Minggu, 27 September 2026
18:21 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Klaus Hasselmann

fisikawan asal Jerman

Klaus Hasselmann
Lahir
Klaus Ferdinand Hasselmann

25 Oktober 1931 (umur 94)
PendidikanUniversity of Hamburg (Diplom)
Max Planck Society
University of Göttingen (PhD)
Karier ilmiah
BidangClimate variability
Climate model
Tempat kerjaUniversity of Hamburg
Scripps Institution of Oceanography
University of California, San Diego
Max Planck Society
Max Planck Institute for Meteorology
German Climate Computing Centre
DisertasiÜber eine Methode zur Bestimmung der Reflexion und Brechung von Stoßfronten und von beliebigen Wellen kleiner Wellenlängen an der Trennungsfläche zweier Medien (1957)
Walter Tollmien
Situs webOfficial website

Klaus Ferdinand Hasselmann (lahir 25 Oktober 1931) adalah seorang ahli meteorologi dan kelautan asal Jerman yang juga sebagai profesor emeritus di Universitas Hamburg. Bersama dengan Syukuro Manabe dan Giorgio Parisi, dia dianugerahi Penghargaan Nobel Fisika pada tahun 2021 atas karya mereka dalam pembuatan model fisik dari iklim bumi dan prediksi perubahannya menggunakan simulasi komputer.[1]

Referensi

  1. ↑ "The Nobel Prize in Physics 2021". Nobel Media AB. Diakses tanggal 6 Oktober 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan