Sabtu, 03 Oktober 2026
02:27 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Anawrahta

Anawrahta

penguasa pertama dinasti Bagan, Myanmar

Bagikan:
Anawrahta
အနော်ရထာ
250px-Anawrahta_at_National_museum.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Anawrahta di luar Museum Nasional Myanmar, Yangon
Raja Burma Pagan
Berkuasa11 Agustus 1044– 11 April 1077
Penobatan16 Desember 1044
tanggal 8 akhir bulan Pyatho, 406 ME
PendahuluSokkate
PenerusSawlu
AyahKunhsaw Kyaunghpyu
IbuMyauk Pyinthe
PermaisuriPyinsa Kalayani
Agga Mahethi
Saw Mon Hla
Manisanda
KeturunanSawlu
Kyansittha
Nama lengkap
Min Saw
Maha Yaza Thiri Aniruddha Dewa
Mahārājā Sīri Aniruddha Deva
WangsaPagan
AgamaBuddhisme Theravāda (berganti agama dari Buddhisme Ari)
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Anawrahta Minsaw (bahasa Burma:အနော်ရထာ; IPA: [ənɔ̀ja̰tʰa]; berkuasa 1044-1078), juga dieja Aniruddha atau Anoarahtâ atau Anoa-ra-htá-soa, adalah penguasa Kerajaan Pagan dan penguasa pertama Burma yang bersatu. Anawrahta mengubah Pagan dari yang semula hanya sebuah wilayah kering di kawasan Burma Atas (hulu) menjadi kekaisaran bersatu pertama di Burma yang membentuk basis Burma (Myanmar) modern. Karena upayanya inilah ia juga termasuk bapak bangsa Burma. Sejarah Burma yang dapat diverifikasi kebenarannya juga bermula dari dirinya naik takhta Pagan pada tahun 1044.

Ayahnya adalah Kunhsaw Kyaunghpyu, yang merebut takhta Pagan dari Nyaung-u Sawrahan. Anawrahta menyatukan seluruh kawasan lembah Irrawaddy pertama kali dalam sejarah, dan menempatkan banyak wilayah sekelilingnya seperti Negara-negara Shan dan Arakan (Rakhine) di bawah kekuasaan Pagan. Sang Raja juga berhasil menghentikan pengaruh Kerajaan Khmer di pesisir Tenasserim sampai lembah Menam Hulu, membuat Pagan menjadi satu dari dua kerajaan besar di Daratan Asia Tenggara.

Sebagai seorang pemimpin disiplin yang tegas, Raja Anawrahta menjadi bagian dari kunci reformasi sosial, keagamaan, dan ekonomi yang akan berdampak pada kelanjutan sejarah Burma. Reformasi sosial-keagamaan pada akhirnya berkembang sampai menjadi budaya Burma sekarang. Dengan membangun serangkaian bendungan, Sang Raja mengubah lahan kering dan tandus yang ada di sekitar Pagan menjadi lumbung padi utama Burma Atas, menjadikan Burma Atas basis ekonomi berkelanjutan untuk mendominasi lembah Irrawaddy dan sekelilingnya pada abad-abad berikutnya. Sang Raja juga mewariskan sistem pengelolaan pemerintahan yang kuat dan terus dipertahankan oleh para raja Pagan setelahnya sampai keruntuhan dinasti pada tahun 1287. Keberhasilan dan lamanya kekuasaan Pagan atas lembah Irrawaddy meletakkan lembaran dasar bagi kebangkitan bahasa dan budaya Burma, serta penyebaran suku Burma di Burma Atas.

Warisan Anawrahta jauh melampaui Burma hingga keluar kerajaan. Penerimaannya terhadap ajaran Buddha Theravāda berhasil menghentikan pengaruh Mahāyāna Kerajaan Khmer, mendukung penyebaran aliran tersebut, yang sebelumnya sempat mengalami kemunduran di tempat lain baik di Asia Selatan maupun Tenggara. Keberhasilan perkembangan Buddha Theravāda dari Pagan memungkinkan ajaran tersebut menyebar hingga ke Lanna (Thailand utara), Siam (Thailand tengah), Lan Xang (Laos), dan Kerajaan Khmer (Kamboja) pada abad ke-13 dan 14.

Anawrahta juga menjadi salah satu raja terkenal dalam sejarah Burma. Legenda kisah hidupnya menjadi bagian penting dari cerita rakyat Burma dan disampaikan lagi dalam sastra dan pertunjukan panggung populer.

Referensi

Didahului oleh:
Sokkate
Penguasa Pagan
1044-1078
Diteruskan oleh:
Sawlu
Asia
selain Timur Tengah
Eropa
Timur Tengah
dan Afrika
Di Amerika
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan