Senin, 21 September 2026
05:50 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Partikel subatom

Partikel subatom

250px-Helium_atom_%28not_to_scale%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Partikel subatom

Partikel subatom atau zarah subatom dalam ilmu fisika adalah partikel yang jauh lebih kecil dari atom.[1] Ada dua jenis partikel subatom, yaitu partikel dasar, yang berdasarkan teori saat ini, adalah partikel yang tidak terdiri atas partikel lain dan partikel komposit.[2] Fisika partikel dan fisika nuklir mempelajari partikel-partikel ini dan cara mereka berinteraksi.[3]

Dalam fisika partikel, konsep dari sebuah partikel adalah salah satu dari beberapa konsep yang diturunkan dari fisika klasik. Namun, konsep itu juga mencerminkan pemahaman modern bahwa pada skala kuantum, materi dan energi berperilaku sangat berbeda dari yang dipikirkan.

Pemikiran mengenai partikel kembali menjadi hal yang serius ketika percobaan menunjukkan bahwa cahaya dapat berperilaku seperti aliran partikel (yang disebut foton) dan memperlihatkan besaran seperti gelombang. Ini mengarah pada konsep baru dualitas gelombang–partikel untuk merefleksikan bahwa "partikel-partikel" skala kuantum berperilaku baik partikel maupun gelombang (juga dikenal sebagai gelora). Konsep baru lain, yaitu prinsip ketidakpastian, menyatakan bahwa tidak dapat diukur secara tepat beberapa besaran secara bersamaan, misalnya posisi dan momentum partikel.[4] Yang lebih baru lagi, dualitas gelombang–partikel telah terbukti berlaku tidak hanya untuk foton, tetapi juga untuk partikel yang semakin besar.[5]

Interaksi partikel dalam kerangka teori medan kuantum dipahami sebagai penciptaan dan penghancuran kuantum dari interaksi dasar yang berkaitan. Ini memadukan fisika partikel dengan teori medan kuantum.

Klasifikasi

Berdasarkan statistik

500px-Standard_Model_of_Elementary_Particles-id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Model Standar klasifikasi partikel

Setiap partikel subatom, seperti setiap partikel dalam ruang 3 dimensi yang memenuhi hukum mekanika kuantum, dapat berupa sebuah boson (sebuah spin integer) atau fermion (spin setengah integer).

Berdasarkan komposisi

Partikel dasar Model Standar meliputi:[6]

Berbagai perluasan Model Standar memprediksi keberadaan sebuah partikel graviton dasar dan banyak partikel dasar lainnya.

Partikel subatom komposit (seperti proton atau nukleus atom) adalah dua atau lebih partikel dasar dalam keadaan terikat. Sebagai contoh, sebuah proton terdiri atas dua kuark atas dan satu kuark bawah, sementara nukleus atom helium-4 terdiri atas dua proton dan dua neutron. Neutron terdiri atas dua kuark bawah dan satu kuark atas. Partikel komposit mencakup semua hadron, termasuk barion (seperti proton dan neutron) dan meson (seperti pion dan kaon).

Berdasarkan massa

Dalam relativitas khusus, energi dari sebuah partikel pada keadaan diam sama dengan massanya dikali kuadrat kecepatan cahaya. Artinya, massa dapat diekspresikan dalam istilah energi dan sebaliknya. Jika sebuah partikel memiliki kerangka acuan tempat partikel itu berada pada keadaan diam, maka partikel itu memiliki massa diam positif dan disebut sebagai masif.

Semua partikel komposit masif. Barion (yang berarti "berat") cenderung memiliki massa yang lebih besar daripada meson (yang berarti "menengah"), yang pada gilirannya cenderung lebih berat daripada lepton (yang berarti "ringan"), tetapi lepton terberat (partikel tau) lebih berat daripada dua cita rasa barion paling ringan (nukleon). Diyakini juga bahwa setiap partikel dengan muatan listrik bersifat masif.

Semua partikel tak bermassa (partikel massa diamnya nol) adalah partikel dasar, termasuk foton dan gluon, meskipun yang terakhir tidak dapat terisolasi.

Lihat pula

Referensi

  1. "Subatomic particles" (dalam bahasa bahasa Inggris). NTD. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-16. Diakses tanggal 27-06-2016.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. Bolonkin, Alexander (2011). Universe, Human Immortality and Future Human Evaluation. Elsevier. hlm. 25. ISBN 9780124158016.
  3. Fritzsch, Harald (2005). Elementary Particles. World Scientific. hlm. 11–20. ISBN 978-981-256-141-1.
  4. Heisenberg, W. (1927), "Über den anschaulichen Inhalt der quantentheoretischen Kinematik und Mechanik", Zeitschrift für Physik (dalam bahasa Jerman), 43 (3–4): 172–198, Bibcode:1927ZPhy...43..172H, doi:10.1007/BF01397280.
  5. Arndt, Markus; Nairz, Olaf; Vos-Andreae, Julian; Keller, Claudia; Van Der Zouw, Gerbrand; Zeilinger, Anton (2000). "Wave-particle duality of C60 molecules". Nature. 401 (6754): 680–682. Bibcode:1999Natur.401..680A. doi:10.1038/44348. PMID 18494170.
  6. Cottingham, W. N.; Greenwood, D. A. (2007). An introduction to the standard model of particle physics. Cambridge University Press. hlm. 1. ISBN 978-0-521-85249-4.

Bacaan lanjutan

Umum
Buku teks
Dasar
Fermion
Kuark
Lepton
Boson
Gauge
Skalar
Medan hantu
Hipotetis
Superpartner
Gaugino
Lainnya
Lainnya
Komposit
Hadron
Barion / Hiperon
Meson / Kuarkonia
Lainnya
Bayangan
Hadron eksotik
Barion eksotik
Meson eksotik
Lainnya
Kuasipartikel
Daftar
Topik terkait
Buku Wikipedia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan