02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Offerplaats_bij_tempelcomplex_Lingsar_TMnr_60012478.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bali
Sumatera
Jambi
Sum-bar
Sum-sel
Sum-ut
Ba-bel
Riau
Kalimantan
Kal-bar
Kal-sel
Kal-tim
Nusa
Tenggara
NTB
NTT
Lihat pula: Candi Indonesia, *: Candi Buddha, Candi/kuil di luar Indonesia


Ikon rintisan

Artikel bertopik candi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan