Selasa, 22 September 2026
06:30 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Max Born

Max Born

fisikawan asal Kekaisaran Jerman

Max Born
250px-Max_Born.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Portrait ca1930s
Lahir(1882-12-11)11 Desember 1882
Meninggal5 Januari 1970(1970-01-05) (umur 87)
Tempat peristirahatan terakhir
Stadtfriedhof, Göttingen
KewarganegaraanJerman, Inggris
AlmamaterUniversitas Göttingen
Dikenal karenaSiklus Born–Haber
Persamaan Born–Landé
Pasangan menikah
Hedwig Ehrenberg
(m. 1913)
Anak3, termasuk Gustav Victor Rudolf Born
KerabatOlivia Newton-John (granddaughter)
Georgina Born (granddaughter)
Karier ilmiah
BidangFisika teori
Tempat kerjaUniversitas Frankfurt
Universitas Göttingen
Universitas Edinburgh
Universitas Cambridge
Disertasi Untersuchungen über die Stabilität der elastischen Linie in Ebene und Raum unter verschiedenen Grenzbedingungen ("Investigations on the stability of the elastic line in plane and space under different boundary conditions")  (1906)
Pembimbing akademik
Mahasiswa doktoral
Mahasiswa terkenal lainnya
Tanda tangan
250px-Max_Born_signature.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Max Born dilahirkan pada tanggal 11 Desember 1882, di Breslau, Jerman (kini Wroclaw, Polandia). Born belajar fisika di Universitas Breslau, Heidelberg, dan Zürich. Pada tahun 1909, ia mulai bekerja sebagai dosen di Georg-August-Universitaet Goettingen dan mengakhiri pekerjaannya ini pada tahun 1912. Born kemudian menjadi dosen di Universitas Chicago. Pada tahun 1915, ia kembali ke Jerman tetapi harus masuk Militer Jerman. Pada 1919, ia menjadi guru besar di Universitas Goethe Frankfurt, dan kemudian profesor di Göttingen pada tahun 1921. Selama masa inilah Born merumukan penafsiran peluang fungsi kepadatan dalam persamaan mekanika kuantum yang dirumuskan oleh Erwin Schrödinger. Gagasannya menggantikan teori kuantum yang asli; kini, persamaan matematika Born dimanfaatkan.

Pada 1933, Born meninggalkan Jerman untuk menghindari meningkatnya anti-Semitisme dan menerima posisi dosen di University of Cambridge. Dari 1936 sampai 1953, ia adalah guru besar Filsafat Alam di Universitas Edinburgh di Skotlandia. Selama masa ini, kerja Born berfokus pada elektrodinamika nonlinear. Pada 1953, Born pensiun dan kembali ke Jerman di Bad Pyrmont, dekat Gottingen. Ia menjadi warga negara Inggris dan anggota Royal Society di London pada 1939.

Pada 1954, Born menerima Penghargaan Nobel Fisika untuk karyanya pada fungsi kepadatan peluang dan studinya pada fungsi gelombang. Selain memenangkan Penghargaan Nobel, Born dianugerahi Stokes Medal dari Universitas Cambridge dan Hughes Medal (1950).

Ia menerbitkan sejumlah karya termasuk, The Restless Universe, Einstein’s Theory of Relativity (1924), dan Natural Philosophy of Cause and Chance.

Born meninggal di Göttingen, Jerman pada 5 Januari 1970.

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan