Rabu, 23 September 2026
14:23 WIB
TERKINI
Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat
Yeot

Yeot

Infotaula de menjarYeot
250px-Yeot_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asal
Negara asalKorea Suntingan nilai di Wikidata
Rincian
JenisHangwa Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamabap Suntingan nilai di Wikidata

Yeot (엿) adalah jenis permen dan pemanis tradisional khas Korea yang biasa dilapiskan pada bahan kue-kue.[1] Yeot diperkirakan telah dibuat oleh masyarakat Korea sejak zaman kuno.[1][2] Orang Korea menggunakan yeot sebagai pemanis sekaligus sebagai makanan ringan, sekaligus oleh-oleh yang biasa diberikan kakek dan nenek kepada cucu-cucunya.[1] Yeot populer sebagai manisan yang diberikan kepada pelajar yang akan mengikuti ujian.[1] Dalam bahasa Korea, ada istilah "lengket dengan ujian", maka pelajar di Korea akan diberikan permen yeot yang lengket agar mereka lulus ujian.[1] Oleh karena itu selama masa ujian, banyak dijual yeot di jalanan.[1]

Proses pembuatan

250px-Yeot.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
yeot

Dalam proses pembuatannya, yeot umumnya terbuat dari beras yang difermentasikan.[1] Caranya nasi yang telah ditanak, dicampurkan dengan tepung ragi, direbus, disaring menggunakan kain penyaring.[1] Air rebusan hasil saringan akan direbus lagi selama satu malam dan menghasilkan sari beras yang manis dan kental yang dinamakan mullyeot (sirup yeot) atau jocheong.[1] Bila jocheong dimasak lagi dalam waktu yang lama, maka akan mengeras dan membentuk manisan yang dijadikan permen.[1]

Jenis

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 An Illustrated Guide to Korean Culture - 233 traditional key words. Seoul: Hakgojae Publishing Co. 2002. hlm. 116-118. ISBN 89-8546-98-1.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: panjang
  2. (Inggris) Korean Food Culture Series - Part 1, Korean Food Diarsipkan 2012-03-19 di Wayback Machine., visitkorea. Diakses pada 9 Juni 2010.
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan