Minggu, 20 September 2026
17:52 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Kanabinoid

Kanabinoid (bahasa Inggris: cannabinoid) adalah sekelompok senyawa kimia yang berjumlah lebih dari 100 macam yang terkandung dalam ganja.[1] Kanabinoid juga secara alami terdapat dalam sistem saraf dan sistem imunitas manusia dan hewan. Kanabinoid mencakup sekelompok zat yang secara struktural terkait dengan tetrahidrokanabinol atau berikatan dengan reseptor kanabinoid.

Reseptor kanabinoid

Reseptor kanabinoid awalnya ditemukan pada 1980-an. Reseptor ini umumnya ditemukan pada hewan seperti mamalia, burung, ikan, dan reptil. Saat ini ada dua jenis reseptor kanabinoid yang dikenal, yakni CB1 dan CB2. Otak manusia memiliki lebih banyak reseptor kanabinoid daripada yang lainnya.

Reseptor kanabinoid tipe I

Reseptor CB1 ditemukan terutama di otak, lebih khusus lagi di basal ganglia dan sistem limbik, termasuk hipokampus.

Reseptor kanabinoid tipe II

Reseptor CB2 ditemukan terutama di sistem imunitas atau sel imunogenik dengan kepadatan terbesar di limpa.

Penggunaan medis

Berpotensi

  • Pencegahan dan pengobatan kanker paru-paru
  • Penggunaan kombinasi dengan morfin dapat meningkatkan efek analgesik morfin.[2]

Referensi

  1. Cannabis
  2. Xiaohong Chen; Alan Cowan; Saadet Inan; Ellen B. Geller; Joseph J. Meissler; Scott M. Rawls; Ronald J. Tallarida; Christopher S. Tallarida; Mia N. Watson; Martin W. Adler; Toby K. Eisenstein (2019). "Opioid‐sparing effects of cannabinoids on morphine analgesia: participation of CB1 and CB2 receptors". British Journal of Pharmacology. 176 (17): 3378–3389. doi:10.1111/bph.14769.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan