Senin, 19 Oktober 2026
20:55 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Johannes Georg Bednorz

Johannes Georg Bednorz

fisikawan asal Jerman

Bagikan:
Johannes Georg Bednorz
250px-8th_Silesian_Science_Festival%2C_Johannes_Georg_Bednorz%2C_KsP_709%2C_09.12.2024.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir5 April 1950 (umur 75)
Dikenal karenasuperkonduktivitas
Karier ilmiah
BidangFisikawan
Heini Gränicher,
Karl Alexander Müller

Johannes Georg Bednorz (lahir 16 Mei 1950) ialah fisikawan Jerman yang menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika 1987 untuk karya dalam superkonduktivitas suhu tinggi. Ia lahir di Neuenkirchen, Nordrhein-Westfalen, Jerman dari Anton dan Elisabeth Bednorz.

Pada tahun 1968, Bednorz memulai studi mineraloginya di Universitas Münster.

Pada tahun 1982, Bednorz digaji oleh IBM untuk bekerja di laboratoriumnya yang di Zürich. Di sana, ia bergabung dengan penelitian superkonduktivitas K. Alexander Mueller.[1]

Pada tahun 1983, Bednorz dan Alexander Mueller memulai studi sistematis atas sifat-sifat listrik keramik yang terbentuk dari logam transisi oksida, dan pada tahun 1986, mereka berhasil dalam menginduksi superkonductivitas di sebauh barium lantanum tembaga oksida (BaLaCuO, juga dikenal sebagai LBCO); suhu kritis oksida itu adalah 35 K, melebihi 12 K lebih banyak daripada rekor sebelumnya.

Pada tahun 1987, Bednorz dan Müller bersama-sama dianugerahi Hadiah Nobel Fisika.

Rujukan

  1. ↑ J. G. Bednorz and K. A. Müller (1986). "Possible highTc superconductivity in the Ba−La−Cu−O system". Z. Physik, B. 64: 189–193. doi:10.1007/BF01303701.{{cite journal}}: Teks "issue 1" diabaikan
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang


Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan