Senin, 21 September 2026
17:49 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Jalan Appia

Jalan Appia

Warisan Dunia di Italia

500px-Via_Appia_map.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalur Via Appia dan Via Appia Traiana.

Jalan Appia (Jalan Apius; bahasa Latin dan bahasa Italia: Via Appia) adalah salah satu jalan Romawi yang paling tua dan secara strategis yang paling penting republik. Jalan ini menghubungkan Roma dengan Brindisi, Apulia, di Italia tenggara. Statius menyebut jalan ini sebagai "ratu jalan panjang" (Latin: regina viarum).[1][2] Nama jalan ini diambil dari Appius Claudius Caecus, censor Romawi yang memulai dan menyelesaikan bagian pertama dari jalan ini sebagai jalan militer ke selatan pada tahun 312 SM dalam Perang Samnium.

Pembangunan jalan

Bagian utama Jalan Appia mulai dibangun dan diselesaikan pada tahun 312 SM.

Jalanannya dimulai dengan jalan tanah yang diratakan, kemudian di atasnya diberi batu-batu kecil dan besar. Di atas batu-batu itu diberi lapisan gravel, akhirnya ditambah lapisan penutup, batu-batu yang terkait satu sama lain untuk membentuk permukaan datar. Sejumlah batu itu sangat bagus kaitannya sehingga dikatakan tidak bisa disisipi sebilah pisau pada sambungannya. Jalanan itu diberi lubang di tengah untuk saluran air dan di kedua sisinya diberi selokan serta tembok penahan.

Antara Roma dan Danau Albano

250px-Roma_Appia_Antica_-_Circo_di_Massenzio_Torri.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Circus Maxentius pada Jalan Appia.

Jalan ini dimulai di Forum Romanum, melewati "Servian Wall" pada gerbang "porta Capena", selanjutnya melintasi potongan pada clivus Martis, menuju ke luar kota. Untuk bagian jalan ini, para pembuat menggunakan Jalan Latina (via Latina). Pembangunan tembok "Aurelian Wall" berabad-abad kemudian membutuhkan pendirian gerbang lain, "Porta Appia". Di luar kota Roma, Jalan Appia melewati daerah pinggiran yang makmur, jalur kuno ke pegunungan Alban, di mana terletak Norba. Jalanan ini pada waktu itu merupakan suatu via glarea, "jalan dari bahan gravel". Orang Romawi membangun jalan dengan kualitas bagus, berlapis-lapis batu bersemen di atas lapisan batu-batu kecil, diberi lubang air di tengah, selokan di kedua sisi, batu penahan pada bagian yang menurun, dan jalur tanah untuk pejalan kaki. Jalan Appia diyakini merupakan jalan buatan Romawi pertama yang menggunakan semen lime. Materinya adalah batu vulkanik. Permukaan jalan dikatakan sangat mulus sehingga tidak terlihat sambungan-sambungannya. Bagian jalan di kota Roma masih ada dan dihiasi dengan banyak monumen dari berbagai zaman, meskipun semennya sudah aus dan tererosi dari sambungan-sambungan, meninggalkan permukaan yang sangat kasar.

Melintasi rawa-rawa

Jalan ini dibuat lurus menembus pegunungan Alban dengan potongan dan penimbunan. Gradien jalan cukup tajam. Kemudian memasuki bekas rawa-rawa Pontine. Jalan penghubung di atas air dari batu sepanjang kira-kira 19 mil (31 km) melintasi kubangan-kubangan air yang tidak bergerak dan berbau busuk, terhalang dari laut oleh bukit-bukit pasir. Appius Claudius berencana untuk mengeringkan rawa-rawa itu, meneruskan upaya-upaya sebelumnya, tetapi ia gagal. Jalan penghubung dan jembatan-jembatan terus menerus membutuhkan perawatan. Tidak ada orang yang suka melintasi rawa-rawa. Pada tahun 162 SM, Marcus Cornelius Cathegus memerintahkan pembangunan terusan di sepanjang jalan untuk mengurangi trafik dan menyediakan jalur alternatif jika jalan utama diperbaiki. Orang Romawi lebih suka menggunakan terusan ini.

250px-Roma_Appia_Antica_-_mausoleo_Cecilia_Metella.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mausoleum Caecilia Metella dan castrum Caetani.

Sepanjang pantai

Jalan Appia mengambil jalur pantai pada kota Tarracina. Namun, orang Romawi meluruskan jalan itu dengan potongan yang membentuk tebing-tebing sampai sekarang. Dari sana jalan itu berbelok ke utara ke arah Capua, yang pernah merupakan titik akhir pada awal pembangunannya. Caudine Forks terletak tidak jauh di utara. Jadwal perjalanan umum dari utara ke selatan adalah:

Sejumlah tempat ini merupakan koloni-koloni yang ditambahkan setelah Perang Samnit. Panjang jalan adalah 132 mil (212 km). Asalnya jalan ini tidak mempunyai batu penanda jarak, karena belum pernah digunakan. Beberapa penanda jarak yang masih terlestarikan dibuat di kemudian hari, termasuk batu jarak pertama dekat porta Appia. Rasul Paulus dan rombongannya melewati jalan ini dalam perjalanannya ke Roma yang dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul (Kisah Para Rasul 28:15) dalam Alkitab Kristen.

Foto

  • Bekas Jalan Appia di Roma, dekat Quarto Miglio
    Bekas Jalan Appia di Roma, dekat Quarto Miglio
  • Bekas Jalan Appia di dekat kota Roma.
    Bekas Jalan Appia di dekat kota Roma.

Lihat pula

Referensi

  1. Silvae, 2.2
  2. Povoledo, Elisabetta (April 5, 2008). "Past Catches Up With the Queen of Roads". New York Times. Diakses tanggal 2008-04-05. In ancient times the Appian Way, which links Rome to the southern city of Brindisi, was known as the regina viarum, the queen of the roads. But these days its crown appears to be tarnished by chronic traffic congestion, vandalism and, some of its guardians grumble, illegal development.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Via Appia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan