Rabu, 04 November 2026
02:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Juk (makanan)

Juk (makanan)

Bagikan:
Juk
250px-Korean_cuisine-Juk-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Semangkuk juk
Nama lainBubur Korea
SajianMakanan utama
Tempat asalKorea
PenciptaOrang Korea
Suhu penyajianPanas, hangat
Bahan utamaBeras
Bahan yang umum digunakanKacang kedelai, kacang tanah, wijen

Juk (죽) adalah hidangan Korea berupa bubur yang terbuat dari berbagai palawija seperti beras, kacang kedelai, kacang tanah dan wijen yang direbus.[1][2] Orang Korea menikmati juk selagi hangat, terutama di pagi hari sebagai pengganti nasi.[2] Juk dianggap baik untuk pencernaan karena teksturnya lembut.[2]

Bahan-bahan tambahan untuk isi juk antara lain dapat berupa abalon, daging ayam, kacang pinus, sayuran, ginseng dan ikan.[2]

Sejarah

Hanja untuk juk dipinjam dari bahasa Tionghoa "粥" (zhou). Tradisi memasak juk sudah lama dipraktikkan orang Korea, tetapi resep masakannya baru tertulis pada zaman Dinasti Joseon (1397-1910).[2]

Pada masa Joseon, juk disajikan untuk orang tua di pagi hari di istana mau pun rumah rakyat biasa.[2] Pada musim dingin khususnya pada hari dongji (titik balik musim dingin), juk dimasak bersama kacang merah yang menurut tradisi untuk mengusir arwah jahat yang membenci warna merah.[2]

Lihat pula

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Category:Juk.
  1. ↑ (Inggris) Types of Korean Food Diarsipkan 2010-05-26 di Wayback Machine, visitkorea. Diakses pada 3 Juni 2010.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 An Illustrated Guide to Korean Culture - 233 traditional key words The National Academy of the Korean Language, Hakgojae Publishing, Seoul. ISBN 89-8546-98-1.
Makanan pokok
Makanan sampingan
Sayur dan hasil laut fermentasi
Sup / rebusan
Banchan
Makanan ringan
Minuman
Saus
Peralatan dapur
Ritual dan
festival
Serbaneka
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan