Rabu, 23 September 2026
14:02 WIB
TERKINI
Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat

Ableisme

Ableisme (/ˈbəlɪzəm/; juga dikenal sebagai disablisme, anapirofobia, anapirisme, dan diskriminasi disabilitas) adalah diskriminasi dan prasangka sosial terhadap penyandang disabilitas dan/atau orang yang dianggap sebagai difabel. Ableisme mendefinisikan orang-orang berdasarkan disabilitas mereka dan menganggap orang-orang penyandang disabilitas memiliki status yang lebih rendah dibandingkan orang-orang non-disabilitas.[1]

Meskipun ableisme dan disablisme merupakan istilah yang mendeskripsikan diskriminasi disabilitas, penekanan pada masing-masing istilah ini sedikit berbeda. Ableisme adalah diskriminasi yang mendukung orang-orang non-disabilitas. Disablisme adalah diskriminasi secara langsung terhadap penyandang disabilitas.[2]

Terdapat stereotip terkait disabilitas secara umum, atau terkait dengan gangguan tertentu atau kondisi kesehatan kronis (misalnya anggapan bahwa semua penyandang disabilitas ingin disembuhkan, anggapan bahwa pengguna kursi roda juga memiliki disabilitas intelektual, atau anggapan bahwa pengguna kursi roda juga memiliki disabilitas intelektual, atau anggapan bahwa orang buta memiliki beberapa bentuk pengetahuan spesial).[3] Stereotip ini memberikan pembenaran untuk praktik-praktik diskriminatif, dan memperkuat sikap dan perilaku diskriminatif terhadap penyandang disabilitas.[4]

Referensi

  1. Linton, Simi; Bérubé, Michael (1998). Claiming Disability: Knowledge and Identity. New York University Press. hlm. 9. ISBN 9780814751343.
  2. "Disablism and ableism". Scope (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2020-11-21.
  3. "Sutherland, A.T. 'Disabled We Stand', Chapter 6 'Stereotypes of Disability', Souvenir Press, 1982" (PDF).
  4. Wüllenweber, Ernst; Theunissen, Georg; Mühl, Heinz (2006). Pädagogik bei geistigen Behinderungen: ein Handbuch für Studium und Praxis (Education for intellectual disabilities: A manual for study and practice) (in German). Kohlhammer Verlag. p. 149. ISBN3-17-018437-7. Retrieved January 17, 2012.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hukum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan