Minggu, 27 September 2026
01:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Nitrazepam

Nitrazepam

senyawa kimia

Nitrazepam
250px-Nitrazepam.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Nitrazepam-from-xtal-3D-balls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Nama dagangAlodorm, Apodorm, Arem, Dumolid, Insoma, Insomin, Mogadon, Nitrados, Nitrazadon, Nitrosun, Nitravet, Ormodon, Paxadorm, Remnos, dan Somnite
AHFS/Drugs.comInternational Drug Names
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
Oral
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas53–94%
MetabolismeHati
Waktu paruh eliminasi16–38 jam
EkskresiGinjal
Pengenal
  • 7-nitro-5-fenil-1H-benzo[e][1,4]diazepin-2(3H)-on
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.005.151 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC15H11N3O3
Massa molar281.3 g/mol
Model 3D (JSmol)
  • [O-][N+](C1=CC2=C(C=C1)NC(CN=C2C3=CC=CC=C3)=O)=O
  • InChI=1S/C15H11N3O3/c19-14-9-16-15(10-4-2-1-3-5-10)12-8-11(18(20)21)6-7-13(12)17-14/h1-8H,9H2,(H,17,19) checkY
  • Key:KJONHKAYOJNZEC-UHFFFAOYSA-N checkY
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)
250px-Alodorm5mg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alodorm botol berisi 25 tablet Nitrazepam 5mg.

Nitrazepam (nama dagang Alodorm, Dumolid, Mogadon, dan lainnya)[1][2] adalah obat tidur dari kelas benzodiazepin yang digunakan untuk meringankan serangan kecemasan dan insomnia. Obat ini hanya boleh digunakan dalam dalam jangka waktu yang pendek.[3] Obat ini bersifat sedatif (menenangkan),[4] amnestik (memicu rasa lupa), dan antikonvulsan.

Penggunaan medis

Nitrazepam digunakan untuk mengobati masalah tidur (insomnia),[5] seperti susah tidur, sering terbangun, terbangun lebih awal, atau kombinasi.

Nitrazepam terkadang digunakan untuk mengobati epilepsi ketika obat lain tidak memberikan hasil. Obat ini lebih efektif daripada klonazepam ketika digunakan untuk pengobatan sindrom West. Dalam suatu studi yang tidak terkendali, nitrazepam menunjukkan efektivitas dalam pengobatan kejang infantil dan terkadang dijadikan pilihan saat yang lain obat anti-kejang lainnya tidak memberikan hasil yang berarti. Namun, penggunaan nitrazepam pada jangka panjang akan menyebabkan toleransi obat sehingga diperlukan dosis yang lebih besar untuk memberikan efek yang sama.[6]

Efek samping

Efek samping yang umum

Efek samping yang umum antara lain depresi sistem saraf pusat, seperti rasa kantuk, pusing, depresi, kelelahan, ataksia, sakit kepala, vertigo, gangguan memori, dan gangguan fungsi motorik. Mimpi buruk dan insomnia pantulan juga dilaporkan terjadi.

Nitrazepam merupakan benzodiazepin kerja panjang dengan waktu paruh 15-38 jam (rata-rata waktu paruh 26 jam). Diarsipkan 2007-07-17 di Wayback Machine. Efek pening setelah pemberian nitrazepam di malam hari dapat terjadi keesokan harinya, sehingga dapat mengganggu kemampuan mengemudi dengan aman dan meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang pinggul.[7]

Efek samping yang jarang

Efek samping yang jarang antara lain hipotensi,[8] pingsan, palpitasi, ruam atau pruritus, gangguan pencernaan, dan perubahan libido. Efek samping yang sangat jarang terjadi antara lain reaksi paradoks, seperti, kegembiraan, stimulasi, halusinasi, hiperaktif, dan insomnia. Telah dilaporkan juga nitrazepam memiliki efek samping depresi, disorientasi, sedasi, amnesia retrograd, sakit kepala, hipotermia, dan delirium tremens.[9] Toksisitas hati yang parah juga dilaporkan telah terjadi.

Ketergantungan dan putus obat

Nitrazepam dapat menyebabkan ketergantungan, kecanduan, dan sindrom sarak. Putus obat dari nitrazepam dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan putus alkohol dan barbiturat. Gejala yang umum seperti kecemasan, insomnia, gangguan konsentrasi, dan kelelahan.[10] Penghentian pemberian nitrazepam menyababkan insomnia pantulan setelah terapi dosis satu malam.[11]

Kontraindikasi

Nitrazepam tidak boleh dikonsumsi pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), terutama selama eksaserbasi akut dari PPOK, karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan pada pasien.[12]

Seperti obat hipnotik lainnya, nitrazepam memiliki keterkaitan dengan risiko kecelakaan lalu lintas.[13] Penggunakan nitrazepam sebaiknya dihindari pada pasien yang mengemudi atau mengoperasikan mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna nitrazepam akan mengalami penurunan kemampuan mengemudi secara signifikan hingga 17 jam setelah pemberian obat, sedangkan pengguna temazepam tidak menunjukkan penurunan kemampuan yang signifikan. Hasil ini mencerminkan kerja panjang dari nitrazepam.[14]

Interaksi

Nitrazepam dapat berinteraksi dengan antibiotik eritromisin yang merupakan inhibitor kuat CYP3A4, yang memengaruhi waktu untuk mencapai konsentrasi puncak. Interaksi ini tidak diyakini penting secara klinis.[15] Namun, kecemasan, tremor, dan depresi telah dilaporkan pada kasus pemberian nitrazepam dan triazolam. Setelah pemberian eritromisin untuk pasien yang mendapat nitrazepam, terjadi halusinasi dan sensasi tubuh abnormal. Pemberian bersamaan benzodiazepin dan eritromisin dapat menyebabkan gejala psikotik, terutama pada pasien dengan komplikasi.[16] Kontrasepsi oral dan probenesid dapat mengurangi klirens nitrazepam sehingga menyebabkan peningkatan kadar nitrazepam dalam plasma.[17] Sedangkan rifampisin meningkatkan klirens nitrazepam secara signifikan.[18] Simetidin memperlambat laju eliminasi dari nitrazepam, sehingga menyebabkan peningkatan risiko akumulasi.[19] Konsumsi alkohol bersamaan dengan nitrazepam dapat menyebabkan peningkatan efek hipotensi dari kedua senyawa.[20] Benzodiazepin dapat menghambat glukuronidasi dari morfin, yang mengakibatkan peningkatan kadar morfin pada tikus percobaan.[21]

Farmakologi

Nitrazepam merupakan nitrobenzodiazepin.[22][23] Obat ini memiliki nama kimia 1,3-Dihidro-7-nitro-5-fenil-2H-1,4-benzodiazepin-2-on.

Nitrazepam bersifat dapat bekerja panjang, lipofilik, dan dimetabolisme di hati melalui jalur oksidatif. Nitrazepam bekerja pada reseptor benzodiazepin pada otak yang berhubungan dengan reseptor GABA, menyebabkan peningkatan pengikatan GABA ke reseptor GABAA.[24] GABA merupakan penghambat neurotransmiter di otak, yang terlibat dalam menginduksi rasa kantuk, relaksasi otot, kejang-kejang, dan memperlambat sistem saraf pusat. Mekanisme aksi dari nitrazepam sama seperti obat kelas benzodiazepin lainnya.[25] Sifat antikonvulsan dari nitrazepam dan benzodiazepin lainnya sebagian disebabkan pengikatan obat ke kanal natrium daripada reseptor benzodiazepin.[26] Sifat relaksan otot dari nitrazepam disebabkan penghambatan jalur polisinaptis di sumsum tulang belakang.[27] Obat ini merupakan agonis penuh dari reseptor benzodiazepin.[28] Sistem opioid endogen berperan dalam beberapa sifat farmakologi dari nitrazepam pada tikus.[29] Nitrazepam menyebabkan penurunan asam amino glisin dan alanin dalam otak tikus. Penurunan mungkin disebabkan karena aktivasi reseptor benzodiazepin.[30] Pada dosis tinggi, nitrazepam mengurangi sulih histamin sebagai akibat dari aksi nitrazepam di kompleks reseptor benzodiazepin-GABA di otak tikus.[31]

Farmakokinetik

Sebagian besar dari nitrazepam terikat pada protein plasma.[32] Obat kelas benzodiazepin merupakan obat yang larut dalam lemak dan dapat terserap di otak dengan baik.[33] Waktu yang diperlukan nitrazepam untuk mencapai konsentrasi puncak pada plasma setelah pemberian oral adalah sekitar 2 jam (0,5-5 jam). Waktu paruh nitrazepam antara 16,5 hingga 48,3 jam. Pada pemuda, nitrazepam memiliki waktu paruh sekitar 29 jam. Sedangkan pada lansia, waktu paruhnya sekitar 40 jam.[34][35] Pada dosis rendah (5 mg) dan dosis tinggi (10 mg) nitrazepam dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan pada manusia secara signifikan.[36]

Waktu paruh Nitrazepam dalam cairan serebrospinal adalah 68 jam. Hal ini menunjukkan bahwa nitrazepam dieliminasi secara lambat dari cairan serebrospinal.[37] Konsumsi obat bersamaan dengan makanan tidak berpengaruh terhadap absorbsi nitrazepam atau terhadap bioavailabilitas. Oleh karena itu, nitrazepam dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan.[38]

Potensi penyalahgunaan

Pada monografi obat tertulis: "Pengobatan dengan nitrazepam sebaiknya tidak melebihi tujuh sampai sepuluh hari berturut-turut. Penggunaan selama lebih dari dua hingga tiga minggu berturut-turut membutuhkan pengawasan. Nitrazepam harus diresepkan untuk penggunaan jangka pendek (tujuh sampai sepuluh hari) dan tidak boleh diresepkan selama lebih dari satu bulan. Ketergantungan dapat terjadi dalam waktu empat minggu."[39]

Sintesis

Reaksi antara 2-amino-5-nitrobenzofenon (1) dengan bromoasetil bromida membentuk amida 2. Penutupan cincin oleh amonia menghasilkan nitrazepam (3). Nitrazepam dapat dihasilkan dari diazepinon (4) yang dinitrasi di posisi C7 dengan kalium nitrat dalam asam sulfat.

960px-Nitrazepam_synthesis.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sintesis nitrazepam:[40][41]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Benzodiazepine Names". non-benzodiazepines.org.uk. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-11-06. Diakses tanggal 2008-12-29.
  2. ↑ "INSOMIN tabletti 5 mg". laaketietokeskus.fi.
  3. ↑ "Hypnotics and anxiolytics". BNF. Diakses tanggal 2014-08-14.
  4. ↑ "[Pharmacological profiles of benzodiazepinergic hypnotics and correlations with receptor subtypes]". Nihon Shinkei Seishin Yakurigaku Zasshi. 25 (3): 143–51. Juni 2005. PMID 16045197.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Comparison of short- and long-acting benzodiazepine-receptor agonists with different receptor selectivity on motor coordination and muscle relaxation following thiopental-induced anesthesia in mice". J Pharmacol Sci. 107 (3): 277–84. Jul 2008. doi:10.1254/jphs.FP0071991. PMID 18603831. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-07-13. Diakses tanggal 2017-08-07.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Benzodiazepines in the treatment of epilepsy in people with intellectual disability". J Intellect Disabil Res. 42 (1): 80–92. Desember 1998. PMID 10030438.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Vermeeren A (2004). "Residual effects of hypnotics: epidemiology and clinical implications". CNS Drugs. 18 (5): 297–328. doi:10.2165/00023210-200418050-00003. PMID 15089115.
  8. ↑ "Sedative and cardiovascular effects of clonidine and nitrazepam". Clin Pharmacol Ther. 28 (2): 167–76. Agustus 1980. doi:10.1038/clpt.1980.146. PMID 7398184.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Letter: Hypothermia associated with nitrazepam administration". Br Med J. 1 (6003): 223–4. Januari 24, 1976. doi:10.1136/bmj.1.2665.223. PMC 1638481. PMID 1247796.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Străulea AO, Chiriţă V (Juli–September 2009). "[The withdrawal syndrome in benzodiazepine dependence and its management]". Rev Med Chir Soc Med Nat Iasi. 113 (3): 879–84. PMID 20191849.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Rebound insomnia. A potential hazard following withdrawal of certain benzodiazepines". JAMA: the Journal of the American Medical Association. 241 (16): 1692–5. April 20, 1979. doi:10.1001/jama.241.16.1692. PMID 430730.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "Effects of single doses of propiomazine, a phenothiazine hypnotic, on sleep and oxygenation in patients with stable chronic obstructive pulmonary disease". Respiration. 57 (4): 239–42. 1990. doi:10.1159/000195848. PMID 1982774.
  13. ↑ "Road traffic accident risk related to prescriptions of the hypnotics zopiclone, zolpidem, flunitrazepam and nitrazepam". Sleep Med. 9 (8): 818–22. Des 2008. doi:10.1016/j.sleep.2007.11.011. PMID 18226959.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "Hypnotics and actual driving performance". Acta Psychiatrica Scandinavica Suppl. 332: 95–104. 1986. doi:10.1111/j.1600-0447.1986.tb08985.x. PMID 3554901.
  15. ↑ "Interaction between erythromycin and nitrazepam in healthy volunteers". Pharmacol Toxicol. 76 (4): 255–8. April 1995. doi:10.1111/j.1600-0773.1995.tb00139.x. PMID 7617555.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ "Hallucinations after a therapeutic dose of benzodiazepine hypnotics with co-administration of erythromycin". Psychiatry and clinical neurosciences. 50 (6): 337–9. Desember 1996. doi:10.1111/j.1440-1819.1996.tb00577.x. PMID 9014234.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ "Pharmacokinetic drug interactions with oral contraceptives". Clin Pharmacokinet. 18 (6): 472–84. Juni 1990. doi:10.2165/00003088-199018060-00004. PMID 2191822.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "Comparative effects of rifampin and/or probenecid on the pharmacokinetics of temazepam and nitrazepam". Int J Clin Pharmacol Ther Toxicol. 28 (9): 387–93. September 1990. PMID 2228325.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ "Cimetidine impairs nitrazepam clearance". Clin Pharmacol Ther. 34 (2): 227–30. Agustus 1983. doi:10.1038/clpt.1983.157. PMID 6872417.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ "Cardiovascular effects of diazepam and nitrazepam in combination with ethanol". Pharmazie. 37 (12): 853–6. Desember 1982. PMID 7163374.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ "Metabolic interaction between morphine and various benzodiazepines". Acta Pharmacol Toxicol (Copenh). 58 (4): 249–52. April 1986. doi:10.1111/j.1600-0773.1986.tb00103.x. PMID 2872767.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ "Postmortem drug metabolism by bacteria". J Forensic Sci. 40 (3): 382–6. Mei 1995. PMID 7782744.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. ↑ "Chemical structure and biological activity of the diazepines" (PDF). Br J Clin Pharmacol. 16 (Suppl 2): 231S–244S. 1983. doi:10.1111/j.1365-2125.1983.tb02295.x. PMC 1428206. PMID 6140944.
  24. ↑ "Enhancement of GABA binding by benzodiazepines and related anxiolytics". Eur J Pharmacol. 89 (3–4): 193–8. Mei 6, 1983. doi:10.1016/0014-2999(83)90494-6. PMID 6135616.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. ↑ "Pharmacologic studies of central actions of zopiclone: influence on brain monoamines in rats under stressful condition". Int J Clin Pharmacol Ther Toxicol. 23 (4): 204–10. April 1985. PMID 2860074.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ "Benzodiazepines, but not beta carbolines, limit high frequency repetitive firing of action potentials of spinal cord neurons in cell culture". J Pharmacol Exp Ther. 244 (2): 789–95. Februari 1988. PMID 2450203.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ "Investigation of the muscle relaxant activity of nitrazepam". Arch Int Pharmacodyn Ther. 272 (1): 129–39. November 1984. PMID 6517646.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ "Behavioural effects of a benzodiazepine receptor partial agonist, Ro 19-8022, in the social conflict test in mice". Behavioural Pharmacology. 11 (2): 143–51. 2000. doi:10.1097/00008877-200004000-00006. PMID 10877119.
  29. ↑ "Studies on the involvement of opioid mechanism in the locomotor effects of benzodiazepines in rats". Pharmacology, Biochemistry, and Behavior. 38 (2): 265–6. Februari 1991. doi:10.1016/0091-3057(91)90276-8. PMID 1676167.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. ↑ "Effect of 450191-S, a 1H-1,2,4-triazolyl benzophenone derivative, on cerebral content of neuroactive amino acids". Jpn J Pharmacol. 39 (4): 558–61. Desember 1985. doi:10.1254/jjp.39.558. PMID 2869172.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. ↑ "Diazepam-induced decrease in histamine turnover in mouse brain". Eur J Pharmacol. 124 (3): 337–42. Mei 27, 1986. doi:10.1016/0014-2999(86)90236-0. PMID 3089825.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ "Pharmacokinetics of antiepileptic drugs". Acta neurologica Scandinavica Supplementum. 97: 17–27. 1983. doi:10.1111/j.1600-0404.1983.tb01532.x. PMID 6143468.
  33. ↑ "Heterogeneity of cerebral capillary flow in man and its consequences for estimation of blood–brain barrier permeability". J Clin Invest. 65 (5): 1145–51. Mei 1980. doi:10.1172/JCI109769. PMC 371448. PMID 6988458.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. ↑ "Human pharmacokinetics of nitrazepam: effect of age and diseases". Human pharmacokinetics of nitrazepam: effect of age and diseases. 15 (3): 163–70. April 1979. doi:10.1007/bf00563100. PMID 456400.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. ↑ Vozeh S (November 21, 1981). "[Pharmacokinetic of benzodiazepines in old age]". Schweiz Med Wochenschr. 111 (47): 1789–93. PMID 6118950.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. ↑ "Plasma nitrazepam concentrations after an acute intake and their correlation to sedation and serum growth hormone levels". Acta Pharmacol Toxicol (Copenh). 41 (1): 65–73. Juli 1977. doi:10.1111/j.1600-0773.1977.tb02124.x. PMID 331868.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. ↑ "Cerebrospinal-fluid concentrations of nitrazepam in man". Acta Pharmacol Toxicol (Copenh). 41 (1): 74–9. Juli 1977. doi:10.1111/j.1600-0773.1977.tb02125.x. PMID 578380.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. ↑ "Influence of food and of age on nitrazepam kinetics". Drug-nutrient interactions. 1 (4): 307–11. 1982. PMID 6926838.
  39. ↑ Hoffmann–La Roche. "Mogadon". RxMed. Diakses tanggal 26 Mei 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. ↑ "Quinazolines and 1,4-Benzodiazepines. X. Nitro-Substituted 5-Phenyl-1,4-Benzodiazepine Derivatives". Journal of Medicinal Chemistry. 6: 261–5. Mei 1963. doi:10.1021/jm00339a010. PMID 14185980.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. ↑ USpatent 3121076,Keller O,"Benzodiazepinones and Processes",diterbitkan tanggal 11 February 1964, diberikan kepada Hoffmann-La Roche 

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan