| Diadumenianus | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Sebuah aureus yang memuat citra Diadumenianus. Inskripsi bertuliskan m opel ant diadvmenian caes. | |||||||||
| Kaisar Romawi | |||||||||
| Augustus | Mei – Juni 218 | ||||||||
| Pendahulu | Macrinus (rekan-kaisar) | ||||||||
| Penerus | Elagabalus | ||||||||
| Caesar | Mei 217 – Mei 218 | ||||||||
| Lahir | 14 September 208 | ||||||||
| Meninggal | Juni 218 (usia 9) Zeugma | ||||||||
| Ayah | Macrinus | ||||||||
| Ibu | Nonia Celsa | ||||||||
| |||||||||
Diadumenianus (bahasa Latin:Marcus Opellius Antoninus Diadumenianus; 14 September 208 – Juni 218) adalah putra dari Kaisar Romawi Macrinus yang menjabat sebagai penguasa pendampingnya dalam waktu singkat pada tahun 218. Ibunya, yang merupakan istri Macrinus, dinamai Nonia Celsa dalam naskah Historia Augusta yang tidak tepercaya, meskipun nama ini kemungkinan besar fiktif. Diadumenianus diangkat menjadi caesar pada Mei 217, tidak lama setelah ayahnya naik takhta kekaisaran. Elagabalus, kerabat dari Caracalla yang belum lama meninggal, memimpin pemberontakan pada Mei tahun berikutnya, dan Diadumenianus lantas diangkat menjadi kaisar pendamping. Setelah Macrinus kalah dalam Pertempuran Antiokhia pada 8 Juni 218, Diadumenianus dikirim ke istana Ardawan IV dari Partia demi menjamin keselamatannya; akan tetapi, ia tertangkap dan dieksekusi dalam perjalanan. Setelah kematiannya dan kematian ayahnya, Senat Romawi menyatakan keduanya sebagai musuh negara, menghapus nama mereka dari catatan resmi, serta menghancurkan citra dan patung mereka—sebuah proses yang dalam kajian sejarah modern dikenal sebagai damnatio memoriae.
Sejarah
Diadumenianus lahir pada 14 September 208[2] dengan nama Marcus Opellius Diadumenianus dari ayahnya, Macrinus, seorang Praefectus praetorio dan calon kaisar keturunan Berber.[3] Naskah Historia Augusta yang tidak tepercaya—sebuah kumpulan biografi kaisar dan pengeklaim kaisar Romawi—secara keliru menyebut Diadumenianus sebagai "Diadumenus".[4] Sumber yang sama juga menyatakan bahwa ibu Diadumenianus (istri Macrinus) bernama Nonia Celsa, meskipun nama ini kemungkinan merupakan karangan penulis naskah tersebut.[5] Hanya sedikit informasi yang tersisa mengenai Diadumenianus, meskipun rincian penampilan fisiknya dapat diperkirakan dari koin-koin serta deskripsi dalam Historia Augusta, yang menyebutkan bahwa ia "tampan melebihi siapa pun, berperawakan agak tinggi, berambut pirang keemasan, bermata hitam, dan berhidung elang; bentuk dagunya sangat elok, mulutnya bagai diciptakan untuk dicium, serta memiliki keperkasaan alami dan keluwesan hasil latihan".[6]
Setelah menjabat sebagai praefectus praetorio di bawah Caracalla, Macrinus terlibat dalam konspirasi untuk membunuh sang kaisar, lalu memanfaatkan kekosongan kekuasaan yang timbul untuk merebut takhta bagi dirinya sendiri pada 11 April 217, tiga hari setelah kematian Caracalla.[7] Tidak lama kemudian, Diadumenianus yang berusia delapan tahun diangkat menjadi caesar—meresmikan posisinya sebagai penerus takhta—di Zeugma, ketika para pengawalnya sedang mengawalnya dari Antiokhia menuju Mesopotamia untuk bergabung bersama ayahnya. Pada saat yang sama, ia juga dianugerahi nama Antoninus untuk menghormati Dinasti Antoninus.[6][8] Pada 16 Mei 218, sebuah pemberontakan melawan dirinya dan ayahnya dikobarkan di Emesa oleh Elagabalus, yang ibunya, Julia Soaemias, merupakan sepupu Caracalla. Guna memadamkan pemberontakan tersebut, Macrinus memimpin legiun-legiunnya menuju sebuah benteng di Apamea. Di sana, Macrinus mengangkat Diadumenianus menjadi augustus, menjadikannya kaisar pendamping. Setelah Macrinus dikalahkan oleh Elagabalus pada 8 Juni 218 dalam Pertempuran Antiokhia, Macrinus melarikan diri ke utara lalu menuju Bosporus. Sebelum melarikan diri, ia memercayakan Diadumenianus kepada para pelayan yang setia dan menginstruksikan mereka untuk membawanya ke Kekaisaran Partia, menuju istana Ardawan IV dari Partia, demi menjamin keselamatannya. Namun, Diadumenianus tertangkap di tengah jalan saat berada di Zeugma dan dieksekusi pada akhir Juni.[9][10] Kepalanya dibawakan kepada Elagabalus dan dilaporkan disimpan sebagai piala kemenangan.[11]
Menyusul kematian Macrinus dan Diadumenianus, Senat Romawi dengan cepat menyatakan dukungan mereka bagi Elagabalus, sekaligus menetapkan para mantan kaisar tersebut sebagai musuh negara. Mereka dikenai proses yang dalam kajian sejarah modern dikenal sebagai damnatio memoriae, dengan citra serta penuturan nama mereka pada inskripsi dan papirus dihancurkan selama masa pemerintahan Elagabalus.[12] Sebagai upaya untuk menghapus seluruh jejak Diadumenianus dan ayahnya, Elagabalus merujuk penanggalan awal masa pemerintahannya sejak akhir masa pemerintahan Caracalla.[4] Patung dada Diadumenianus yang masih bertahan hingga kini umumnya rusak parah, hingga fitur wajahnya sulit dikenali.[13]
Numismatika
Sejumlah besar koin dicetak untuk Diadumenianus saat berstatus sebagai caesar, meskipun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan koin yang dicetak untuk ayahnya. Koin yang menggambarkan dirinya sebagai augustus sangatlah terbatas, dan satu-satunya koin yang diketahui dari periode ini adalah denarii. Hal ini memicu dugaan, yang pertama kali dikemukakan oleh ahli numismatika Curtis Clay, bahwa pencetakan koin dalam jumlah besar sebenarnya sempat disiapkan untuk Diadumenianus. Namun, koin-koin tersebut dengan cepat dilebur kembali ketika kabar kekalahan Macrinus tersebar. Beberapa koin provinsi timur dari era tersebut ditemukan memberi Diadumenianus gelar sebastos, yang pada masa itu merupakan padanan Yunani untuk gelar Romawi augustus.[9] Untuk kategori koin emas, Diadumenianus diketahui memiliki satu ragam aureus, yang memuat citra dirinya pada sisi muka serta menampilkan dewi Spes yang sedang berdiri pada sisi belakang, serta satu ragam setengah-aureus yang memuat citra dirinya pada sisi muka dan menggambarkan dirinya sedang memegang danda serta panji aquila.[17]
Referensi
Sitasi
- ↑ Cooley, hlm. 496.
- ↑ Varner 2004, hlm. 185.
- ↑ Potter 2004, hlm. 146.
- 1 2 Scott 2018, hlm. 34.
- ↑ Vagi 2000, hlm. 289–290.
- 1 2 Vagi 2000, hlm. 289.
- ↑ Bowman, Garnsey & Cameron 2005, hlm. 19–20.
- ↑ Scott 2018, hlm. 60.
- 1 2 Vagi 2000, hlm. 290.
- ↑ Bédoyère 2017, hlm. 236.
- ↑ Bunson 1991, hlm. 130.
- ↑ Varner 2004, hlm. 187–188.
- ↑ Varner 2004, hlm. 278.
- ↑ Mattingly et al., Roman Imperial Coinage IV part II, hlm. 11.
- ↑ Mattingly et al., Roman Imperial Coinage IV part II, hlm. 13.
- ↑ Mattingly et al., Roman Imperial Coinage IV part II, hlm. 3, 14.
- ↑ Friedberg, Friedberg & Friedberg 2017, hlm. 45.
Bibliografi
- Bédoyère, Guy de la (2017). Praetorian: The Rise and Fall of Rome's Imperial Bodyguard. Yale University Press. ISBN 978-0-300-22627-0.
- Bowman, Alan; Garnsey, Peter; Cameron, Averil (2005). The Cambridge Ancient History, Volume 12 (Edisi 2). Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-85073-5.
- Bunson, Matthew (1991). Encyclopedia of the Roman Empire. Facts On File. ISBN 978-1-4381-1027-1.
- Cooley, Alison E. (2012). [[[:Templat:Googlebooks]] The Cambridge Manual of Latin Epigraphy]. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-84026-2.
{{cite book}}: Periksa nilai|url= - Friedberg, Arthur L.; Friedberg, Ira S.; Friedberg, Robert (2017). Gold Coins of the World - 9th edition: From Ancient Times to the Present. An Illustrated Standard Catalog with Valuations. Coin & Currency Institute. ISBN 978-0-87184-009-7.
- Harold Mattingly, Edward A. Sydenham, C. H. V. Sutherland, Roman Imperial Coinage, volume IV part II, Macrinus to Pupienus, London, Spink, 1938.
- Potter, David (2004). [[[:Templat:Googlebooks]] The Roman Empire at Bay, AD 180-395] (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-0-415-10057-1.
{{cite book}}: Periksa nilai|url= - Scott, Andrew G. (2018). Emperors and Usurpers: An Historical Commentary on Cassius Dio's Roman History. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-087959-4.
- Vagi, David L. (2000). Coinage and History of the Roman Empire, c. 82 B.C.- A.D. 480. Fitzroy Dearborn. ISBN 978-1-57958-316-3.
- Varner, Eric R. (2004). Mutilation and Transformation: Damnatio Memoriae and Roman Imperial Portraiture. Brill. ISBN 90-04-13577-4.
| Gelar kebangsawanan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Macrinus sebagai kaisar tunggal |
Kaisar Romawi 218 Menjabat bersama dengan: Macrinus |
Diteruskan oleh: Elagabalus |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Orang | |
| Lain-lain | |