Selasa, 22 September 2026
02:35 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Libido

Istilah yang berarti kekuatan yang mengaktifkan dorongan seksual atau semua kekuatan naluriah

Dalam psikologi, libido (/lɪˈbd/ lih-BEE-doh; daribahasa Latin libīdō) adalah energi hasrat, biasanya dipahami sebagai hasrat seksual, tetapi terkadang juga mencakup bentuk kebutuhan lainnya.[1] Istilah ini awalnya dikembangkan oleh Sigmund Freud, pelopor psikoanalisis. Awalnya, istilah ini hanya merujuk pada kebutuhan seksual tertentu, tetapi ia kemudian memperluas konsep tersebut menjadi hasrat universal, dengan id sebagai "penyimpanan terbesarnya".[2][3] Sebagai energi pendorong di balik semua proses kehidupan, libido menjadi sumber keterlibatan sosial (misalnya, naluri cinta keibuan), perilaku seksual, pencarian nutrisi, kenikmatan kulit, pengetahuan, dan kemenangan dalam semua aspek pelestarian diri dan spesies.[4][5]

Terminologi

Sigmund Freud

Sigmund Freud mendefinisikan libido sebagai energi atau daya insting yang terkandung dalam identifikasi yang berada dalam komponen ketidaksadaran dari psikologi. Ia menunjukkan bahwa dorongan libidinal ini dapat bertentangan dengan perilaku yang beradab. Kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat dan pengendalian libido menyebabkan ketegangan dan gangguan dalam diri individu, mendorong untuk digunakannya pertahanan ego untuk menyalurkan energi psikis dari kebutuhan yang tidak terpenuhi dan kebanyakan tanpa sadar ini ke dalam bentuk lain. Penggunaan berlebihan dari pertahanan ego menyebabkan neurosis. Tujuan utama dari analisis psikologis adalah untuk membawa dorongan identifikasi ke dalam kesadaran, yang memungkinkan untuk ditemukan secara langsung sehingga mengurangi ketergantungan pasien pada pertahanan ego.[6]

Carl Gustav Jung

Menurut Carl Gustav Jung, libido diidentifikasi sebagai energi psikis. Pertentangan yang menghasilkan energi psikis (libido) yang mengekspresikan diri hanya melalui simbol-simbol energi yang memanifestasikan diri dalam proses kehidupan dan dipersepsi secara subjektif sebagai usaha atau hasrat.

Didefinisikan secara lebih sempit, libido juga merujuk pada keinginan individual untuk terlibat dalam aktivitas seksual. Dalam hal ini, lawan kata dari libido adalah destrudo.

Referensi

  1. Oxford English Dictionary (OED Online) (Edisi 2nd). Oxford: Oxford University Press. 1989. Diakses tanggal 28 Maret 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Freud, Sigmund. Massenpsychologie und Ich-Analyse. hlm. 99.
  3. Sigmund Freud, The Ego and the Id, On Metapsychology (Penguin Freud Library 11) p. 369.
  4. "Libido". APA Dictionary of Psychology. American Psychological Association. Diakses tanggal 19 April 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Akhtar, Salman (2009). A Comprehensive Dictionary of Psychoanalysis. London: Karnac. hlm. 159.
  6. Reber, Arthur S. (2001). Dictionary of Psychology. New York: Penguin Reference. ISBN 0-140-51451-1.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
Ikon rintisan

Artikel bertopik psikologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan