Senin, 21 September 2026
05:42 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Bigender

Bigender

identitas gender yang mencakup dua identitas dan perilaku gender

Bagian dari seri mengenai
Transgender
Bendera pride transgender

Bigender atau gender ganda adalah sebuah identitas gender yang mencakup dua identitas dan perilaku gender manapun. Beberapa individu bigender dapat mengidentifikasi dirinya sebagai pria dan wanita. American Psychological Association (APA) menempatkan bigender di dalam kategori genderqueer.[1] Sebuah survey terhadap orang transgender tahun 1999 yang dilaksanakan oleh San Francisco Department of Public Health memperlihatkan bahwa kurang dari 3% dari mereka yang ditunjuk laki-laki saat lahir dan kurang dari 8% dari mereka yang ditunjuk perempuan saat lahir, mengidentifikasi diri mereka bigender.[2]

Alternating gender incongruity

Ilmuwan Vilayanur S. Ramachandran dan Laura K. Case pada tahun 2012 menyelidiki beberapa orang bigender yang memberitahukan bahwa pergantian gender mereka umumnya terjadi sendiri meskipun mereka ingin tetap berada di satu gender yang lain. Ramachandran dan Case menyebut kondisi ini sebagai "inkongruensi gender yang berubah-ubah" (bahasa Inggris:alternating gender incongruity, AGI).[3] Walaupun begitu, AGI bukan merupakan bentuk umum dari kondisi bigender.

Ramachandran dan Case mengusulkan bahwa perubahan gender pada orang-orang dengan AGI tidak dapat dijelaskan hanya melalui pandangan sosial soal gender. Lebih dari separuh responden di dalam penelitian tersebut memberitahukan bahwa mereka mengalami apa yang disebut dengan "anggota badan bayangan". Misalkan seperti sebuah ereksi bayangan tetapi tubuh tidak memiliki penis. Responden dengan anggota tubuh bayangan umumnya merasakannya dalam intensitas sedang, dengan rata-rata 2,9 poin dari 5 poin. 28% dari responden melaporkan mengalami gangguan bipolar. Tingkat ambidekstri (dominan tangan kiri dan kanan) berada pada tingkat yang tinggi bagi responden dengan AGI.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. American Psychological Association (2015). "Guidelines for Psychological Practice with Transgender and Gender Nonconforming People". American Psychologist. 70 (9): 832–864. doi:10.1037/a0039906.
  2. San Francisco Department of Public Health (1999). "The Transgender Community Health Project". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-09-15. Diakses tanggal 2017-10-11.
  3. 1 2 Case, L. K.; Ramachandran, V. S. (2012). "Alternating gender incongruity: A new neuropsychiatric syndrome providing insight into the dynamic plasticity of brain-sex". Medical Hypotheses. 78 (5): 626–631. doi:10.1016/j.mehy.2012.01.041. PMID 22364652.
Topik seputar Transgender
Identitas gender
Kesehatan dan pengobatan
Hak dan hukum
Masyarakat dan budaya
Teori dan konsep
Lihat pula
Identitas gender
Seks ketiga /
Gender ketiga
Identitas orientasi seksual
Orientasi seksual
Non-biner
Lainnya
Terkait
Sejarah LGBT
Bendera kebanggaan LGBT
Masa pra-modern
Abad ke-16 hingga ke-19
Abad ke-20
Abad ke-21
Hak LGBT menurut negara
Topik hak-hak LGBT
Gerakan hak-hak LGBT
Orientasi seksual – Kedokteran, ilmu pengetahuan, dan seksologi
Sikap masyarakat
Prasangka dan diskriminasi
Kekerasan terhadap orang LGBT
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan