Jumat, 02 Oktober 2026
05:03 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Naresuan

Naresuan

Bagikan:
Naresuan Agung
นเรศวร
Raja Ayutthaya
250px-KingNU.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Raja Naresuan menuangkan air ke tanah, melambangkan pernyataan merdeka dari Dinasti Toungoo Burma, di Universitas Naresuan
Berkuasa1 Juli 1590–25 April 1605
PendahuluMaha Thammarachathirat (Sanphet I)
PenerusEkathotsarot (Sanphet III)
LahirNaret
1555/1556
Istana Chan, Phitsanulok, Kerajaan Sukhothai
Meninggal25 April 1605
Senin, tanggal 8 bulan keenam Siam (Vaisakha)
Lanna
AyahMaha Thammarachathirat (Sanphet I)
IbuRatu Wisut Kasattri
PermaisuriMani Rattana
Ek Kasattri
Yodaya Mibaya
Nama lengkap
Yang Mulia Raja Naresuan Yang Agung
Nama takhta
Somdej Boromabatbongkot Laksana Akaburisodboromnhonra Chaofah Naret Chetthathibodi
WangsaDinasti Sukhothai

Naresuan (1555 - 25 April 1605), kadang-kadang juga dijuluki Naret atau Pangeran Hitam atau Sanphet II(bahasa Thai:สมเด็จพระนเรศวรมหาราช) adalah raja Ayutthaya dan merupakan raja ke-2 dari Dinasti Sukhothai. Sang Raja memerintah dari tahun 1590 hingga kematiannya pada tahun 1605, juga penguasa Lanna dari tahun 1602 hingga kematiannya. Selama era kekuasaannya, Ayutthaya memiliki wilayah teritori terluas dalam sejarahnya.

Raja Naresuan merupakan salah satu raja yang paling dihormati di Thailand karena Sang Raja dikenal dengan upayanya membebaskan Kerajaan Ayutthaya dari Dinasti Toungoo. Selama masa pemerintahannya, terjadi banyak peperangan melawan Dinasti Toungoo dari Burma. Raja Naresuan juga menyambut kedatangan Belanda.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Naresuan.
Asia
selain Timur Tengah
Eropa
Timur Tengah
dan Afrika
Di Amerika
Ikon rintisan

Artikel bertopik politikus ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan