Selasa, 27 Oktober 2026
05:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Antroposentrisme

Antroposentrisme

paham bahwa manusia adalah spesies pusat dan paling penting

Bagikan:
250px-Antropozentrismoa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Antroposentrisme adalah pandangan yang menempatkan manusia sebagai pusat perhatian atau ukuran utama dalam memahami dunia, termasuk dalam hubungannya dengan alam dan makhluk hidup lainnya. Berkas ini merupakan komik yang membahas antroposentrisme. Berkas ini dibuat oleh Amaia Azkarate.

Antroposentrisme adalah paham bahwa manusia adalah spesies paling pusat dan penting dari pada spesies hewan atau penilaian kenyataan melalui sudut pandang manusia yang eksklusif.[1][2]

Definisi

Antroposentrisme adalah konsep utama di bidang etika lingkungan dan filsafat lingkungan, karena sering dianggap sebagai akar masalah yang tercipta akibat interaksi manusia dengan lingkungan. Meski begitu, antroposentrisme tertanam kuat dalam berbagai budaya manusia modern dan tindakan-tindakan sadarnya. Istilah ini dapat ditukar dengan humanosentrisme dan supremasi manusia.

Budaya populer

Film dokumenter tahun 2012, The Superior Human? secara sistematis menganalisis antroposentrisme dan menyimpulkan bahwa nilai pada dasarnya adalah opini, dan karena bentuk kehidupan secara alami menghargai sifat mereka sendiri, kebanyakan manusia disesatkan untuk percaya bahwa mereka sebenarnya lebih berharga daripada spesies lain. Bias alami ini, menurut film tersebut, dikombinasikan dengan rasa nyaman serta alasan untuk membenarkan sifat eksploitatif manusia, bersama sama menyebabkan antroposentrisme mengakar dalam peradaban manusia.[3][4][5]

Lihat pula

Bacaan lanjutan

  • Bertalanffy, General System Theory (1993): 239-48
  • Boddice, Rob (ed), Anthropocentrism: Humans, Animals, Environments (Leiden and Boston, Brill: 2011)
  • White, Lynn Townsend, Jr, "The Historical Roots of Our Ecologic Crisis", Science, Vol 155 (Number 3767), March 10, 1967, pp 1203–1207
  • Seigel, Michael T. (2002), "Conference, meeting of the Victorian Medico-Legal Society", Pacifica: Australian theological studies, 16 (1), Brunswick, Australia: Pacifica Theological Studies Association (dipublikasikan 2003 Feb): 67–88, ISSN 1030-570X, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-03-21, diakses tanggal 2012-07-22{{citation}}: |contribution= diabaikan; Parameter tidak dikenal |month= diabaikan; Periksa nilai tanggal dalam: |publication-date=
  • Chew, Sing C. "Ecology in Command"
  • Chew, Sing C. "Ecological Futures"

Referensi

  1. ↑ Anthropocentrism - Merriam-Webster Dictionary.
  2. ↑ Twain, Mark (1903). Was the world made for Man? Reprinted in John Carey, Eyewitness to Science (1997), 250.
  3. ↑ ""The Superior Human?" Official Movie Website". Diakses tanggal 4 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Now Online! Debut of New Anti-Speciesist Film, "The Superior Human?" - Dr. Steve Best". Dr. Steve Best. 2012-04-02. Diakses tanggal 4 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "The Superior Human? Who Do We Think We Are?". Psychology Today. Diakses tanggal 4 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan