Senin, 21 September 2026
18:23 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Transfobia

Prasangka buruk pada orang-orang transeksual

Bagian dari seri tentang
LGBT
      
lesbiangaybiseksualtransgender
40px-Portal_LGBT.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal LGBT

Transfobia adalah serangkaian perlakuan dan perasaan antagonistik melawan kaum transgender atau transseksual, atau melawan transeksualitas. Transfobia dapat membentuk perasaan tidak nyaman, takut, dan emosional pada orang-orang yang tidak nyaman terhadap keberadaan penyimpangan gender di masyarakat tersebut.[1][2] Sifat tersebut sering kali dipancarkan bersama dengan pandangan homofobik dan sering kali menjadi sebuah aspek dari homofobia.[3][4] Transfobia adalah sebuah jenis preyudis dan diskriminasi yang mirip dengan rasisme dan seksisme,[5] dan transgender kulit berwarna sering kali menjadi subjek dari seluruh tiga bentuk diskriminasi pada suatu waktu.[6]

Etimologi dan penggunaan

Kata transfobia adalah sebuah komponen klasik yang tersusun pada istilah homofobia, berbagi komponen keduanya -fobia dari kata bahasa Yunani:φόβος, phóbos, "takut". Komponen pertamanya adalah awalan neo-klasik trans- dari kata transgender (awalnya berarti "berseberangan, di sisi jauh, meragukan"). Bersama dengan bifobia, homofobia dan transfobia adalah para anggota dari keluarga istilah yang digunakan ketika intoleransi dan diskriminasi ditujukan terhadap kaum LGBT.

Manifestasi

Pelecehan dan kekerasan

Meskipun homofobia dan transfobia terkorelasi, beberapa kaum trans mencurahkan rasa homofobia dan heteroseksisme; hal tersebut dikarenakan orang-orang trans dikaitkan dengan diidentikan dengan homoseksualitas, atau karena orang-orang trans juga memiliki orientasi seksual yang merupakan non-heteroseksual.[3][4][7]

Dalam komunitas gay, lesbian, dan biseksual

Transfobia dikaitkan dengan komunitas lesbian, gay dan bisexual (LGB), di samping kerjasama pada masa lampau antara komunitas tersebut dalam kampanye-kampanye untuk kesetaraan derajat, seperti dalam Kerusuhan Stonewall.[8][9][10][11]

Para pengarang dan pengamat, seperti pengarang transgender Jillian Todd Weiss, menyatakan bahwa "telah ada sepasukan sosial dan politik yang membuat sebuah pemisah antara komunitas gay/lesbian dan komunitas biseksual/transgender, dan sepasukan tersebut berjuang untuk dhak asasi sipil dan penerimaan masyarakat. 'Bifobia' dan 'transfobia' adalah sebuah akibat dari sepasukan sosial dan politik tersebut, bukan sepasukan psikologi yang menyebabkan sifat irasional dalam penyimpangan individual."[12][13][14]

Komunitas gay and lesbian

250px-Ticked_Off_Trannies_protesters_Shankbone_2010.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para pengunjuk rasa di depan penayangan perdana 2010 Ticked-Off Trannies With Knives, yang ditulis dan disutradarai oleh pembuat film gay Israel Luna, menentang apa yang mereka anggap penggambaran transfobik dalam film tersebut dan trailernya, yang merujuk kepada beberapa pembunuhan orang transgender dalam kehidupan nyata.[15]

Sejarawan Joanne Meyerowitz yang mendokumentasikan transfobia dalam gerakan hak asasi gay pada pertengahan abad ke-20 menanggapi pernyataan publik terkait perubahan jenis kelamin Christine Jorgensen. Jorgensen, yang menyatakan bahwa ia tidak dapat dikaitkan atau diidentifikasikan dengan pria gay

Referensi

  1. Chakraborti, Neil; Garland, Jon (2009). Hate Crime: Impact, Causes and Responses. SAGE Publications, Ltd. hlm. 77. ISBN 1412945682.
  2. Chrisler, Donald R.; McCreary, Joan C. (2010). Handbook of Gender Research in Psychology, Volume 2. Springer. hlm. 366. ISBN 1441913556.
  3. 1 2 Teaching for Diversity and Social Justice. Routledge. 2007. hlm. 198–199. ISBN 1135928509. Diakses tanggal 27 Desember, 2014. Because of the complicated interplay among gender identity, gender roles, and sexual identity, transgender people are often assumed to be lesbian or gay (See Overview: Sexism, Heterosexism, and Transgender Oppression). ... Because transgender identity challenges a binary conception of sexuality and gender, educators must clarify their own understanding of these concepts. ... Facilitators must be able to help participants understand the connections among sexism, heterosexism, and transgender oppression and the ways in which gender roles are maintained, in part, through homophobia.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. 1 2 Thomas Spijkerboer (2013). Fleeing Homophobia: Sexual Orientation, Gender Identity and Asylum. Routledge. hlm. 122. ISBN 1134098359. Diakses tanggal 27 Desember 2014. Transgender people subjected to violence, in a range of cultural contexts, frequently report that transphobic violence is expressed in homophobic terms. The tendency to translate violence against a trans person to homophobia reflects the role of gender in attribution of homosexuality as well as the fact that hostility connected to homosexuality is often associated with the perpetrators' prejudices about particular gender practices and their visibility.
  5. Judith A. Lewis, Michael D. Lewis, Judy A. Daniels, Community Counseling: A Multicultural-Social Justice Perspective (2010, ISBN 1-133-17003-X)
  6. Doug Meyer, Violence Against Queer People: Race, Class, Gender (2015, ISBN 0-8135-7318-1), pages 14-15
  7. Williams, Christian. "Interview With an Actual Stonewall Riot Veteran: The Ciswashing of Stonewall Must End!". transadvocate.com. Diakses tanggal 27 Desember 2014.
  8. Talusan, Meridith. "45 Years After Stonewall, the LGBT Movement Has a Transphobia Problem". prospect.org. Prospect. Diakses tanggal 27 Desember 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Brink, Rebecca Vipond. "The Soapbox: On The Stonewall Rebellion's Trans History". The Frisky (website). Spin Entertainment. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-03. Diakses tanggal 27 Desember 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. Cara. "Yet Another News Outlet Fails Queer History 101 by Erasing Trans* People from Stonewall". autostraddle.com. Diakses tanggal 27 Desember 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. Weiss, JT (2004). "GL vs BT The archaeology of biphobia and transphobia within U.S. gay and lesbian community". Journal of Bisexuality. 3: 25–55. doi:10.1300/j159v03n03_02.
  12. Sears, J.T., and Williams, W.L. (1997). Overcoming Heterosexism and Homophobia. New York: Columbia University Press.
  13. Fone, B.R.S. (1998). The Columbia Anthology of Gay Literature: Readings from Western Antiquity to the Present Day. Columbia University Press, ISBN 978-0-231-09670-6.
  14. "Ticked-Off Trannies," and detractors, take on Tribeca Diarsipkan 2010-07-01 di Wayback Machine., Edith Honan, Reuters, 25 April 2010; diakses pada 5 Oktober 2010.

Bacaan tambahan

Pranala luar

Identitas gender
Seks ketiga /
Gender ketiga
Identitas orientasi seksual
Orientasi seksual
Non-biner
Lainnya
Terkait
Sejarah LGBT
Bendera kebanggaan LGBT
Masa pra-modern
Abad ke-16 hingga ke-19
Abad ke-20
Abad ke-21
Hak LGBT menurut negara
Topik hak-hak LGBT
Gerakan hak-hak LGBT
Orientasi seksual – Kedokteran, ilmu pengetahuan, dan seksologi
Sikap masyarakat
Prasangka dan diskriminasi
Kekerasan terhadap orang LGBT
Bentuk umum
Sosial
Agama
Etnis/Nasional
Manifestasi
Kebijakan
diskriminatif
Penanggulangan
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan