Selasa, 22 September 2026
21:20 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Sakti (resi)

Sakti
शक्ति
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaSakti
Ejaan Dewanagariशक्ति
Ejaan IASTŚakti
Nama lainSaktri
Kitab referensiMahabharata, Purana
Kastabrahmana
AyahWasista
IbuArundati
IstriAdrusyanti[1]
AnakParasara

Sakti (Dewanagari: शक्ति; ,IAST: Śakti, शक्ति) atau Saktri (Dewanagari: शक्त्रि; ,IAST: Śaktri, शक्त्रि), dalam legenda dan cerita rakyat Hindu, adalah nama seorang resi (orang suci atau orang bijaksana). Ia merupakan putra Resi Wasista dan Arundati. Ia merupakan ayah Bagawan Parasara, yang kisahnya termuat dalam kita Hindu Mahabharata.

Kitab Mahabharata yang tersusun dari banyak cerita berbingkai memuat suatu legenda tentang Resi Sakti.[2] Dalam Adiparwa (Mahabharata jilid pertama) bab Caitrarathaparwa, diceritakan bahwa pada suatu hari, Raja Kalmasapada sedang berburu ke tengah hutan. Di sana ia berpapasan dengan Resi Sakti. Sang raja memerintahkan sang resi untuk minggir sejenak, tetapi sang resi menolak, karena menurut tradisi, seharusnya seorang kesatria (raja, pangeran, pejabat, prajurit) yang mengalah untuk memberikan jalan kepada brahmana (pendeta, rohaniwan, orang suci). Namun sang raja menolak secara arogan seperti raksasa. Maka dari itu sang resi mengutuk Kalmasapada menjadi raksasa.[3][4]

Pewayangan Jawa

Kisah Resi Sakti dalam pustaka Hindu diadaptasi ke dalam seni pertunjukan wayang di Jawa sebagai dampak dari penyebaran agama Hindu di Nusantara. Dalam pewayangan Jawa, Resi Sakti disebut Sakri atau Bambang Sakri, sedangkan orang tuanya bernama Resi Sakutrem dan Dewi Nilawati, dari pertapaan Retawu, puncak gunung Saptaarga. Dia lahir bertepatan dengan terjadinya telaga di gunung tersebut yang kemudian dikenal dengan nama Telaga Retawu. Bambang Sakri sangat gemar bertapa dan berburu, dia sangat sakti dan mahir mempergunakan senjata panah.

Bambang Sakri menikah dengan Dewi Sati, putri Prabu Partawijaya, raja negara Tabelasuket. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Palasara. Bambang Sakri mewarisi padepokan Retawu, sedangkan Resi Sakutrem sendiri kemudian menetap di pertapaan Girisarangan. Pada akhirnya, Bambang Sakri mewariskan padepokan Retawu kepada Palasara setelah anaknya tersebut sudah dewasa. Dia kemudian menetap di pertapaan Argacandi (arti: "gunung angker"), salah satu dari tujuh puncak gunung Saptaarga.

Bambang Sakri banyak berjasa kepada para Dewata dan Suralaya. Maka dari itu, dia mendapat anugerah gelar Bathara. Dia meninggal dalam usia lanjut. Jenazahnya dimakamkan di pertapaan Argacandi.

Referensi

  1. Bhiḍe, Śrīpāda Raghunātha (1996). Wife of Sakti Maharsi. ISBN 9788185080987.
  2. Kisari Mohan Ganguli (1883–1896), "Chaitraratha Parva. Section CLXXVIII", The Mahabharata of Krishna Dvaipayana Vyasa
  3. N. RANGANATHA SHARMA; Litent (9 Januari 2014). "Vashista".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "Immortal India". 1991.
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan