| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Ambien, Stilnox, Zolmia, Zolta, Zudem, Myslee, dll[1] |
| Nama lain | Zolpidem tartrat |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a693025 |
| Kategori kehamilan |
|
| Potensi ketergantungan | Rendah hingga menengah[2] |
| Rute pemberian | Oral (tablet), sublingual, oromukosal (semprot), rektal |
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Data farmakokinetika | |
| Bioavailabilitas | 70% (Oral) |
| Pengikatan protein | 92% |
| Metabolisme | Hati melalui CYP3A4 dan CYP1A2 |
| Waktu paruh eliminasi | 2,5–3 jam[4] |
| Ekskresi | Ginjal (56%) Feses (34%) |
| Pengenal | |
| |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.115.604 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C19H21N3O |
| Massa molar | 307,40 g·mol−1 |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
| |
Zolpidem adalah obat yang digunakan untuk mengatasi masalah masalah tidur jangka pendek. [4] [5] Pedoman terapi yang ada merekomendasikan obat ini jika suudah melalui konseling dan ada perubahan perilaku, seperti pola tidur bersih [6] [7] [8] Dalam penggunaannya obat ini bisa menurunkan waktu mulai tidur sebanyak 15 menit dan jika menggunakan dosis yang lebih besar bisa membantu orang tertidur lebih lama. [3] Rute minum obat zolpidem melalui oral sediaan yang sudah tersedia ada dalam bentuk tablet biasa, tablet sublingual, atau semprotan oral . [4]
Efek samping yang umum dalam penggunaan obat ini seperti: rasa kantuk di siang hari, sakit kepala, rasa mual, dan muncul diare. [4] Efek samping lainnya yang bisa muncul pada penggunaan obat ini yakni gangguan masalah ingatan, halusinasi, dan penyalahgunaan . [3] Dosis pada zolpidem yang direkomendasikan mengalami penurunan pada tahun 2013 hal ini karena, bisa menyebabkan gangguan pada hari esoknya. [9] Penggunaan zolpidem tidak direkomendasikan untuk mengemudi kendaraan tidak direkomendasikan juga pada pengguna dosis yang lebih tinggi atau penggunaan jangka panjang. [9] Penggunaan obat flumazenil bisa membalikkan efek dari zolpidem, juga penggunaannya hanya untuk perawatan suportif yang direkomendasikan jika terjadi overdosis. [10]
Zolpidem merupakan golongan obat nonbenzodiazepin Z yang memiliki fungsi sebagai obat penenang dan dipakai sebagai obat tidur . [4] [11] Zolpidem bekerja di agonis reseptor GABA dari kelas imidazopyridine . [4] Obat zolpidem memiliki mekanisme kerja dengan cara meningkatkan efek GABA di sistem saraf pusat dengan mengikat reseptor GABA A di lokasi yang sama seperti golongan benzodiazepin . [4] Zolpidem memiliki waktu paruh sekitar 2-3 jam. [4] Waktu paruh bisa saja meningkat jika digunakan pada mereka yang memiliki gangguan liver . [4]
Referensi
- ↑ "International brands for zolpidem". Drugs.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Juni 2018. Diakses tanggal 15 Maret 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Attarian, Hrayr P. (2016). Clinical Handbook of Insomnia. Springer. hlm. 109. ISBN 9783319414003. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-08-27. Diakses tanggal 2019-07-03.
- 1 2 3 Matheson E, Hainer BL (Juli 2017). "Insomnia: Pharmacologic Therapy". American Family Physician. 96 (1): 29–35. PMID 28671376. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-08-19. Diakses tanggal 2018-08-18.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Zolpidem Tartrate". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Maret 2018. Diakses tanggal 15 Maret 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Stilnoct 10mg Film-Coated Tablets - Summary of Product Characteristics (SmPC)" (dalam bahasa Inggris). UK Electronic Medicines Compendium. 21 Mei 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Agustus 2018. Diakses tanggal 19 Agustus 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Guidance on the use of zaleplon, zolpidem and zopiclone for the short-term management of insomnia". NICE. 28 April 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Agustus 2018. Diakses tanggal 19 Agustus 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Riemann D, Baglioni C, Bassetti C, Bjorvatn B, Dolenc Groselj L, Ellis JG, et al. (Desember 2017). "European guideline for the diagnosis and treatment of insomnia". Journal of Sleep Research. 26 (6): 675–700. doi:10.1111/jsr.12594. PMID 28875581.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
- ↑ Qaseem A, Kansagara D, Forciea MA, Cooke M, Denberg TD (Juli 2016). "Management of Chronic Insomnia Disorder in Adults: A Clinical Practice Guideline From the American College of Physicians". Annals of Internal Medicine. 165 (2): 125–33. doi:10.7326/M15-2175. PMID 27136449.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
- 1 2 "Drug Safety and Availability - FDA Drug Safety Communication: FDA approves new label changes and dosing for zolpidem products and a recommendation to avoid driving the day after using Ambien CR". www.fda.gov. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-04-06. Diakses tanggal 2018-03-15.
- ↑ Gunja N (Juni 2013). "The clinical and forensic toxicology of Z-drugs". Journal of Medical Toxicology. 9 (2): 155–62. doi:10.1007/s13181-013-0292-0. PMC 3657020. PMID 23404347.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Gunja, N (Juni 2013). "The clinical and forensic toxicology of Z-drugs". Journal of Medical Toxicology. 9 (2): 155–62. doi:10.1007/s13181-013-0292-0. PMC 3657020. PMID 23404347.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Artikel bertopik farmasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
| Nasional | |
|---|---|
| Lain-lain | |