Selasa, 03 November 2026
10:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Yeongyang dolsotbap

Bagikan:

Yeongyang dolsotbap (영양돌솥밥) adalah masakan Korea berupa nasi yang dimasak dengan berbagai herba dan kacang-kacangan dalam periuk batu (dolsot). Yeongyang dolsotbap bermakna "nasi periuk batu yang bergizi".

Nasi yang dinikmati panas-panas membentuk kerak di dasar periuk. Kerak ini dinikmati pada saat terakhir dengan cara direndam air. Nasi periuk batu ini dimasak secara tradisional di atas perapian yang bahan bakarnya ranting cemara.

Yeongyang dolsotbap terdiri dari nasi, ginseng, kastanya, jujube, kacang cemara, kacang kedelai, jamur shiitake, kacang ginkgo, biji bunga matahari yang ditanak dengan kaldu daging atau sari kedelai. Selain nasi, bahan pokok dapat juga diganti dengan ketan atau ketan hitam. Bahan-bahan pelengkap meningkatkan rasa dan aroma nasi.

Yeongyang dolsotbap merupakan makanan yang bergizi, terdiri dari karbohidrat dan protein nabati serta ginseng, sehingga dianggap pula sebagai obat.

Sejarah

Terdapat banyak teori yang menyebutkan asal-usul yeongyang dolsotbap, pertama, kemungkinan merupakan masakan yang khusus dihidangkan untuk tamu negara pada masa Dinasti Joseon. Kedua, masakan ini diciptakan di kuil Buddha menggunakan bahan-bahan yang sederhana untuk disajikan kepada tamu dari istana. Ketiga, masakan ini diciptakan di istana setelah satu keluarga asal Propinsi Jeolla menghadiahkan periuk batu kepada istana. Dapat disimpulkan bahwa yeongyang dolsotbap awalnya adalah masakan istana yang disajikan untuk tamu negara atau raja.

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan