Jumat, 06 November 2026
06:11 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Neurosis

Bagikan:
60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel bertopik psikiatri atau psikologi ini tidak dimaksudkan sebagai acuan analisa atau penentuan pengobatan atas kondisi diri sendiri atau orang lain. Silakan berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog klinis yang berwenang melakukan hal tersebut. Silakan baca juga halaman mengenai sangkalan medis

Neurosis adalah istilah umum yang merujuk pada gangguan jiwa karena adanya stress jangka panjang, tetapi tidak seperti psikosis yang melibatkan delusi atau halusinasi. Neurosis tidak memengaruhi pemikiran rasional, sehingga beberapa pasien yang mengalami neurosis masih dapat bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan wajar tanpa terlihat bermasalah.

Istilah ini telah dihapuskan dari DSM sejak diterbitkannya DSM-III pada tahun 1980, dimana istilah payung "neurosis" mulai ditinggalkan dan dipecah ke diagnosis yang lebih spesifik dan berbasis gejala empiris, seperti gangguan kecemasan dan fobia.[1] Sejak itu, istilah neurosis tidak digunakan lagi oleh komunitas psikiater di Amerika Serikat meskipun masih terdapat beberapa kontroversi terkait hal tersebut. Di sisi lain, istilah neurosis masih dipakai dalam ICD-10 serta komunitas psikolog di Indonesia. Hal itu dilakukan psikolog untuk membedakan penanganan pasien neurosis dengan pasien psikosis yang membutuhkan pengobatan dari psikiater untuk mengurangi gejala psikotik khususnya halusinasi.

Gejala Neurosis

[2]Diagnosis neurosis dipertimbangkan dengan munculnya salah satu gejala atau ciri berikut:

  • Kecemasan atau ketakutan tanpa alasan yang jelas.
  • Kekhawatiran dan rasa bersalah yang berlebihan.
  • Kecenderungan terhadap emosi dan reaksi negatif.
  • Marah dan mudah tersinggung.
  • Kesadaran diri dan harga diri yang rendah.
  • Reaksi yang buruk terhadap stres.
  • Depresi.
  • Ketidakstabilan emosi.

Sejarah

Istilah neurosis berasal dari kata Yunani νεῦρον (neuron, "saraf") dan -ωσις -osis (kondisi sakit atau abnormal). Istilah neurosis diciptakan oleh dokter Skotlandia bernama William Cullen pada 1769 untuk merujuk pada "gangguan indera dan gerak". Cullen menggunakan istilah ini untuk menggambarkan berbagai gangguan dan gejala saraf yang tidak dapat dijelaskan secara fisiologis. Arti istilah ini didefinisikan ulang oleh Carl Jung dan Sigmund Freud pada awal dan pertengahan abad ke-20. Istilah ini terus digunakan dalam psikologi dan filsafat.[3]

Referensi

  1. ↑ Frances, Allen (1990-01-01). "Classification of anxiety disorders: From Freud to DSM-IV". Journal of Psychiatric Research. 24: 9–10. doi:10.1016/0022-3956(90)90068-2. ISSN 0022-3956.
  2. ↑ "Neurosis: Gejala, Penyebab, Jenis dan Pengobatan | Rumah Sakit Apollo". www.apollohospitals.com. Diakses tanggal 2026-09-26.
  3. ↑ Russon, John (2003). Human Experience: Philosophy, Neurosis, and the Elements of Everyday Life. State University of New York Press. ISBN 0-7914-5754-0.


Ikon rintisan

Artikel bertopik psikologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan