Kamis, 22 Oktober 2026
18:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Bap (makanan)

Bap (makanan)

Bagikan:
250px-Korea-Icheon-Dolsotbap-Cooked_rice_in_a_stone_pot-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nasi putih, ssalbap.

Bap (밥) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut biji-bijian atau palawija yang dimasak dalam kuliner Korea yaitu beras, jelai, gandum, juwawut dan sebagainya.[1][2]

Jenis

Penyebutan bap bervariasi berdasarkan jenis palawija. Disebut ssalbap apabila bap hanya terdiri dari nasi putih (beras padi), boribap dari campuran nasi putih dengan biji-bjiian jelai dan jobab dari campuran nasi putih dengan jewawut (jenis millet).[2]

Sejarah

Bap telah dikonsumsi sebagai makanan pokok orang Korea sejak zaman neolitikum, pada saat peralatan masak makanan pokok dari tembikar pertama kali dibuat. Pada zaman Tiga Kerajaan Korea, alat masak dari batu dinamakan siru dapat dilihat di lukisan dinding kerajaan Goguryeo. Karena alat masak dibuat dari tanah liat yang dikeringkan atau dibakar dalam suhu rendah, kemungkinan nasi mereka berbau tanah.[2]

Buku masak Cina kuno banyak menuliskan artikel yang memuji kelezatan nasi yang dimasak orang Korea pada zaman kuno. Hidangan nasi keluarga bangsawan Joseon biasanya ditambah dengan jelai, foxtail millet, kedelai dan kentang.

Alat memasak

Orang Korea memakai berbagai alat untuk memasak nasi sejak zaman dahulu, seperti tembikar, panci besi dan periuk batu. Periuk batu untuk menanak nasi pertama kali dibuat di kerajaan Baekje dan digunakan sampai periode modern. Keluarga bangsawan pada periode Joseon (1392-1910), memasak nasi di atas perapian menggunakan panci besi (gamasot) dan periuk batu (dolsot). Penggunaan alat masak tradisional mulai menurun setelah pengenalan periuk gaya Jepang, naembi, pada tahun 1920-an dan pemakaian alat penanak nasi elektronik yang lebih praktis pada tahun 1960-an.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Museum Nasional Korea, nasi yang paling enak dihasilkan dari gamasot, kedua dolsot dan yang terakhir dari penanak nasi elektronik.

Dalam kehidupan sehari-hari

Bap berperan penting dalam menu masakan Korea. Dalam percakapan sehari-hari untuk menyebut kalimat makan digunakan kalimat bap mokta (밥 먹다 harfiah "makan bap"). Kosakata yang digunakan untuk menyebut bap pun beragam tergantung kepada siapa disajikannya. Jika bap disajikan untuk orang tua, dinamakan jinji, sura untuk raja, dan me untuk arwah leluhur (dalam jesa).

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ (Inggris) Types of Korean Food Diarsipkan 2010-05-26 di Wayback Machine, visitkorea. Diakses pada 3 Juni 2010.
  2. 1 2 3 An Illustrated Guide to Korean Culture - 233 traditional key words. Seoul: Hakgojae Publishing Co. 2002. hlm. 12-13. ISBN 89-8546-98-1.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: panjang
Makanan pokok
Makanan sampingan
Sayur dan hasil laut fermentasi
Sup / rebusan
Banchan
Makanan ringan
Minuman
Saus
Peralatan dapur
Ritual dan
festival
Serbaneka
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan