Rabu, 07 Oktober 2026
18:22 WIB
TERKINI
Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara
Neutrino

Neutrino

Partikel dasar dengan massa yang sangat rendah yang berinteraksi hanya melalui gaya lemah dan gravitasi

Bagikan:
60px-Ambox_current_red.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memerlukan pemutakhiran informasi. Harap perbarui artikel dengan menambahkan informasi terbaru yang tersedia.
Neutrino/Antineutrino
330px-FirstNeutrinoEventAnnotated.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penggunaan pertama kali dari ruang gelembung hidrogen untuk mendeteksi neutrino, pada 13 November 1970. Sebuah neutrino menghantam proton dalam atom hidrogen. Tabrakan itu terjadi pada titik di mana tiga jalur berasal di sebelah kanan foto.
Komposisi:Partikel dasar
Kelompok:Lepton, antilepton
Generasi:Pertama, Kedua dan Ketiga
Interaksi:Interaksi lemah dan gravitasi
Simbol:νe, νμ, ντ, νe, νμ, ντ
Antipartikel:Antineutrino kemungkinan identik dengan neutrino (lihat Majorana fermion).
Penggagas:νe (Elektron neutrino): Wolfgang Pauli (1930)
νμ (Muon neutrino): Akhir 1940-an

ντ (Tau neutrino): Mid 1970s

Penemu:νe: Clyde Cowan, Frederick Reines (1956)
νμ: Leon Lederman, Melvin Schwartz and Jack Steinberger (1962)
ντ: DONUT collaboration (2000)
Tipe:3 – Neutrino elektron, Neutrino muon and Neutrino tau
Massa:0.320 ± 0.081 eV (jumlah 3 rasa)[1][2][3]
Muatan listrik:0 e
Spin:½
Hipermuatan lemah:−1

Neutrino adalah suatu partikel dasar yang tidak memiliki massa maupun muatan listrik.[4] Neutrino mempunyai spin 1/2 dan oleh sebab itu merupakan fermion. Massanya sangat kecil, walaupun eksperimen yang terbaru (lihat Super-Kamiokande) menunjukkan bahwa massanya ternyata tidak sama dengan nol. Neutrino hanya berinteraksi lewat interaksi lemah dan gravitasi, tak satu pun lewat interaksi kuat atau interaksi elektromagnetik.

Sebuah Neutrino merupakan sebuah partikel subatomik yang sangat mirip dengan elektron. Namun, Neutrino tidak memiliki medan elektrik dan massa yang sangat kecil, bahkan mendekati nol. Neutrinos merupakan salah satu partikel yang jumlahnya berlimpah ini alam semesta. Karena Neutrino memiliki interaksi yang sangat kecil dengan materi. Selain itu, Neutrino sangat sulit untuk terdeteksi.

Untuk mendeteksi Neutrino memerlukan sebuah detektor yang besar dan sensitif.

A neutrino is a subatomic particle that is very similar to an electron, but has no electrical charge and a very small mass, which might even be zero. Neutrinos are one of the most abundant particles in the universe. Because they have very little interaction with matter, however, they are incredibly difficult to detect.[5]

To detect neutrinos, very large and very sensitive detectors are required. Typically, a low-energy neutrino will travel through many light-years of normal matter before interacting with anything. Consequently, all terrestrial neutrino experiments rely on measuring the tiny fraction of neutrinos that interact in reasonably sized detectors. For example, in the Sudbury Neutrino Observatory, a 1000 ton heavy water solar-neutrino detector picks up about 1012 neutrinos each second. About 30 neutrinos per day are detected.[5]

Neutrino tercipta sebagai hasil dari beberapa jenis peluruhan radioaktif tertentu atau sebagai karena reaksi nuklir seperti yang terjadi di Matahari, pada reaktor nuklir, atau ketika sinar kosmik membentur sekelompok atom. Terdapat tiga jenis (atau "cita rasa)" dari neutrino: neutrino elektron, neutrino muon, dan neutrino tauon (atau tau neutrino); dan masing-masing jenis juga memiliki anti partikel yang sesuai, yang disebut antineutrino. Elektron neutrino (atau antineutrino) dihasilkan ketika suatu proton berubah menjadi neutron (atau suatu neutron menjadi proton), yaitu dua bentuk dari peluruhan beta. Interaksi yang melibatkan neutrino dimediasi melalui proses interaksi lemah.

Karena dalam proses interaksi lemah penampang nuklir sangat kecil, neutrino dapat melewati materi nyaris tanpa halangan. Untuk neutrino-neutrino tipikal yang dihasilkan di dalam Matahari (dengan energi beberapa MeV) diperlukan kira-kira satu tahun cahaya (~1016m) timbal untuk memblok setengah dari jumlahnya.

Sejarah

Neutrino pertama kali dipostulatkan pada Desember, 1930 oleh Wolfgang Pauli untuk menjelaskan spektrum energi dari peluruhan beta, yaitu peluruhan sebuah neutron menjadi sebuah proton dan sebuah elektron. Pauli berteori bahwa sebuah partikel yang tak terdeteksi menjadi penyebab perbedaan antara energi dan momentum sudut dari partikel-partikel di awal dan di akhir peluruhan. Karena sifat "hantunya", deteksi eksperimental pertama dari neutrino harus menunggu hingga 25 tahun sejak pertama kali didiskusikan. Pada 1956, Clyde Cowan, Frederick Reines, F. B. Harrison, H. W. Kruse, dan A. D. McGuire memublikasikan artikel "Detection of the Free Neutrino: a Confirmation" dalam jurnal Science (lihat percobaan neutrino), sebuah hasil yang diganjar dengan Hadiah Nobel 1995.

Percobaan Neutrino

Neutrino yang merupakan partikel sub-atomik diklaim oleh para ilmuwan pusat penelitian nuklir CERN, berdasarkan penelitian terbaru di Jenewa, bahwa neutrino bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya, sehingga dengan temuan ini mendobrak hukum fisika yang telah mapan selama lebih dari 100 tahun, Einstein dengan teori relativitasnya pernah berkata bila suatu saat nanti ditemukan satu partikel baru yang mampu melebihi kecepatan cahaya maka teori relativitasnya otomatis gugur.[6]

Percobaan neutrino dilakukan dengan jarak 730 km antara sumber di Jenewa dan Detektor yang terletak di Laboratorium bawah tanah di Italia. Dario Autiro Peneliti CNRS, Ahli Fisika Partikel mengatakan: "Di jarak tersebut kami menemukan bahwa Neutrino lebih cepat 60 nanodetik atau seper 60 miliar detik lebih cepat dari waktu yang dihabiskan cahaya untuk menempuh jarak yang sama. Dalam hitungan jarak mereka lebih maju 20 meter di jarak 730 km".

Para peneliti CERN telah menguji teori ini sejak tahun 2008, penemuan awalnya adalah di bulan Maret dan mereka mengetesnya selama enam bulan hasilnya sangat konsisten sehingga mereka memutuskan untuk menyerahkannya ke Komunitas Internasional.

Lihat juga

Bibliografi

Referensi

  1. ↑ "Astronomers Accurately Measure the Mass of Neutrinos for the First Time". scitechdaily.com. Image credit:NASA, ESA, and J. Lotz, M. Mountain, A. Koekemoer, and the HFF Team (STScI). Februari 10, 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-05-08. Diakses tanggal Mei 7, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Foley, James A. (Februari 10, 2014). "Mass of Neutrinos Accurately Calculated for First Time, Physicists Report". natureworldnews.com. Image credit: . via Wikimedia Commons. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-05-08. Diakses tanggal Mei 7, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Battye, Richard A.; Moss, Adam (Januari 7, 2014). "Evidence for massive neutrinos from CMB and lensing observations" (PDF). astro-ph.CO. Ithaca, New York: Cornell University Library. arXiv:1308.5870v2. Diakses tanggal Mei 7, 2014. {{cite journal}}: Tautan eksternal dalam |journal=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Rahim, F. R., dan Sari, S. Y. (2019). Perkembangan Sejarah Fisika. Purwokerto: CV IRDH. hlm. 451. ISBN 978-623-7343-14-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 "Homepage". EquickLearning - Learn Any Where (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-04-17.
  6. ↑ Partikel Neutrino Lebih Cepat dari Cahaya Diarsipkan 2012-01-26 di Wayback Machine pikiranrakyat.com, Diaskses, 24 September 2011

Pranala luar

Wiktionary logo
Lihat entri neutrino di kamus bebas Wikikamus.
Dasar
Fermion
Kuark
Lepton
Boson
Gauge
Skalar
Medan hantu
Hipotetis
Superpartner
Gaugino
Lainnya
Lainnya
Komposit
Hadron
Barion / Hiperon
Meson / Kuarkonia
Lainnya
Bayangan
Hadron eksotik
Barion eksotik
Meson eksotik
Lainnya
Kuasipartikel
Daftar
Topik terkait
Buku Wikipedia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan