Minggu, 20 September 2026
16:26 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Teori queer

Teori queer

250px-Rainbow_flag_and_blue_skies.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rainbow flag flapping in the wind with blue skies and the sun.
Artikel ini bukan mengenai Penelitian queer atau Teologi queer.
 
Sosiologi
Diagram Analisis Jejaring Sosial
Diagram Analisis Jejaring Sosial
Portal
Teori dan Sejarah
Metode penelitian
Topik dan Cabang
Bagian dari seri tentang
LGBT
      
lesbiangaybiseksualtransgender
40px-Portal_LGBT.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal LGBT

Teori queer adalah sebuah bidang teori kritis yang lahir pada awal 1990-an dari bidang studi queer dan studi wanita. Teori queer termasuk baik queer maupun teori mengenai 'ke-queer-an' itu sendiri. Amat dipengaruhi oleh karya Lauren Berlant, Leo Bersani, Judith Butler, Lee Edelman, Jack Halberstam,[1] dan Eve Kosofsky Sedgwick, teori queer terbangun baik di atas tantangan feminis dengan gagasan bahwa gender adalah bagian dari diri yang hakiki dan di atas penelitian-penelitian gay/lesbian bahwa tindakan dan identitas seksual dibangun secara sosial. Sedangkan studi gay/lesbian memfokuskan penyelidikannya ke perilaku alami dan tidak alami sehubungan dengan perilaku homoseksual, teori queer memperluas fokusnya untuk mencakup segala jenis aktivitas seksual atau identitas yang terbagi ke dalam kategori normatif dan menyimpang. Feminis dan teoris film Italia Teresa de Lauretis menciptakan istilah "teori queer" untuk sebuah konferensi yang ia selenggarakan di Universitas California, Santa Cruz pada tahun 1990 dan edisi khusus dari Differences: A Journal of Feminist Cultural Studies yang dia sunting berdasarkan konferensi tersebut.

Referensi

  1. Halberstam, Jack. "An audio overview of queer theory in English and Turkish by Jack Halberstam". Diakses tanggal 29 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik gay, lesbian, transgender, dan biseksual ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik sosiologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan