Rabu, 28 Oktober 2026
08:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
John J. Hopfield

John J. Hopfield

ahli biologi asal Amerika Serikat

Bagikan:
John Hopfield
250px-John_J._Hopfield_delivering_his_lecture_at_the_2024_Nobel_Prize_Lectures_in_Stockholm.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
John J. Hopfield delivering his lecture at the 2024 Nobel Prize Lectures
Lahir
John Joseph Hopfield

15 Juli 1933 (umur 93)
PendidikanSwarthmore College (BA)
Cornell University (PhD)
Dikenal karenaHopfield network
Modern Hopfield network
Hopfield dielectric
Polariton
Kinetic proofreading
Orang tuaJohn J. Hopfield
Helen Hopfield
Karier ilmiah
BidangPhysics
Molecular biology
Complex systems
Neuroscience
Machine Learning
Artificial Intelligence
Tempat kerjaBell Labs
Princeton University
University of California, Berkeley
California Institute of Technology
DisertasiA Quantum-Mechanical Theory of the Contribution of Excitons to the Complex Dielectric Constant of Crystals (1958)
Albert Overhauser
Mahasiswa doktoral
Steven Girvin
Gerald Mahan
Bertrand Halperin
David J. C. MacKay
José Onuchic
Terry Sejnowski
Erik Winfree
Li Zhaoping

John J. Hopfield adalah seorang ahli fisika dari Amerika, dan profesor di Princeton University. Pada tahun 2024, ia dianugerahi Penghargaan Nobel Fisika bersama Geoffrey E. Hinton atas hasil karya mereka "untuk penemuan dan inovasi mendasar yang memungkinkan pembelajaran mesin dengan jaringan saraf buatan". [1]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "The Nobel Prize in Physics 2024". Nobel Media AB. Diakses tanggal 8 Oktober 2024.

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi mengenai ilmuwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan