Minggu, 20 September 2026
17:58 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Melvin Schwartz

Melvin Schwartz

fisikawan asal Amerika Serikat

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Melvin Schwartz"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Infobox orangMelvin Schwartz
Melvin_Schwartz.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran2 November 1932 Suntingan nilai di Wikidata
Kota New York Suntingan nilai di Wikidata
Kematian28 Agustus 2006 Suntingan nilai di Wikidata (73 tahun)
Twin Falls Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianHepatitis dan Penyakit Parkinson Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanKetchum Cemetery (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversitas Columbia
Bronx High School of Science Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Penasihat doktoralJack Steinberger Suntingan nilai di Wikidata
SpesialisasiFisika, neutrino dan elektrodinamika Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanfisikawan,dosen Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diUniversitas Columbia Suntingan nilai di Wikidata
Tertarik denganFisika Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Murid doktoralJames Enstrom (en) Terjemahkan dan Robert D. Cousins (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan
Find a Grave: 15557973 Modifica els identificadors a Wikidata

Melvin Schwartz (lahir 1932) ialah seorang fisikawan dan usahawan AS yang-bersama dengan Leon Max Lederman dan Jack Steinberger, menerima Hadiah Nobel Fisika 1988 untuk riset mereka mengenai neutrino (partikel subatom yang tak memiliki isi listrik dan sebenarnya tak bermassa).

Schwartz belajar fisika di Universitas Columbia, New York City, dan menerima Ph.D.nya di sana pada 1958. Ia mengajar di Columbia dari 1958 sampai 1966 dan kemudian merupakan guru besar fisika di Universitas Stanford dari 1966 sampai 1983. Dari 1970 Ia merupakan pimpinan Digital Pathways, Inc., perusahaan yang didirikannya untuk menyusun sistem keamanan komputer.

Schwartz menerima Hadiah Nobel untuk riset yang dilakukannya bersama koleganya di Columbia yakni Lederman dan Steinberger yang dilakukan di Laboratorium Nasional Brookhaven 1960-62. Neutrinos hampir tak pernah berinteraksi dengan zat, dan karena itu telah menjadi luar biasa sulit untuk mendeteksinya dalam riset laboratorium. (Diperkirakan bahwa dari contoh 10 miliar neutrino yang berjalan mengelilingi bumi, hanya 1 neutrino akan berinteraksi dengan partikel zat selama seluruh perjalanan). Bertindak berdasarkan usulan Schwartz, 3 penyelidik ini menemukan cara menambah kemungkinan statistik interaksi neutrino dengan menciptakan sinar yang terdiri dari ratusan miliar neutrino dan mengirim sinar melalui detektor zat padat. Untuk mencapainya, para ilmuwan ini menggunakan akselerator partikel untuk menghasilkan aliran proton bertenaga tinggi, yang kemudian ditembakkan pada sasaran yang terbuat dari berilium logam. Bombardemen ini menciptakan aliran partikel-partikel yang berbeda, termasuk yang disebut pion (pi meson) yang, sebagaimana mereka berjalan, hancur di dalam muon (mu meson) dan neutrino. Aliran partikel yang berada dari sasaran berilium kemudian melewati penghalang baja yang tebalnya 13,4 m (44 kaki) yang menyaring seluruh partikel lain selain neutrino. Sinar neutrino murni ini lalu memasuki detektor alumunium besar yang mana sedikit neutrino berinteraksi dengan atom aluminum. Dalam menganalisis interaksi-interaksinya, 3 fisikawan ini menemukan tipe baru neutrino, yang kemudian dikenal sebagai muon neutrino.

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan