Senin, 26 Oktober 2026
21:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Delirium tremens

Delirium tremens

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Delirium tremens
SpesialisasiPsikiatri Sunting ini di Wikidata
250px-%D0%91%D0%B5%D0%BB%D0%BE%D1%87%D0%BA%D0%B0_%D0%BF%D1%80%D0%B8%D1%88%D0%BB%D0%B0.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Delirium tremens

Delirium tremens adalah sebuah episode akut delirium yang biasanya disebabkan oleh penarikan diri dari alkohol, pertama kali dijelaskan pada 1813.[1][2] Benzodiazepines adalah pilihan perawatan untuk delirium tremens (DT).[3]

Penarikan dari sedatif hipnotik selain alkohol, seperti benzodiazepin, barbiturat atau, juga dapat mengakibatkan kejang, tremens delirium, dan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Penarikan dari obat lain yang tidak sedatif hipnotik, seperti kafeina dan kokain, tidak memiliki komplikasi medis yang besar, dan tidak mengancam jiwa.[4]

Referensi

  1. ↑ Delirium Tremens (DTs) di eMedicine
  2. ↑ Delirium Tremens (DTs): Prognosis di eMedicine
  3. ↑ Delirium Tremens: Treatment & Medication di eMedicine
  4. ↑ Galanter, Marc; Kleber, Herbert D (1 Juli 2008). The American Psychiatric Publishing Textbook of Substance Abuse Treatment (Edisi 4th). United States of America: American Psychiatric Publishing Inc. hlm. 58. ISBN 978-1-58562-276-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan