Rabu, 21 Oktober 2026
02:52 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Candi Puntadewa

Candi Puntadewa

salah satu candi Hindu yang terletak dalam Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara

Bagikan:
Candi Puntadewa
330px-Bantu_Penanda_Candi_Puntadewa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batu Penanda Candi Puntadewa
osm-intl,16,-7.2053802,109.9069181,290x325.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Candi_Puntadewa&revid=28630205&groups=_bf5d1239b6248d372cf9428c754134e7e709b3e4&parser=parsoid
Informasi umum
Gaya arsitekturCandi Jawa Tengahan
KotaKabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
NegaraIndonesia
Koordinat7°12′19″S 109°54′25″E / 7.2053802°S 109.9069181°E / -7.2053802; 109.9069181
Selesai dibangun809
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Candi_Puntadewa&revid=28630205&groups=_ab57698e9acac3a790ad6afb256d7996001917d4&parser=parsoid
Peta interaktif Candi Puntadewa
40px-Logo_Direktorat_Pelestarian_Cagar_Budaya_dan_Permuseuman.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Cagar budaya IndonesiaPercandian Dieng
PeringkatNasional
KategoriKawasan
Lokasi
keberadaan
Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya

Candi Puntadewa adalah salah satu candi Hindu yang terletak dalam Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara. Bentuk Candi Puntadewa tidak lebar tetapi meninggi. Pembangunan Candi Puntadewa diperkirakan pada masa penyatuan Wangsa Sanjaya dengan Wangsa Syailendra.

Nama

Nama Candi Puntadewa berasal dari salah satu nama tokoh wayang.[1] Candi Puntadewa dinamai dari Puntadewa atau Yudisthira yang merupakan yang tertua dalam Pandawa.[2] Penamaan Candi Puntadewa dan candi-candi lain di Kompleks Candi Arjuna dilakukan pada awal abad ke-19 Masehi.[3]

Lokasi

Candi Puntadewa berada di dalam Kompleks Candi Arjuna yang memiliki lima candi. Nama candi lain yang sekompleks dengan Candi Puntadewa ialah Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, dan Candi Sembadra.[4] Posisi CAndi Puntadewa di Kompleks Candi Arjuna berada di bagian paling utara.[5] Lokasi Candi Puntadewa masuk dalam kawasan Dataran Tinggi Dieng.[6]

Arsitektur

Pembangunan

Candi Puntadewa termasuk dalam candi peninggalan umat Hindu.[7] Pembangunan Candi Puntadewa diperkirakan pada tahun 812-838 Masehi.[8]

Bentuk dan ukuran

Ukuran Candi Puntadewa adalah 7,6 × 11 × 11,9 meter.[9] Ketinggian batur pada Candi Puntadewa adalah 2,5 meter. Kondisi ini membuat Candi Puntadewa tampak kecil tetapi tinggi.[2] Bentuk asli dari atap Candi Puntadewa tidak diketahui karena kondisinya sudah hancur.[2]

Gaya arsitektur

Gaya arsitektur pada Candi Puntadewa lebih dominan menggunakan gaya arsitektur lokal. Penandanya ialah pemakaian batur yang pendek dan penonjolan relung arca.[8] Candi Puntadewa memiliki kala yang seni bangunan berasal dari periode tahun 812-838 Masehi dan disebut Seni Bangunan Kesatuan.[9] Penamaan ini berasal dari persatuan antara Wangsa Sanjaya dengan Wangsa Syailendra. Sehingga seni yang dihasilkan merupakan perpaduan antara gaya arsitektur Jawa Timur dan luar Jawa.[10]

Pelestarian

Kondisi Candi Puntadewa masih dalam keadaan kokoh.[11] Pengelolaan Candi Puntadewa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. [12] Candi Puntadewa telah menjadi salah satu cagar budaya di Kabupaten Banjarnegara.[13]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Sutopo, dkk. 2021, hlm. 39.
  2. 1 2 3 Sutopo, dkk. 2021, hlm. 226.
  3. ↑ Istari, T.M. Rita (2015). Sulistyanto, Bambang (ed.). Ragam Hias Candi-Candi di Jawa: Motif dan Maknanya (PDF). Yogyakarta: Kepel Press. hlm. 65. ISBN 978-602-1228-99-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Sutopo, dkk. 2021, hlm. 214.
  5. ↑ Kompleks Candi Arjuna 2021, hlm. 223-226. sfn error: tanpa target: CITEREFKompleks_Candi_Arjuna2021 (bantuan)
  6. ↑ Andrie, dkk. 2014, hlm. 24.
  7. ↑ Sutopo, dkk. 2021, hlm. 27.
  8. 1 2 Sutopo, dkk. 2021, hlm. 230.
  9. 1 2 Andrie, dkk. 2014, hlm. 25.
  10. ↑ Sedyawati, E., dkk. (2013). Candi Indonesia Seri Jawa (PDF). Diterjemahkan oleh Indrasari, D. A., dan Sasono, A. S. S. Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 70. ISBN 978-602-17669-3-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ Setyowati dan Hardati 2009, hlm. 8.
  12. ↑ Setyowati dan Hardati 2009, hlm. 91.
  13. ↑ Sutopo, dkk. 2021, hlm. 33.

Daftar pustaka

  • Andrie P., W., dkk. (2014). "Pesona Candi di Tengah Misteri Dieng". Indonesia dalam Infografik. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-979-709-841-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Setyowati dan Hardati (2009). Mustofa, Ahmad (ed.). Fenomena Dataran Tinggi Dieng (PDF). Yogyakarta: Grafindo Litera Media.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Sutopo, M., dkk. (2021). Yuliyanti, D., dkk. (ed.). Bawanan Winasis Dieng (PDF). Direktorat Pelindungan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ISBN 978-979-8250-82-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Jawa
Banten
Ja-bar
Ja-teng
Ja-tim
Jogja (DIY)
60px-Candi_Indonesia_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-Borobudur-Nothwest-view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Main_shrine_of_Prambanan_temples.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Mendut_-_facade_north_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Pawon_-_facade_northwest_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-RA_3420014.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Sambisari_Panorama_%2829_December_2013%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Plaosan_Temple.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Singosari_B.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Besakih01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Muaro_Jambi_dengan_langit_biru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-007_Candi_Tua_from_East%2C_Main_Entrance_%2838244913275%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Prasasti-Yupa02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Offerplaats_bij_tempelcomplex_Lingsar_TMnr_60012478.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bali
Sumatera
Jambi
Sum-bar
Sum-sel
Sum-ut
Ba-bel
Riau
Kalimantan
Kal-bar
Kal-sel
Kal-tim
Nusa
Tenggara
NTB
NTT
Lihat pula: Candi Indonesia, *: Candi Buddha, Candi/kuil di luar Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan