Rabu, 28 Oktober 2026
00:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Warutini

Bagikan:

Warutini adalah nama seorang bidadari dalam mitologi Hindu. Ia merupakan ibu Swarocah, ayah Swarocisa Manu. Warutini tinggal di wilayah pegunungan Himalaya. Warutini dilamar oleh seorang bidadara bernama Kali, tetapi ia menolak. Pada suatu hari, seorang brahmana pergi menjelajah pegunungan Himalaya. Konon ketampanannya mengalahkan ketampanan dewa Aswin sehingga Warutini jatuh cinta kepadanya. Warutini ingin menikahinya, tetapi brahmana tersebut ingin segera pulang ke rumahnya sebelum senja tiba. Dengan meminta bantuan kepada dewa Agni, brahmana tersebut pergi dari gunung Himalaya dalam waktu sekejap.

Setelah ditinggal oleh brahmana tersebut, Warutini larut dalam kesedihan hingga tubuhnya menjadi kurus dan tak bertenaga. Dengan memanfaatkan keadaan tersebut, Kali mengubah wujudnya menjadi brahmana yang dicintai oleh Warutini. Dalam wujud tersebut, Kali mendatangi Warutini. Warutini merasa amat senang, dan ia tidak tahu bahwa brahmana yang mendatanginya adalah Kali yang berubah wujud. Kemudian mereka menikah dan hidup bahagia di gunung Himalaya. Mereka dikaruniai seorang putra yang diberi nama Swarocah. Tidak lama setelah Swarocah lahir, Kali meninggal. Warutini menjadi orang tua tunggal dan membesarkan Swarocah, hingga anak tersebut mahir dalam bidang sastra dan peperangan. Di kemudian hari, Swarocah menjadi ayah Dyutimana, yang bergelar Swarocisa Manu.

Lihat pula


Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan