Minggu, 20 September 2026
17:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Heinrich Rohrer

Heinrich Rohrer

fisikawan asal Swiss

Heinrich Rohrer
Rohrer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Heinrich Rohrer
Lahir6 Juni 1933 (umur 93)
Dikenal karenascanning tunneling microscope
Karier ilmiah
BidangFisika

Heinrich Rohrer (lahir 6 Juni 1933) adalah seorang fisikawan Swiss. Bersama dengan Gerd Binnig atas penemuan scanning tunneling microscope ia menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika 1986. Mereka membagi hadiah itu bersama Ernst Ruska.

Ia lahir seperempat jam setelah saudari kembarnya. Selesai menamatkan sekolah Rohrer masuk Fakultas Fisika ETH di Zürich pada tahun 1951. Di kampus ia belajar dengan Wolfgang Pauli dan Paul Scherrer. Pada tahun 1955 Rohrer mengajukan disertasi di bawah bimbingan Jörgen Lykke Olsen atas pengukuran perubahan panjang superkonduktor pada transisi superkonduksi yang diinduksi oleh medan magnet. Pada tahun 1963 Rohrer bergabung dengan Laboratorium Riset IBM Zürich di Rüschlikon, yang bersama dengan Gerd Binnig, mempelajari efek Kondo dan GdAlO3, pada tahun 1982 scanning tunneling microscope ditemukan.

Rujukan

  • K. W. Blazey dan H. Rohrer: Antiferromagnetism and the Magnetic Phase Diagram of GdAlO3. Phys. Rev. Diarsipkan 2012-08-11 di Wayback Machine. 173/2, S. 574–580 (1968)
  • Gerd Binnig dan Heinrich Rohrer: Gerät zur rasterartigen Oberflächenuntersuchung unter Ausnutzung des Vakuum-Tunneleffekts bei kryogenischen Temperaturen, Europäische Patentanmeldung 0 027 517, Priorität: 20.9.1979 CH 8486 79
  • Gerd Binnig, Heinrich Rohrer, C. Gerber, dan E. Weibel: Tunneling through a Controllable Vacuum Gap, Appl. Phys. Lett. 40, 178 (1982)
  • G. Binnig, H. Rohrer, C. Gerber, E. Weibel: Surface studies by scanning tunneling microscopy. Phys. Rev. Lett. Diarsipkan 2010-03-11 di Wayback Machine. 49/1, S. 57 – 61 (1982)
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan