Minggu, 25 Oktober 2026
20:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Swarocisa Manu

Bagikan:

Swarocisa Manu (Sanskerta: स्वारोचिष मनु; Svārociṣa manu) adalah pemimpin manwantara kedua menurut kepercayaan Hindu, pengganti Swayambu Manu. Ia dikenal pula dengan nama Dyutimana, karena konon saat ia lahir, tubuhnya memancarkan cahaya menyilaukan.

Menurut kitab Markandeyapurana, ayah Swarocisa Manu adalah Swarocah, seorang keturunan bidadari, putra Warutini dan Kali, sedangkan ibunya adalah kijang penghuni hutan yang berubah menjadi seorang wanita cantik. Saat Swarocisa Manu lahir, para penghuni kahyangan menyambutnya dengan sukacita. Para dewa menyanyi dan memainkan alat musik, sedangkan para gandarwa dan apsara menari-nari. Empat gajah dari empat penjuru menyirami tubuhnya dengan air. Para resi menaburkan bunga surgawi ke tubuhnya. Empat arah mata angin menjadi bersinar karena energi yang dipancarkan oleh anak tersebut.

Setelah Swarocah jenuh dengan kegiatan duniawi, ia memutuskan untuk pergi bermeditasi di tengah hutan bersama para istrinya. Swarocisa ditakdirkan untuk menjadi Manu, yaitu pemimpin manwantara pada saat itu. Para dewa pada manwantara itu adalah para Tusita. Menurut kitab Markandeyapurana, yang bergelar Indra pada saat itu adalah Wipascita, dan tujuh resi agung adalah Urja, Stamba, Prana, Datoli, Resaba, Niscara, dan Arwariwana. Sedangkan, menurut kitab Matsyapurana, para resi agung pada manwantara itu adalah Datoli, Cyawana, Stamba, Prana, Kasyapa, Urwa, dan Wrehaspati.

Lihat pula

Didahului oleh:
Swayambu Manu
Manu ke-2
Manwantara II
Diteruskan oleh:
Utama Manu
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan