Sabtu, 03 Oktober 2026
07:24 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Prenderol

Prenderol

senyawa kimia

Bagikan:
Prenderol
250px-Prenderol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengenal
  • 2,2-Dietil-1,3-propanadiol
Nomor CAS
PubChem CID
ChemSpider
UNII
ChEBI
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.003.731 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC7H16O2
Massa molar132,203 g·mol⁻¹
Model 3D (JSmol)
Titik leleh59–62 °C (138–144 °F)
  • CCC(CC)(CO)CO
  • InChI=1S/C7H16O2/c1-3-7(4-2,5-8)6-9/h8-9H,3-6H2,1-2H3
  • Key:XRVCFZPJAHWYTB-UHFFFAOYSA-N

Prenderol (dietilpropanadiol) adalah senyawa organik golongan alkil diol sederhana dengan aktivitas sebagai depresan sistem saraf pusat (SSP). Senyawa ini pernah diteliti sebagai agen sedatif, antikonvulsan, dan pelemas otot pada pertengahan abad ke-20, tetapi tidak berkembang menjadi obat terapi karena durasi kerjanya yang sangat singkat.[1]

Senyawa ini terkait erat secara struktur dengan meprobamat serta berbagai alkil alkohol dan diol lainnya dengan aktivitas yang menyerupai.[2][3][4][5][6][7]

Sintesis

Sintesis Prenderol umumnya dilakukan melalui reaksi kondensasi aldol yang melibatkan 2-etilbutiraldehida dan formaldehida dalam kondisi basa kuat.[8]

2-etilbutiraldehida bereaksi dengan formaldehida dalam suasana basa (misalnya larutan KOH). Pada tahap ini, terbentuk intermediat alkohol melalui adisi nukleofilik formaldehida ke gugus karbonil aldehida. Kondensasi berulang menghasilkan kerangka karbon dengan substituen dietil pada posisi pusat (karbon-2), menciptakan struktur 2,2-disubstitusi yang khas dari Prenderol.

Produk antaranya direduksi lebih lanjut hingga membentuk diol, kemudian campuran direaksikan dengan asam lemah untuk menetralkan sisa basa dan memurnikan produk. Kristalisasi atau distilasi vakum digunakan untuk memperoleh Prenderol sebagai padatan putih-kekuningan dengan titik leleh 59–62 °C.

Rute ini dijelaskan dalam literatur farmakologi awal sebagai metode sintesis standar untuk diol tersier golongan alkil-propanadiol.[3] Tambahan ringkasan mekanisme dan optimasi reaksi dapat ditemukan dalam laporan pengembangan derivatif ester Prenderol.[1]

Sejarah

Prenderol pertama kali disintesis melalui reaksi antara 2-etilbutiraldehida dan formaldehida dalam kondisi basa (KOH), menghasilkan diol tersier yang kemudian dikenal sebagai 2,2-dietil-1,3-propanadiol.[3]

Pada era 1940–1950-an, senyawa ini diteliti sebagai kandidat obat penenang dan antikonvulsan, dengan mekanisme yang menyerupai obat-obat sedatif generasi awal (misalnya meprobamat). Upaya pengembangan berlanjut hingga penelitian sintesis ester-ester Prenderol yang bertujuan memperpanjang durasi kerjanya, tetapi hasilnya tetap tidak cukup efektif untuk aplikasi klinis.[1]

Farmakologi

Penelitian farmakologi awal menunjukkan bahwa Prenderol bekerja sebagai depresan sistem saraf pusat (SSP) dengan cara menghambat refleks multisinaptik pada medula spinalis dan mesensefalon.[3] Efek yang dilaporkan meliputi antikonvulsan, melindungi hewan percobaan dari kejang yang diinduksi kimia atau listrik, sedasi, relaksasi otot, dengan hambatan pada transmisi sinaptik spinal, dan penurunan tonus postural.

Prenderol termasuk senyawa yang bekerja cepat tetapi memiliki durasi aksi sangat singkat, yang menjadi keterbatasan utama dalam penggunaannya sebagai obat.[1]

Toksisitas

Senyawa ini menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan saluran pernapasan apabila kontak langsung terjadi.[9] Senyawa ini berpotensi berbahaya bila tertelan, terutama dalam jumlah besar, karena sifat depresan SSP-nya.[10] Saat ini, senyawa ini diklasifikasikan sebagai “for research use only” dan tidak digunakan sebagai obat manusia.[11]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 Slater, I.H.; O’Leary, J.P.; Pribyl, E.J. (1954). "Some Attempts to Prolong the Duration of Action of 2,2-Diethyl-1,3-Propanediol (Prenderol®)". Journal of the American Pharmaceutical Association. 43 (9): 547–550. doi:10.1002/jps.3030430909.
  2. ↑ Berger FM (Juni 1949). "Anticonvulsant action of 2-substituted-1,3-propanediols". Proceedings of the Society for Experimental Biology and Medicine. 71 (2). New York, N.Y.: 270–271. doi:10.3181/00379727-71-17159. PMID 18134033. S2CID 32255832.
  3. 1 2 3 4 Funderburk WH, Unna KR (Maret 1953). "Site of action of 2, 2-diethyl-1,3-propanediol (prenderol) on the central nervous system". The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics. 107 (3): 344–55. PMID 13035673.
  4. ↑ Mailer AB (Juli 1954). "Effects of mephenesin and prenderol on intellectual functions of mental patients". Journal of Clinical Psychology. 10 (3): 283–5. doi:10.1002/1097-4679(195407)10:3<283::aid-jclp2270100322>3.0.co;2-a. PMID 13163224.
  5. ↑ Blum B (Mei 1962). "Head shaking and nystagmus produced by 2,2-diethyl, 1,3-propanediol (prenderol) in the rat". Archives Internationales de Pharmacodynamie et de Therapie. 137: 128–36. PMID 13870189.
  6. ↑ Reyes Q., Aaurelio; Mascetti V., G.; Martinez J., Rolando. Synthesis of polyhydroxylated alcohols. Revista Latinoamericana de Quimica 1984; 15 (1): 29-30. ISSN: 0370-5943.
  7. ↑ Wang G, Lu Q (Oktober 2013). "A nitrate ester of sedative alkyl alcohol improves muscle function and structure in a murine model of Duchenne muscular dystrophy". Molecular Pharmaceutics. 10 (10): 3862–70. doi:10.1021/mp400310r. PMID 23924275.
  8. ↑ McKusick, B. (1948). "New Compounds. New Compounds as Insect Repellents". Journal of the American Chemical Society. 70 (5): 1982–1983. doi:10.1021/ja01185a602.
  9. ↑ "2,2-Diethyl-1,3-Propanediol Safety Data". ChemicalBook. Diakses tanggal 10 Desember 2025.
  10. ↑ "Safety Profile: Prenderol". MedChemExpress. Diakses tanggal 10 Desember 2025.
  11. ↑ "Drug Information for 2,2-Diethyl-1,3-propanediol". DrugCentral. Diakses tanggal 10 Desember 2025.
Alkohol
primer
(1°)
Alkohol
primer
lainnya
Alkohol
sekunder (2°)
Alkohol
tersier (3°)
GABAA
Alkohol
Barbiturat
Benzodiazepina
Karbamat
Imidazola
Monoureida
Neurosteroid
Nonbenzodiazepina
Fenol
Piperidinadion
Kuinazolinon
Lainnya
GABAB
H1
Antihistamin
Antidepresan
Antipsikotik
α2-Adrenergat
5-HT2A
Antidepresan
Antipsikotik
Lainnya
Melatonin
Oreksin
α2δ VDCC
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan