Minggu, 20 September 2026
23:50 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Marcus Licinius Crassus

Marcus Licinius Crassus

Jenderal dan Politisi Romawi

Marcus Licinius Crassus
250px-Bust_of_an_unknown_citizen_in_the_realist_republican_tradition_%28Louvre_MR_510%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung kepala Marcus Licinius Crassus dari Louvre, Paris.
Gubernur Suriah Romawi
Masa jabatan
54 SM –53 SM
PendahuluAulus Gabinius
PenggantiGaius Cassius Longinus
Konsul Republik Romawi
Masa jabatan
55 SM –54 SM
MenjabatbersamaPomeius Agung
PendahuluGnaeus Cornelius Lentulus Marcellinus dan Lucius Marcius Philippus
PenggantiAppius Claudius Pulcher dan Lucius Domitius Ahenobarbus
Konsul Republik Romawi
Masa jabatan
70 SM –69 SM
MenjabatbersamaPompeius Agung
PendahuluPublius Cornelius Lentulus Sura dan Gnaeus Aufidius Orestes
PenggantiQuintus Caecilius Metellus Creticus dan Quintus Hortensius
Informasi pribadi
Lahir115 SM
Meninggal53 SM (usia 62 tahun)
Suami/istriTertulla
AnakMarcus Licinius Crassus, Publius Licinius Crassus

Marcus Licinius Crassus (115 SM – 53 SM) adalah seorang jenderal dan politikus Romawi yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling kaya dan berpengaruh pada masa Republik Romawi akhir. Ia adalah anggota Triumvirat Pertama bersama Julius Caesar dan Pompeius Magnus. Crassus terkenal karena keterampilannya dalam dunia politik dan militer, tetapi terutama karena kekayaannya yang luar biasa, yang membuatnya menjadi salah satu orang terkaya sepanjang sejarah. Ia juga terlibat dalam sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Romawi, termasuk penumpasan pemberontakan Spartacus dan ekspedisinya yang gagal ke Parthia.

Latar Belakang Keluarga

Marcus Licinius Crassus berasal dari keluarga patrician Romawi yang berpengaruh. Ayahnya, Publius Licinius Crassus, adalah seorang konsul dan sensor yang dihormati. Keluarga Crassus memiliki sejarah panjang dalam politik Romawi, dengan beberapa anggotanya menjabat posisi penting dalam pemerintahan. Meskipun lahir dari keluarga bangsawan, Crassus mengalami kemunduran dalam karier keluarganya setelah kekalahan ayahnya dalam Perang Sosial (91–88 SM) dan pengambilalihan harta keluarganya oleh faksi Marius selama Perang Saudara Romawi.

Kebangkitan Kekayaan dan Pengaruh

Crassus dikenal karena kemampuannya dalam mendapatkan kembali kekayaannya yang hilang dan mengumpulkan kekayaan yang jauh melampaui apa yang pernah dimiliki keluarganya. Setelah kekalahan faksi Marius oleh Sulla, Crassus mulai memperkaya dirinya dengan membeli properti dari warga yang menjadi korban proskripsi Sulla dengan harga sangat murah. Ia juga mengembangkan sistem pemadaman kebakaran pribadi di Roma, di mana ia membeli bangunan yang terbakar atau berisiko terbakar dengan harga rendah, lalu memperbaikinya untuk keuntungan besar.

Selain investasi real estat, Crassus memiliki sejumlah tambang perak dan tanah pertanian, serta memiliki banyak budak terlatih yang mengelola berbagai bisnisnya. Kekayaannya memungkinkan Crassus untuk memperoleh pengaruh besar di kalangan elite Romawi dan meningkatkan posisinya dalam politik.

Karier Militer dan Pemberontakan Spartacus

Pada 72 SM, ketika pemberontakan budak yang dipimpin oleh Spartacus mengancam keamanan Romawi, Crassus ditunjuk sebagai komandan tentara untuk menumpas pemberontakan tersebut. Sebelumnya, banyak jenderal Romawi yang gagal menghentikan Spartacus dan pasukannya, yang telah menghancurkan sejumlah legiun Romawi.

Crassus mengadopsi taktik yang keras dalam melawan Spartacus, termasuk menggunakan metode decimatio, di mana setiap sepuluh tentara yang melarikan diri dihukum mati oleh rekan-rekannya. Pendekatan brutal ini berhasil memulihkan disiplin dan semangat di kalangan pasukannya. Pada 71 SM, Crassus berhasil mengalahkan Spartacus di Pertempuran Sungai Silarus, dan sisa pasukan pemberontak dihukum mati dengan penyaliban di sepanjang Via Appia, sebagai peringatan bagi siapa pun yang berpikir untuk memberontak melawan Romawi.

Triumvirat Pertama

Pada 60 SM, Crassus bergabung dengan Julius Caesar dan Pompeius Magnus dalam membentuk aliansi politik informal yang dikenal sebagai Triumvirat Pertama. Aliansi ini bertujuan untuk mengonsolidasikan kekuasaan mereka dalam menghadapi oposisi dari Senat. Crassus mendukung Caesar dengan kekayaannya yang besar, yang membantu Caesar mendanai kampanye politiknya dan meningkatkan popularitasnya di kalangan rakyat Roma.

Triumvirat ini berhasil mempertahankan pengaruhnya dalam politik Romawi selama beberapa tahun. Namun, hubungan antara Crassus dan Pompeius sering kali tegang, terutama karena persaingan untuk kekuasaan dan status.

Kekalahan di Parthia dan Kematian

Pada tahun 55 SM, Crassus diangkat sebagai gubernur Suriah, sebuah provinsi yang strategis karena berbatasan dengan Kekaisaran Parthia, salah satu musuh utama Roma di timur. Crassus melihat kesempatan untuk meraih kejayaan militer dengan menaklukkan Parthia, yang akan memberinya status setara dengan Caesar dan Pompeius, yang telah meraih kemenangan besar di Galia dan Timur Tengah.

Namun, ekspedisi Crassus ke Parthia pada tahun 53 SM berakhir dengan bencana. Di Pertempuran Carrhae, pasukan Romawi yang dipimpinnya mengalami kekalahan telak oleh tentara Parthia yang dipimpin oleh jenderal Surena. Crassus sendiri ditangkap dan dibunuh, dengan beberapa catatan menyatakan bahwa ia dipermalukan dengan dituangkan emas cair ke dalam mulutnya sebagai simbol dari keserakahannya yang terkenal.

Referensi

  • Plutarch, Lives, "Life of Crassus."
  • Appian, Roman History, "Civil Wars."
  • Mommsen, Theodor. History of Rome.
  • Southern, Pat. The Roman Empire from Severus to Constantine.
  • Matyszak, Philip. Chronicle of the Roman Republic: The Rulers of Ancient Rome from Romulus to Augustus.

Catatan kaki

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Marcus Licinius Crassus.
  • Crassus entry in historical sourcebook by Mahlon H. Smith
Jabatan politik
Didahului oleh:
Publius Cornelius Lentulus Sura dan Gnaeus Aufidius Orestes
Konsul Republik Romawi
bersama Gnaeus Pompeius Magnus
70 SM
Diteruskan oleh:
Quintus Caecilius Metellus Creticus dan Quintus Hortensius
Didahului oleh:
Gnaeus Cornelius Lentulus Marcellinus dan Lucius Marcius Philippus
Konsul Republik Romawi
bersama Gnaeus Pompeius Magnus
55 SM
Diteruskan oleh:
Appius Claudius Pulcher dan Lucius Domitius Ahenobarbus
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan