Senin, 09 November 2026
00:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Surasang

Surasang

Bagikan:
250px-Korea-Dae_Jang_Geum_Theme_Park-Surasang-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Surasang

Surasang (수라상;水刺床) adalah masakan khusus yang disajikan di atas meja makan untuk raja pada zaman Dinasti Joseon (1392-1910) di Korea.[1] Masakan yang disajikan dinamakan sura, sementara mejanya disebut sang dalam bahasa Korea.[1] Kata Sura dipinjam dari bahasa Mongol saat Korea pada masa Dinasti Goryeo diduduki oleh (Dinasti Yuan).[1] Tradisi ini diwariskan ke Dinasti Joseon.

Surasang disajikan untuk raja 2 kali sehari, pada pukul 10 pagi dan 5 sore.[1] Makanan yang disajikan sebagai sarapan (chojoban) adalah semangkuk bubur (juk), kemudian makanan ringan akan dhidangkan pukul 2 siang.[1]

Surasang disediakan di atas 3 meja, wonban (meja utama), gyeotban dan chaeksangban (meja pelengkap).[2] Wonban diletakkan di depan raja dan berisi masakan berupa bap, tang (sup), jjigae (sup rebusan), jjim (rebusan), seon (sayur dan tahu kukus) dan 12 jenis masakan lain termasuk kimchi dan sayur-sayuran.[2] Di dua meja lain terdapat masakan hoe (ikan atau daging sapi mentah), sinseollo (sup sayuran dan bakso daging), gu-i (hidangan panggang), jeongol (sup rebusan sayuran dan daging) dan sebagainya.[2]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Korean Food Culture Series - Part 4 Royal Cuisine Diarsipkan 2011-06-14 di Wayback Machine, visitkorea. Diakses pada 18 Mei 2010.
  2. 1 2 3 Hansik[pranala nonaktif permanen], korea.net. Diakses pada 18 Mei 2010.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan