Selasa, 22 September 2026
13:41 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Pompeius

Pompeius

Jenderal dan Negarawan Romawi

Artikel ini bukan mengenai Pompei.
Gnaeus Pompeius Magnus
250px-PompeoMagno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Pompeius
Lahir29 September 106 SM
Meninggal28 September 48 SM (berusia 57)
PekerjaanPolitikus dan komandan militer
Pasangan menikahAntistia
Aemilia Scaura
Mucia Tertia
Julia
Cornelia Metella

Pompeius Magnus, atau lebih dikenal sebagai Pompeius yang Agung (bahasa Latin: Gnaeus Pompeius Magnus; 29 September 106 SM – 28 September 48 SM), adalah seorang jenderal dan negarawan Romawi yang memainkan peran penting dalam transisi dari Republik Romawi ke Kekaisaran Romawi. Karier militernya yang gemilang dan pengaruh politiknya yang signifikan menjadikannya salah satu tokoh paling terkenal dalam sejarah Romawi. Dia adalah anggota dari Triumvirat Pertama bersama Julius Caesar dan Marcus Licinius Crassus.

Kehidupan Awal dan Keluarga

Pompeius lahir di Picenum, sebuah wilayah di Italia tengah, pada tanggal 29 September 106 SM. Dia adalah putra dari Gnaeus Pompeius Strabo, seorang jenderal Romawi yang memiliki pengaruh politik yang signifikan. Keluarganya berasal dari kelas equestrian, bukan patrician, tetapi Strabo berhasil mengamankan posisi yang kuat di kalangan elite Romawi. Pompeius muda mendapatkan pendidikan yang baik dan sejak dini menunjukkan bakat dalam bidang militer.

Karier Militer

Kampanye Awal

Pompeius pertama kali terlibat dalam urusan militer pada usia 17 tahun, ketika dia ikut serta dalam kampanye militer ayahnya melawan sekutu-sekutu Romawi selama Perang Sosial (91–88 SM). Setelah kematian ayahnya pada 87 SM, Pompeius kembali ke tanah miliknya di Picenum dan mengorganisasi pasukan pribadi, sebuah langkah yang menunjukkan ambisinya sejak awal.

Perang Sertorius

Pompeius mendapatkan ketenaran pertama dalam perang melawan Sertorius, seorang jenderal yang memberontak di Hispania (Spanyol modern) pada tahun 76 SM. Sertorius adalah pemimpin gerakan yang melawan kekuasaan Romawi dan mendirikan pemerintahan tandingan di Spanyol. Pompeius ditugaskan oleh Senat untuk memadamkan pemberontakan ini. Meskipun Sertorius adalah lawan yang tangguh, Pompeius berhasil mengalahkan pasukan Sertorius setelah bertahun-tahun pertempuran sengit, dan akhirnya menghancurkan pemberontakan tersebut pada tahun 72 SM.

Perang Melawan Bajak Laut

Pada 67 SM, Pompeius diberi komando imperium luar biasa (imperium maius) untuk mengatasi ancaman bajak laut yang mengganggu perdagangan Romawi di seluruh Laut Tengah. Dalam waktu hanya beberapa bulan, Pompeius berhasil menumpas bajak laut ini dan memulihkan keamanan di wilayah tersebut, sebuah pencapaian yang meningkatkan reputasinya sebagai jenderal yang cakap dan efisien.

Perang Mithridates

Setelah keberhasilannya melawan bajak laut, Pompeius ditugaskan untuk memimpin perang melawan Mithridates VI dari Pontus, yang telah menjadi musuh utama Romawi di Asia Kecil. Dalam kampanye ini, Pompeius tidak hanya berhasil mengalahkan Mithridates tetapi juga memperluas wilayah kekuasaan Romawi dengan menaklukkan sejumlah kerajaan di Asia Kecil dan Timur Dekat, termasuk Suriah dan Yudea. Pada tahun 63 SM, Pompeius menaklukkan Yerusalem dan mendirikan provinsi Romawi di Yudea.

Karier Politik

Triumvirat Pertama

Pompeius kembali ke Roma sebagai pahlawan pada tahun 62 SM dan berharap untuk mendapatkan pengakuan politik setara dengan keberhasilan militernya. Namun, Senat enggan memberikan konsesi yang diinginkan oleh Pompeius, termasuk pengesahan tindakan-tindakannya di Timur dan alokasi tanah bagi veteran-veterannya. Akibatnya, Pompeius bersekutu dengan Marcus Licinius Crassus, seorang kaya raya Romawi, dan Julius Caesar, seorang politikus yang sedang naik daun. Pada tahun 60 SM, ketiganya membentuk Triumvirat Pertama, sebuah aliansi politik yang menguasai Roma.

Konsul Pertama dan Kedua

Pompeius menjabat sebagai konsul pertama kali pada tahun 70 SM bersama Crassus, di mana ia melakukan sejumlah reformasi penting, termasuk memulihkan hak-hak tribune rakyat yang sebelumnya dicabut oleh Sulla. Konsulat kedua Pompeius terjadi pada tahun 55 SM, kali ini juga bersama Crassus, sebagai hasil dari perjanjian dalam Triumvirat. Namun, perbedaan kepentingan di antara para anggota Triumvirat mulai memicu ketegangan.

Ketegangan dengan Caesar

Setelah kematian Crassus pada tahun 53 SM dalam ekspedisi militer di Timur, hubungan antara Pompeius dan Caesar semakin memburuk. Pompeius merasa terancam oleh popularitas dan kekuatan militer Caesar yang terus meningkat. Pada tahun 52 SM, Pompeius diangkat sebagai konsul tunggal oleh Senat untuk mengendalikan situasi politik yang semakin tidak stabil di Roma. Pada saat ini, Pompeius beralih dari sekutu menjadi musuh Caesar, bekerja sama dengan Senat untuk membatasi kekuasaan Caesar.

Perang Saudara dan Kematian

Ketegangan antara Pompeius dan Caesar memuncak ketika Caesar menyeberangi Sungai Rubicon pada tahun 49 SM, memulai Perang Saudara Romawi. Pompeius, yang memihak Senat, memimpin pasukan optimates melawan Caesar. Namun, Pompeius mengalami serangkaian kekalahan, termasuk yang paling signifikan dalam Pertempuran Farsalos pada tahun 48 SM, di mana pasukannya dihancurkan oleh Caesar.

Setelah kekalahan ini, Pompeius melarikan diri ke Mesir, berharap mendapatkan suaka dari Firaun Ptolemaios XIII. Namun, atas perintah Ptolemaios, Pompeius dibunuh pada tanggal 28 September 48 SM saat mendarat di pantai Mesir. Kepalanya dipotong dan diserahkan kepada Caesar sebagai tanda penghormatan. Kematian Pompeius menandai berakhirnya perjuangannya melawan Caesar, yang kemudian menjadi penguasa tunggal Romawi.

Pranala luar

Asia
selain Timur Tengah
Eropa
Timur Tengah
dan Afrika
Di Amerika
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan