Senin, 21 September 2026
12:06 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Neurosis

60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel bertopik psikiatri atau psikologi ini tidak dimaksudkan sebagai acuan analisa atau penentuan pengobatan atas kondisi diri sendiri atau orang lain. Silakan berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog klinis yang berwenang melakukan hal tersebut. Silakan baca juga halaman mengenai sangkalan medis

Neurosis adalah istilah umum yang merujuk pada gangguan jiwa karena adanya stress jangka panjang, tetapi tidak seperti psikosis yang melibatkan delusi atau halusinasi. Neurosis tidak memengaruhi pemikiran rasional, sehingga beberapa pasien yang mengalami neurosis masih dapat bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan wajar tanpa terlihat bermasalah.

Istilah ini telah dihapuskan dari DSM dan tidak digunakan lagi oleh komunitas psikiater di Amerika Serikat meskipun masih terdapat beberapa kontroversi terkait hal tersebut. Di sisi lain, istilah neurosis masih dipakai dalam ICD-10 serta komunitas psikolog di Indonesia. Hal itu dilakukan psikolog untuk membedakan penanganan pasien neurosis dengan pasien psikosis yang membutuhkan pengobatan dari psikiater untuk mengurangi gejala psikotik khususnya halusinasi.

Sejarah

Istilah neurosis berasal dari kata Yunani νεῦρον (neuron, "saraf") dan -ωσις -osis (kondisi sakit atau abnormal). Istilah neurosis diciptakan oleh dokter Skotlandia bernama William Cullen pada 1769 untuk merujuk pada "gangguan indera dan gerak". Cullen menggunakan istilah ini untuk menggambarkan berbagai gangguan dan gejala saraf yang tidak dapat dijelaskan secara fisiologis. Arti istilah ini didefinisikan ulang oleh Carl Jung dan Sigmund Freud pada awal dan pertengahan abad ke-20. Istilah ini terus digunakan dalam psikologi dan filsafat.[1]

Referensi

  1. Russon, John (2003). Human Experience: Philosophy, Neurosis, and the Elements of Everyday Life. State University of New York Press. ISBN 0-7914-5754-0.


Ikon rintisan

Artikel bertopik psikologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan