Rabu, 28 Oktober 2026
11:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026
Richard Edward Taylor

Richard Edward Taylor

fisikawan asal Kanada

Bagikan:
250px-Richard_E._Taylor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Richard E. Taylor

Richard Edward Taylor (2 November 1929 – 22 Februari 2018) adalah fisikawan Kanada yang pada 1990 menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika dengan Jerome Friedman dan Henry Kendall untuk kolaborasinya dalam membuktikan keberadaan quark, yang secara umum diterima sebagai badan di antara blok bangunan dasar dari dari zat.

Taylor belajar di Universitas Alberta, di mana ia menerima gelar sarjana muda (1950) dan masternya (1952). Ia menerima gelar doktornya dari Universitas Stanford pada 1962. Ia bekerja setahun di Laboratorium Lawrence Berkeley Universitas California, dan dari 1962 sampai 1968 ia merupakan anggota staf di Pusat Akselerator Linear Stanford (SLAC).

Selama di SLAC, ia, Friedman dan Kendall mengadakan rangkaian percobaan yang memperkuat hipotesis bahwa proton dan neutron tersusun dari quark. Penemuan ini penting sekali untuk perumusan deskripsi teori yang kini diterima mengenai zat dan interaksinya, dikenal sebagai model standar. Taylor menjadi lektor kepala di Stanford pada 1968 dan guru besar pada 1970.

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang


Flag of KanadaBiography icon

Artikel bertopik biografi Kanada ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan