Jumat, 09 Oktober 2026
07:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Magnus Maximus

Magnus Maximus

Jenderal Romawi yang menjadi Kaisar Romawi Barat dari tahun 383 hingga 388 M

Bagikan:
"Maxen" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Maxen (disambiguasi).
Magnus Maximus
Kaisar Romawi Barat
250px-Solidus_Magnus_Maximus-constantinople_Dep_38-7.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berkuasa383–384 (perampas tahta melawan Gratianus), 384–387 (Augustus di Barat), 387 – 28 Agustus 388 (melawan Valentinianus II dan Theodosius I)
PendahuluGratianus
PenerusTheodosius I
Lahirsekitar 335
Hispania
Meninggal28 Agustus 388
Aquileia
Istri
KeturunanFlavius Victor,
dua putri
Nama lengkap
Flavius Magnus Maximus Augustus

Magnus Maximus (dalam bahasa Latin: Flavius Magnus Maximus Augustus) adalah seorang Jenderal Romawi yang menjadi Kaisar Romawi Barat dari tahun 383 hingga 388 M. Ia lahir sekitar tahun 335 M, kemungkinan besar di provinsi Hispania, dan dikenal sebagai tokoh penting dalam masa transisi Kekaisaran Romawi yang penuh gejolak.

Magnus Maximus memulai kariernya sebagai jenderal yang sukses, terutama dalam kampanye militer di Britania dan melawan suku-suku barbar. Namun, ambisinya untuk merebut takhta Romawi Barat menyebabkan konflik besar dengan kekuatan pusat kekaisaran, yang pada akhirnya membawa kehancurannya.

Latar Belakang dan Kehidupan Awal

Magnus Maximus dilahirkan di daerah Hispania, mungkin di wilayah Gallaecia (sekarang bagian dari Spanyol modern). Sebagian besar sumber kuno tidak memberikan rincian tentang keluarganya, tetapi beberapa catatan menunjukkan bahwa ia berasal dari keluarga aristokrat yang memiliki koneksi militer. Pendidikan dan pelatihannya diarahkan pada seni perang, yang memungkinkan dia untuk naik pangkat dalam hierarki militer Romawi.

Ia pertama kali dikenal sebagai komandan pasukan di bawah Kaisar Theodosius I dan menunjukkan keberanian serta keahlian strategis dalam pertempuran melawan suku-suku barbar, terutama Pikt dan Skotlandia di Britania.

Pemberontakan dan Pengangkatan sebagai Kaisar

Pada tahun 383 M, Magnus Maximus memberontak melawan Kaisar Gratianus, yang saat itu memerintah wilayah Romawi Barat. Ia memimpin pasukannya dari Britania menuju Galia dan berhasil merebut wilayah tersebut dengan cepat. Gratianus melarikan diri tetapi akhirnya terbunuh di Lyon oleh pasukan yang setia kepada Maximus.

Setelah merebut kekuasaan, Maximus memproklamirkan dirinya sebagai Augustus (Kaisar) Romawi Barat. Pada tahun 384 M, ia mengamankan pengakuan dari Kaisar Valentinianus II (Romawi Barat) dan Theodosius I (Romawi Timur) melalui negosiasi diplomatik, meskipun hubungan ini tetap tegang.

Pemerintahan

Magnus Maximus memindahkan ibu kotanya ke Trier (sekarang Jerman) dan memerintah wilayah Romawi Barat, termasuk Galia, Hispania, dan Britania. Pemerintahannya ditandai oleh beberapa reformasi administratif dan perpajakan, tetapi juga oleh ketegangan keagamaan. Ia dikenal sebagai pendukung ortodoksi Kristen dan mengambil sikap keras terhadap kelompok-kelompok sesat seperti kaum Priscillianisme di Hispania.

Eksekusi Priscillian, seorang pemimpin gerakan tersebut, dan para pengikutnya atas tuduhan bid'ah menjadi isu kontroversial yang membuat beberapa pihak, termasuk Gereja, mengkritik kebijakannya.

Konflik dengan Valentinianus II dan Kekalahan

Pada tahun 387 M, Magnus Maximus mencoba memperluas kekuasaannya dengan menyerang wilayah Italia yang berada di bawah kendali Kaisar Valentinianus II. Aksi ini memicu reaksi keras dari Theodosius I, yang memerintah Kekaisaran Romawi Timur. Theodosius, dengan bantuan militer dari federasi suku Gotik, memulai kampanye untuk melawan Maximus.

Pada tahun 388 M, pasukan Theodosius berhasil mengalahkan Maximus dalam Pertempuran Sungai Save. Maximus ditangkap di Aquileia dan dieksekusi bersama dengan putranya, Flavius Victor, yang telah dinyatakan sebagai kaisar bersama.

Referensi

  • Zosimus, Historia Nova.
  • Sokrates Skolastikus, Historia Ecclesiastica.
  • Heather, Peter. The Fall of the Roman Empire: A New History of Rome and the Barbarians.
  • Collins, Roger. Early Medieval Europe 300–1000.
  • Jones, A.H.M. The Later Roman Empire, 284–602: A Social, Economic, and Administrative Survey.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Magnus Maximus.
Principatus
27 SM – 235 M
Krisis
235–284
Dominatus
284–395
Romawi Barat
395–480
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
Kekaisaran Nicea
1204–1261
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan