Minggu, 11 Oktober 2026
01:54 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Simon van der Meer

Simon van der Meer

fisikawan asal Kerajaan Belanda

Bagikan:
Simon van der Meer
250px-Nobelprijswinnaar_Simon_van_der_Meer_en_echtgenote_op_Huis_ten_Bosch_met_Koningin_Beatrix_en_Prins_Claus%2C_Bestanddeelnr_253-8884.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Simon van der Meer
Lahir(1925-11-24)24 November 1925
Meninggal4 Maret 2011(2011-03-04) (umur 85)
Dikenal karenapendinginan stokastik
Karier ilmiah
BidangFisika

Simon van der Meer (24 November 1925 – 4 Maret 2011) adalah seorang fisikawan akselerator Belanda yang menemukan konsep pendinginan stokastik pada pertumbukan, yang memungkinkan penemuan partikel W dan Z pada benda tumbuk proton-antiproton 500 gigaelektronvolt CERN melalui kolaborasi eksperimental UA-1 yang dipimpin oleh Carlo Rubbia. Sebagai hasilnya van der Meer dan Rubbia menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika 1984. Gambar perayaan penghargaan itu dapat ditemukan di[1]

Pada tahun 1952 van der Meer menerima gelar dalam teknik fisika dari Sekolah Tinggi Teknik di Delft, Belanda. Ia bekerja di perusahaan Philips hingga 1956. Pada tahun itu ia menjadi staf CERN hingga pensiun pada tahun 1990.

Simon van der Meer dan Ernest Lawrence adalah dua orang fisikawan akselerator yang dianugerahi Hadiah Nobel.

Rujukan

  1. ↑ "Carlo Rubbia dan Simon van der Meer merayakan Hadiah Nobel". Diarsipkan dari asli tanggal 2005-03-21. Diakses tanggal 2008-01-24.

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan